Tag Archives: Kupu-kupu

Go to the next level

Saya merasa, sudah waktunya, gambar header ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya tag linenya, “penikmat keindahan alam”. Saat ini menjadi “Go to the next level”.  Tag line ini semoga dapat menyemangati  hidup saya sendiri untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.  Hidup ini memang harus berubah, tidak statis.

Sudah waktunya untuk keluar dari zona kenyamanan. Walaupun apa yang saya sebut nyaman, sesungguhnya tidak nyaman-nyaman amat. Mungkin lebih tepatnya dinyaman-nyamankan. Padahal di dalamnya keropos, rapuh.

Istilah transformasi ini, saya dapat dari blog nya Ibu Evi di sini.  Sebuah kata sederhana, tetapi punya makna yang mendalam. Tentu, si empunya blog itu, akan terus berubah melalui karya-karyanya  di dunia nyata.

Untuk berubah  dibutuhkan keinginan, komitmen dan kemauan yang kuat.  Seperti kupu-kupu, dan kebetulan saya memang menyukai hewan mungik yang lucu ini. Ada tahap-tahapan untuk melakukan proses perubahan tersebut. Dimulai dari telur, ulat dengan berbagai stadium, prepupa, dan pupa. Jadi, sudah saatnya untuk berubah,  ke level berikutnya!.
Lanjutkan membaca

Iklan

Foto: Kupu-kupu

Kupu-kupu

  • Photographer: Harjo
  • Camera: Canon 350D
  • Image Code:  Bukit Lawang IMG_7250a

Gambar di atas, boleh di cetak untuk keperluan pribadi, dengan syarat tulisan harjo.wordpress.com tidak boleh dihapus. Sedangkan untuk keperluan publikasi, silahkan hubungi saya. Saya masih menyimpan, versi resolusi yang agak lebih tinggi.


Foto: Kupu-kupu di Dieng Plateau, Jawa Tengah

  • Lokasi:  Dieng Plateau, Jawa Tengah
  • Photographer: Harjo
  • Camera: Canon 350D
  • Image Code:  dieng1a

Gambar di atas, boleh di cetak untuk keperluan pribadi, dengan syarat tulisan harjo.wordpress.com tidak boleh dihapus.  Walaupun masih belajar menggunakan camera, jika Anda tertarik untuk keperluan publikasi, silahkan hubungi saya. Saya masih menyimpan, versi resolusi yang agak lebih tinggi.

 


Butterfly Park, Bali

Selain kupu-kupu, di sini juga ada beberapa jenis serangga lainnya seperti : Haplopelma robustum (laba-laba biru), Eurycnema versirubra (belalang kayu), Scorpion sp, Chalcosoma caucasus (tanduk tiga), dan beberapa jenis kupu-kupu seperti : Papilio demolion, Idea blanchardi (Danaidae), Ornithoptera priamus (Papilionidae), Papilio memnon, Chetosia hypsea (Nympalidae), Troides helena (Papilionidae), Papilio peranthus (Papilionidae),

Dari brosur yang kami peroleh, Bali Butterfly Park ini dikelola oleh PT. Kupu Kupu Taman Lestari yang berlokasi di Jl. Batukaru, Sandan Lebah Wanasari – Tabanan. Buka mulai pukul 08.00 – 16.00.

Harga tiket masuk US$ 2,- Loh … koq pakai US $? Maklum, sebab kebanyakan yang mengunjungi taman kupu-kupu ini adalah turis manca negara, sedangkan turis lokal sangat jarang. Saya sendiri ketika masuk, hanya membayar Rp 15.000,- untuk ber-empat he he he… mungkin karena sudah sore dan mau tutup kali …

Sebagai catatan, bahwa ini adalah Taman Kupu-kupu ke empat yang saya kunjungi, setelah sebelumnya : Taman Nasional Bantimurung, Taman Kupu-Kupu Cilember, dan Taman Kupu-kupu Gita Persada. Saya memang menaruh perhatian besar terhadap jenis serangga ini. Sebab menurut saya selain indah, kupu-kupu adalah bioindikator kualitas lingkungan. Ketika kupu-kupu sudah jarang ditemui, berhati-hatilah! Berarti ada ketidakseimbangan ekosistem di suatu wilayah tersebut, yang bisa menimbulkan bencana ekologi.


