Tag Archives: Swiss

Dari Lucerne Menuju Basel

Basel, April 30,  2015 (late post)

basel2

Perjalanan saya selanjutnya adalah menuju Basel. Basel, bukanlah tujuan perjalanan saya, tetapi hanya sekedar transit untuk selanjutnya menggunakan kereta menuju Paris, Perancis.

Dari Luzern ke Basel via Olten,  saya menggunakan kereta. Harga tiketnya CHF 33.

Mengapa melalui Basel, walaupun banyak alternatif, saya memilih ini, karena lebih murah dan saya bisa menggunakan kereta malam dan tidur di kereta. Lumayan menghemat biaya hotel.

basel4

Sampai di Basel masih sore, sekitar pukul 16.00, sedangkan kereta yang akan menuju Paris masih lama, sekitar pukul 22.00 nanti malam.

basel3

Sambil menunggu waktu, saya habiskan untuk melihat-lihat kota Basel. Sayangnya, sore itu cuaca mendung dan hujan rintik-rintik. Saya menggunakan salah satu kereta, entah tujuan kemana saya nggak tahu, tetapi saya menggunakan kereta yang sama untuk balik lagi ke tempat saya naik tadi.  Sehingga tidak banyak hal yang bisa saya catat dan sampaikan di blog ini.

 

 

 

 


Tempat-tempat Menarik di Lucerne

Lucerne, April 29, 2015 (late post)

Lucerne atau Luzern sebetulnya menunjuk kota yang sama. Nama kota ini berasal dari kata Lorezzeria yang artinya pemukiman di tanah berawa.  Setelah seharian kemarin saya habiskan di Mt. Titlis dan Engelberg, saat ini saya mau menghabiskan waktu saya di Lucerne.

Beberapa tempat menarik yang sempat saya kunjungi adalah sebagai berikut:

Danau Luzern

Ini adalah danau yang berada di pusat kota Luzern.  Kabarnya merupakan tempat pelarian Williem Tell. Siapa William Tell?, saya juga nggak tahu, mungkin yang penasaran bisa cari di Google.

Di atas danau tersebut juga terdapat Chapel Bridge. Ini adalah jembatan kay tertua dan sangat terkenal di Eropa. Di mana di ujung jembatannya terdapat benteng kota yang diberi nama Kapel Petrus. Jembatan ini dibangun sejak tahun 1333.

Lion Monument

Merupakan monumen patung singa mati. Monumen ini didirikan untuk mengenang jasa para tentara bayaran Swiss yang tewas selama revolusi Perancis.

Kesemua ltempat wisata di atas, letaknya tidak jauh dari penginapan saya, hanya jalan kaki, sekitar 500 meter. Kalau mau naik bis pun, gratis, ini dia bisnya:

luzern8

luzern9

Bersambung

 

 


Mencari Penginapan yang murah di Lucerne, Swiss

Lucerne, 28 April 2015 (Late post)

Inilah lokasi pemberhentian kereta api di Lucerne, Bahnhoff Lucern. Sedangkan tempat saya menginap berada di Jalan Zurichstrasse 57. Lumayan jauh, 1,2 km. Mengapa memilih tempat ini? Karena di sinilah yang paling murah dari hasil pencarian saya sebelumnya di hostelworld.com.

IMG_2749

Bahnhof Luzern, Swiss

HOSTEL DI LUCERNE2

Jarak dari Bahnhof Luzern ke Lion Lodge Hostel

IMG_20150429_152929

Hostel Lion Lodge Luzern, Swiss

Walaupun paling murah, tetap saja cukup mahal dibanding dengan Frankfrut, Brussel ataupun Amsterdam. Untuk koneksi internetnya gratis, ini User Namenya: RTE-90608, Key: I-love-lucerne57.

Saya masih tidak tahu kendaraan yang melewati ke penginapan tersebut. Sehingga dengan berbekal peta saja, saya berjalan kaki. Lokasinya memang tidak mencolok sehingga sempat dilewati cukup jauh.

Hari ini saya nggak kemana-mana, karena badan sudah sangat lelah, ingin beristirahat semoga besok bisa segar kembali dan melanjutkan perjalanan ke Mt. Titlis.

Bersambung


Mencari Tiket dari Zurich ke Lucerne

Zurich, 28 April 2015 (Late Post)

Untuk perjalanan dari Zurich ke Lucerne, salah satunya bisa menggunakan kereta, dengan memesan pada URL,  https://www.sbb.ch/ticketshop/b2c/artikelspezSAGeneric.do Pembelian tiket maksimal adalah 1 bulan sebelum hari pemberangkatan, harga tiket sekitar CHF 25 (pembelian April 2015).

Tiket Zurich - Lucerne

Harga tiket dari Zurich ke Luzern, 12 April 2015

Pembelian lebih awal ternyata tidak berpengaruh, alias harganya sama saja. Jadi, untuk membeli, sebaiknya langsung di sana saja.

