Tag Archives: Sepak Bola

Mengomentari Pertandingan MU vs Liverpool

Rooney, setelah berhasil menjebol gawang Liverpool (sumber: bola.net)

Gambar: Rooney, setelah berhasil menjebol gawang Liverpool (sumber: bola.net)

Sebetulnya, kesukaan saya menonton sepak bola ini, hanya baru-baru ini saja, khususnya setelah kejuaraan sepak bola dunia tahun lalu. Dan lebih khusus lagi, setelah adanya reformasi di tubuh PSSI. Jadi, sangat,  sangat terlambat, padahal ini adalah olahraga yang paling digemari sejagat.

Walaupun begitu, hobi baru ini, nggak terlalu ngotot juga, apalagi harus bela-belain nonton dini hari. Enggak dech …

Hanya kebetulan saja, jika kemarin saya berkesempatan menonton  pertandingan antara  Manchester United  vs Liverpool,  kebetulan sedang mengunjungi kakek dan neneknya anak-anak. Dan kebetulan ada pertandingan tersebut. Walaupun sempat berebutan saluran TV dengan anak-anak, akhirnya mereka mengalah.

Dan sebagai orang yang baru hobi menonton bola ini, inilah komentar saya atas pertandingan tersebut sbb  🙂

  1. Saya baru tahu, ternyata ada juga ya, pemain yang menolak untuk bersalaman dengan salah seorang pemain MU, Patrice Evra. Padahal tindakannya adalah bukan saja tidak hormat terhadap Evra, melainkan juga bentuk ketidakhormatan kepada sepakbola, sekaligus mempermalukan klubnya sendiri, Liverpool. Wajar akhirnya, dia menerima banyak kecaman dari berbagai pihak.
  2. Tindakan Suarez  (belakangan saya baru tahu nama ini) ini juga dibalas oleh Rio Ferdinan, bek MU. Walaupun tindakannya adalah hanya sebagai sikap yang sebetulnya wajar, karena kesalahan Suarez. Tetapi, bukankah ini bertolak belakang dengan iklannya dia di Intersport bahwa, “ini bukan soal drama …”.  Nah loh, gimana dong …
  3. Saking bernafsunya, dimenit-menit awal ini kedua kesebelasan sudah bermain dengan tensi yang amat tinggi. Menyebabkan terjatuhnya si Ferdinan ini. Bukan jatuhnya yang jadi sorotan tulisan ini. Hanya saja, apa dia nggak pakai celana dalam ya? Sampai nonjol begitu   😀  Sampai-sampai, sorotan camera pun menjadi kehilangan focus  …   😀  Kalau dia menonton tayangan ulang, pasti malu tuh dia.
  4. Yang saya heran, si Ronney ini,hebat juga dia, walaupun badannya tidak aerodinamis tetapi kemampuannya menciptakan goalnya, luar biasa.

Saya nggak bisa ngebayangin jika kasus-kasus tersebut ada di Indonesia, pastinya akan rusuh. Inilah yang menyebabkan mengapa saya kurang begitu suka dengan sepakbola. Karena identik dengan kekerasan. Bagaimana kita bisa menikmatinya kalau sudah begitu? Dan kekisruhan di PSSI pun nampaknya masih berlanjut juga.

Payah dech …  Sekarang sudah terlanjur cinta.

Iklan

Nggak jadi nobar, Slowakia : Paraguay

Rencananya, mau nobar dengan istri dan anak-anak di Lapiaza, tepatnya di depan penjual Ice Cream Dairy. Sayangnya tempat duduknya sudah penuh. Mau duduk di depan JCo juga penuh, tidak ada tempat duduk yang dekat dengan layar.  Kebetulan juga kesebelasan yang bertanding, nggak begitu dijagokan, Slowakia : Paraguay. Akhirnya cuma keliling-keliling aja, sambil memperhatikan siaran langsungnya Global TV yang disiarkan dari LaPiaza.

Menarik juga. Tetapi itu nggak lama, selanjutnya mampir di Sour Sally, beli ice cream asem Yoghurt, Green Tea.

Di kejauhan masih terlihat sih tayangan sepak bola dari sebuah Televisi yang dipasang di tengah ruangan. Tidak heran jika Slowakia kalah, ternyata selama 90 menit pertandingan, hanya mampu melepaskan satu tendangan saja ke gawang. Pertandingan berakhir dengan skor 0:2 untuk kemenangan Paraguay.


Nobar di Lapiaza: Jerman vs Serbia

Sebetulnya nonton bola bukan hobi saya, termasuk juga main bola. Bukan gue banget. Tetapi pada momen-moment tertentu bolehlah menjadi saksi sejarah 4 tahunan ini ditonton. Lapiaza dengan kantor jaraknya nggak begitu jauh, jadi, sepulang kantor saya kemarin nonton dulu di sini.

Untuk nonton bareng di Lapiaza cuma Rp 25 ribu saja, sudah termasuk minuman plus kemungkinan masuk di Global Tipi.  Lumayan kan … hehehe …  Masalahnya saya nggak kebagian tempat duduk yang di tengah itu. Jadi, saya cuma duduk di tempat jualan ice cream “dairy” di paling belakang. Tentunya dengan membeli 1 cup jus strawberry. Nggak enak dong, nongkrong di warung orang, tapi nggak beli apa-apa. Walaupun cukup mahal, tetapi lumayanlah bisa duduk di situ.

Penasaran dengan Jerman, soalnya sebelumnya kesebelasan itu mampu mengalahkan Australia 4:0 yang kebetulan nggak sempat nonton. Jadi kali ini, saya bela-belain untuk nonton bareng dengan Triyono, Ikrar, dan Rizky.

Komentar saya, yang awam dan paling jarang nonton sepak bola, bahwa permainan kesebelasan Jerman, ternyata luar biasa jelek, kasar, dan nggak seindah warna aslinya (maksudnya tidak seperti yang diceritakan kawan-kawan di kantor).  Dengan total kartu kuning 8 buah, dan kartu merah 1 buah yang dikeluarkan wasit pada pertandingan itu menurut saya cukup luar biasa … hehehe …  Jadi wajar, kalau melawan Serbia, Jerman kalah 0 : 1. Tim yang sebetulnya tidak diunggulkan oleh kebanyakan pengamat sepak bola.

Apa nggak kurang hebat tuh Jerman, yang dijuluki Del panzer dengan 7 pemainnya  yang punya kemampuan menyerang, tetapi tidak satu bola pun disarangkan di gawang Serbia.  Oh ya, kalau Anda penggemar kesebelasan Jerman, di Lapiaza pun terdapat poster kesebelasan Jerman loh … lumayan bisa  foto bareng, walaupun cuma di depan posternya doang.

Banyak pendukung Jerman, yang sudah pake atribut-artibut kesebelasan Jerman  di Lapiaza pun akhirnya cuma bisa manyun doang, sambil menggerutu  … “ah gob***  banget tuh Jerman” he he he … Mungkin kalah taruhan.