Mengembalikan kesegaran di curug tujuh, Cilember

Selama ini jika ke berlibur ke Puncak – Bogor, yang kita tahu hanyalah Cibodas, Taman Safari, dan Perkebunan Teh. Padahal ada juga loh, lokasi menarik lainnya yaitu Curug Tujuh, Cilember. Curug tujuh merupakan objek wisata alam (wana wisata) yang cukup menarik dengan panorama alam berupa mata air dengan 7 buah air terjunnya. Selain itu juga ada taman kupu-kupu yang eksotik dan hamparan pohon pinus. Jika anda bosan dengan rutinitas pekerjaan kantor, lokasi ini dapat menjadi alternatif pilihan wisata yang menarik dan juga murah meriah. Gemercik suara air, indahnya warna kupu-kupu, dinginnya udara pegunungan, akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Lokasi wana wisata Curug Cilember ini berada didalam kawasan hutan lindung pada ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Untuk mencapainya jika anda dari Jakarta, kurang lebih 15 km keluar dari pintu tol Gadog (Jagorawi), yaitu di sisi kiri jalan raya Puncak. Plang petunjuk informasinya sendiri ada di sebelah kanan jalan, tidak begitu jelas. Ketika belok menuju jalan ini, cukup sempit dan melewati perumahan yang cukup padat dan berkelok-kelok. Di antara rapatnya perumahan, memang seperti tidak percaya, apakah benar ada air terjun disekitar sini?. Tetapi setelah memasuki gerbang wana wisata curug cilember, pemandangan berubah drastis.

Curug Tujuh
Curug dalam bahasa Sunda artinya air terjun, jadi jumlah air terjunnya ada tujuh. Ketujuh air terjun ini terletak berurutan dimulai dari curug tujuh yang lokasinya paling bawah dekat dengan guest house. Bagi pengunjung yang suka hiking, dapat melanjutkan ke curug 6, 5, 4, dan seterusnya hingga paling atas. Jalur menuju setiap curug sangat menarik dan memiliki panorama yang indah dan khas. Untuk mencapai curug yang paling atas dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Air terjun ini mengalir ke beberapa tempat membentuk sungai-sungai kecil berbatuan. Merupakan tempat yang menarik untuk memancing ikan gabus. Ketika ke sana ada beberapa orang yang saat itu sedang memancing, wah banyak juga hasil mereka, walaupun ikan gabusnya kecil-kecil. Kami juga menemui beberapa fauna khas yang selalu berada di perairan sungai seperti capung (Odonata) yang memiliki aneka warna, sangat indah dan jarang ditemukan di daerah lain.

Taman Kupu-Kupu
Taman Kupu-Kupu ini masih sangat sederhana, dan bersifat tertutup (in cage) berbentuk setengah bola (dome). Untuk masuk ke taman ini, pengunjung membayar tiket sebesar Rp 3.000/ orang. Sayang penghuninya tidak begitu banyak, hanya dalam hitungan jari saja yang terlihat berterbangan. Dan ada sejenis kupu-kupu yang mencoba hinggap di tangan saya, cukup menarik. Beberapa meter dari dome terdapat laboratorium penangkaran kupu-kupu, yaitu sebagai tempat kupu-kupu menaruh telur dan mencari makanan dari berbagai jenis tanaman berbunga. Di sini kita bisa mempelajari proses tahapan-tahapan perubahan bentuk tubuh kupu-kupu yang disebut metamorfosis. Sungguh proses yang sangat luar biasa. Dimulai dari telur yang menetas menjadi larva (ulat), kemudian berubah menjadi pupa (kepompong). Dan setelah beberapa lama dari kepompong tersebut akan keluar seekor kupu-kupu. Menurut Yusuf, staf penjaga laboratorium dan taman kupu-kupu, bahwa ada 12 jenis yang sudah berhasil ditangkarkan di tempat ini.

Untuk mendukung kehidupan kupu-kupu, di lokasi ini juga tersedia berbagai macam jenis tanaman bunga-bungaan dan angrek, diantaranya : bunga soka, nusa indah, sirih hutan, nona makan sirih, Phalaenopsis, Dendrobium, Cattleya, Phailus, Xandra, dsb yang totalnya sekitar 100-an jenis.

Taman Keluarga
Selain pemandangan alam, disini juga tersedia berbagai fasilitas yang mengasyikan, seperti : penginapan berupa guest house dengan tariff antara Rp 600.000 – Rp 800.000 perhari. Guest house yang berkontruksi kayu ini dapat menampung antara 15 – 20 orang. Sedangkan bagi yang ingin berkemah di alam terbuka, juga tersedia peralatan kemah, yang dilengkapi dengan sarana MCK dan Mushola. Mengenai keamanannya, tidak perlu khawatir karena dijaga 24 jam oleh hansip dan penduduk sekitar. Mereka sudah memahami arti penting pengunjung bagi kemakmuran warga desa sekitarnya.