Bersambung

 


Merencanakan Liburan ke Eropa

IteneraryPeta Perjalanan ke Eropa

Seperti tahun sebelumnya, ritual tahunan di bulan April ini kembali “digelar”. Ya, “digelar” sekedar menggembirai hidup dengan melakukan perjalanan keliling Eropa. Sebetulnya bukan keliling sih, karena Eropa itu kan luas, direncanakan hanya 6 negara saja, yaitu: Belanda, Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss dan terakhir di Perancis.
Kerja setahun, “ngabisinnya” hanya sebulan… Sebetulnya nggak juga, karena kalau tahu triknya, sebetulnya perjalanan ke Eropa nggak terlalu mahal. Yang penting perencanannya yang matang, sehingga pengeluaran bisa dibuat seefisien mungkin.
Menikmati hidup kan nggak harus kalau sudah tua, atau kalau sudah kaya raya. Ya, kalau umur kita bisa mencapai tua, kalau nggak? Ya kalau nantinya akan menjadi kaya raya, bebas financial, sehingga bias kemana-mana. Tetapi coba pikirkan, kalau sudah kaya, tetapi sudah tidak ada tenaga untuk jalan-jalan, sakit-sakitan, gimana?
Jadi, menikmati hidup itu bukan nanti, tetapi sekarang.
Persoalannya, kalau sekarang nggak ada “duit”? Ada dan nggak ada duit juga relative. Batasan berapa akan disebut punya duit dan bilamana juga jika disebut tidak punya duit. Tetapi yang pasti, kalau menurut saya, selama orang itu punya pekerjaan walaupun gajinya Cuma 10 koma. Artinya setelah tanggal 10 langsung koma. Menurut saya tetap bisa disebut punya duit juga, walaupun koma!  🙂
Tentu saja yang dimaksud nggak ada duit itu, bukan berarti kitanya pengangguran, yang benar-benar nggak gablek duit sama sekali, alias nggak punya pekerjaan.
Tetapi nggak usah khawatir, banyak cara untuk mengeksekusi niatan tersebut. Justru di sinilah seninya, walaupun nggak punya duit tetapi jalan-jalan mah, teteup. Saya mah apa atuh ..   🙂
Misalnya, mencari tiket murah jauh-jauh hari. Sudah menjadi hukum alamnya, pembelian yang jauh-jauh hari cenderung lebih murah ketimbang hampir mendekati hari pemberangkatan. Banyak koq. Misalnya, cari saja maskapai yang minat penumpangnya kepada suatu maskapai sedang menurun. Misalnya pesawatnya yang berangkat ke destinasi tertentu tetapi tidak pernah sampai alias menghilang. Nah, carilah maskapai itu  🙂   kan stok pesawat pastinya masih banyak. Masalah sampai atau nggak sampai sebetulnya semua kembali kepada yang di atas yang memiliki hidup kita saja. Jadi, nggak perlu khawatir. Nggak kemana-mana pun kalau waktunya dianggap cukup oleh yang Maha kuasa, ya cukup, alias selesai.
Lalu, bagaimana dengan transportasi untuk mengelilingi Eropa? Kebanyakan para traveler menyarankan menggunakan kereta, bahkan dengan paket-paket tertentu yang katanya harganya jauh lebih murah. Menurut saya, harganya tetap saja sangat mahal. Saya cenderung untuk menggunakan bus. Alasannya tentu saja bukan karena kereta akan melintasi belakang rumah-rumah orang. Itu sih cerita-cerita kereta-keretanya Jabodetabek yang suka “nyelonong” di belakang rumah orang.
Menurut hitungan saya, ongkos kereta sebetulnya lebih mahal ketimbang menggunakan bus. Saya bisa membuktikan hal itu. SIlahkan lihat beberapa skrinsut pada gambar di bawah ini.
Negara-negara Eropa yang akan saya kunjungi adalah Negara yang dilintasi oleh trayek bus tersebut dengan menggunakan waktu nomor buncit. Dijamin akan sangat murah.
Tentu saja dikecualikan jika Anda akan ke Swiss. Karena transportasi di sana lebih didominasi oleh kereta, yang bahkan sampai ke puncak gunungnya.
Beberapa Negara yang akan saya kunjungi pada perjalanan kali ini adalah: Amsterdam (Netherland), Brussel (Belgium), Luxemburg, Cologne dan Frankfurt (German), Zurich, Lucerne, Interlaken (Swiss) dan terakhir adalah Paris, Perancis. Total ada 6 negara yang meliputi 9 kota. Mantap kan? 🙂
Ketika saya menuliskan artikel ini, semua tiket sudah saya pesan. Semoga saja nggak ada yang meleset jadwalnya. Dan Tuhan masih berkemurahan dan memperpanjang umur kepada saya sehingga masih diberi kesempatan hidup hingga hari H nya nanti.
Berikut adalah gambar peta perjalanan tersebut.
Masing-masing Negara adalah 2 hari, kecuali di Swiss 4 hari. Ya, sebetulnya saya penyuka keindahan alam, bukan kota-kota. Namun demikian, tetap akan saya nikmati kapan lagi bisa menikmati bersama teman seperjalanan, istri saya. 🙂
Walaupun perjalanan baru akan dimulai 3 bulan lagi, tetapi harus diingat bahwa perjalanan itu sendiri sebetulnya dimulai dari mempersiapkan perjalanan itu sendiri. Banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti masalah waktu, musim. Apakah bulan April itu waktu yang tepat untuk berlibur ke sana? Melakukan pemesanan tiket pesawat, bus, kereta secara online? Pemesanan tempat tinggal, hostel? Pemesanan asuransi perjalanan? Pembuatan visa? Persiapan dokumen? Persiapan peralatan atau perlengkapan yang harus dibawa? Persiapan pendelegasian pekerjaan untuk orang yang ditinggalkan? Semoga ada waktu untuk membahasnya.  🙂