Tag Archives: Keukenhof

Menikmati Keanekaragaman Tulip di Keukenhof

IMG_1983

22 April 2015 @Keukenhof, Lisse

Keukenhof adalah sebuah taman bunga terbesar di dunia yang terletak di Lisse, Holland Selatan. Untuk mencapainya, jika dari Amsterdam Central dapat menggunakan kereta menuju ke Bandara  IMG_1921Schipol,  kemudian dilanjutkan dengan bis yang langsung menuju Taman Bunga, Keukenhof.

Taman yang luasnya 32 hektar ini berisi sekitar 7 juta jenis tulip. Taman ini dibuat sejak tahun 1949 dan dibuka setahun sekali, setiap pertengahan Maret sampai dengan pertengahan Mei.

Tahun 2015 ini, Keukenhof dibuka sejak 20 Maret sampai dengan 17 Mei 2015.  Pembelian tiket bisa di Tourist Office Amsterdam. Atau melalui websitenya langsung di http://www.keukenhof.nl.

Pagi ini, cuaca sangat cerah, tidak ada awan yang menghalangi IMG_2048teriknya sinar matahari. Sehingga walaupun suhu udara terasa dingin, tetapi kulit terasa sedikit panas. Tetapi tidak sampai mengganggu niat perjalanan yang sudah saya susun sebelumnya, Keukenhof. Tiket saya beli di Tourist Office yang letaknya diseberang Amsterdam Central. Tiket yang saya beli sudah termasuk transport dan tiket masuk ke Taman Bunga Keukenhof.

Lama perjalanan tidak lebih dari 1,5 jam. Tidak begitu jauh.

Dipintu gerbang Keukenhof, sudah nampak antrian yang lumayan panjang. 20150421_130811Kabarnya jumlah pengunjung tahun ini sudah mencapai lebih dari 1 juta pasang mata. Cukup banyak.

Tema tahun ini adalah mengabadikan seorang seniman Belanda yang bernama Van Gogh, sehingga tidak heran foto-fotonya bertebaran disetiap IMG_2023sudut Taman Bunga tersebut.


Foto: Tulipa Triumph “Sprying Break”

IMG_1974Foto: Tulipa Triumph “Sprying Break”, Keukenhof, Lisse, Belanda (22/04/15)


Kanal-Kanal Indah di Amsterdam

IMG_2106Amsterdam

Amsterdam adalah kota pertama yang saya singgahi selama liburan kali ini di Eropa. Mungkin karena kedekatan sejarah antara Indonesia dengan Belanda, membuat saya mengunjungi Amsterdam lebih dulu. Penasaran seperti apa keadaan negara yang begitu kepincut untuk menguasai Indonesia itu.

IMG_2195Ternyata Amsterdam memang kota yang sangat eksotis, unik dan menarik. Sangat berbeda dengan kota-kota di Negara Eropa lainnya, yang saya kunjungi belakangan. Bicara soal Belanda, maka yang terbayang adalah kanal-kanal yang mengelilingi kota, kincir angin, keju, sepatu kayu, dan bangunan rumah yang unik.

Mumpung masih ingat, saya akan menuliskan kanal-kanal di Amsterdam ini lebih dulu.
Ya, jika ke Amsterdam, memang harus menyempatkan menikmati kanal-kanal ini. Kanal-kanal yang bersih, indah dan menawan, sebagai simbol kota Amsterdam. Kanal-kanal ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga UNESCO pun memasukannya ke dalam salah satu situs warisan dunia.

IMG_2121Perpaduan antara kanal yang indah, transportasi yang teratur, serta deretan bangunan di sepanjang kanal membuat kota ini terkesan sangat romantis. Itu menurut saya, tentunya setelah dibandingkan dengan kota-kota: Belgia, Luxemburg, Frangfurt, bahkan Paris sekalipun selama berkunjung ke Europa. Itu versi saya loh, bisa jadi menurut yang lain berbeda. Nggak masalah, itukan hanya beda cara pandang saja dan obyek kesukaan yang dilihat.
Kabarnya, kanal-kanal ini dulunya adalah selokan. Tidak mengherankan, karena posisi permukaan daratan Amsterdam lebih rendah dari permukaan air laut. Di sinilah hebatnya negeri Van Persie itu, dia mampu merubah kelemahan itu, justru menjadi kekuatan bahkan menjadi magnet untuk mendatangkan turis-turis.

IMG_2136Hebat ya, darimana biaya untuk membangun? Apakah hasil dari menjajah?

Jika dilihat dari udara, kanal-kanal ini membentuk setengah lingkaran. Jumlahnya ada 165 buah yang membelah kota Amsterdam. Entahlah, saya nggak ngitungin juga. Informasi itu saya baca di salah situs online aja. Kalau Anda penasaran dan kurang kerjaan, silahkan saja hitung sendiri.
Kanal-kanal yang paling banyak dikunjungi, di antaranya: Herengracht, Prinsengranct, dan Keizergracht. Ketiganya merupakan kanal-kanal utama di Amsterdam yang panjangnya bisa mencapai 100 km.
Nikmati saja perjalanan ini, mengalir.