Tag Archives: Gili Trawangan

Terakhir, di Gili Trawangan

Akhirnya, saya baru tahu, mana pantai yang bagus dan mana yang nggak. Selama ini saya pikir semua pantai ya, sama saja. Kalau ada perbedaan, hanyalah berpasir putih atau berpasir hitam.  Saya pikir, pantai di Gili Trawangan, memang benar-benar pantai yang sangat indah.  Jadi, pantas saja, kalau di Pulau ini banyak dikunjungi oleh para turis manca negara.

Bukan saja pantainya yang indah, keanekaragaman  ikannya pun sungguh luar biasa. Tempat yang sangat cocok untuk beaches, diving, dan surfing.  Sedangkan pegunungan Rinjani yang terlihat dari tempat saya duduk di dermaga ini, cuma bonus, yang melambai-lambaikan tangannya, seakan-akan memanggil  untuk menjelajahinya (trekking) pula. Sayangnya, waktunya sudah habis, masa cuti, sudah selesai, dan besok anak-anak sudah akan siap sekolah.

Phuket di Thailand memang indah, tetapi Trawangan, menurut saya lebih indah ketimbang Phuket. Nggak percaya? Coba saja buktikan!

* Photo-photo di atas adalah istri saya, yang memang hobi di potret, sedang saya hobi memotret, tepatnya hobi mendokumentasikan. Sebab kalau dibilang hobi motret, pasti di ketawain sama para fotografer profesional  🙂  Berbeda dengan hobi mendokumentasikan, sebatas hanya jeprat-jepret untuk keperluan diri sendiri dan keluarga. Jadi, dilarang complain  🙂

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:

Iklan

Masih di Gili Trawangan

Kabarnya, dulu, pulau ini adalah tempat pembuangan para narapidana, yaitu tempat pembuangan  para pemberontak Sasak.  Tetapi sejak tahun 1970, kawasan ini banyak dikunjungi oleh orang-orang Sulawesi yang kemudian menetap.  Trawangan adalah pulau terbesar di antara dua pulau lainnya, Nemo dan Ayer.  Saat ini populasi penduduk berjumlah 800 jiwa.

Setiap malam di sepanjang pantai selalu ada acara pesta,  dengan live music-nya. Jadi, memang cukup meriah ketika malam tiba.

Sejak tahun 2009, Taman Wisata Perairan  Gili  Trawangan, juga Gili Meno dan Gili Ayer telah   dijadikan sebagai  Kawasan Konservasi Perairan Nasional, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 67/Men/2009, dengan luas 2954 Hektar. Artinya, kawasan perairan ini  dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, agar pengelolaan sumber daya perikanan dan lingkungannya dapat dimanfaatkan secara lestari,  berkelanjutan.

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:

 


Gili Trawangan yang menawan

Penduduk Gili Trawangan sangat ramah, setiap kali saya berpapasan,  mereka selalu memberi salam, “selamat pagi” atau “good morning”.  Mereka pikir saya orang Jepang.  🙂  Bahkan ketika properti mereka saya gunakan sebagai obyek foto, mereka pun tidak complain. Artinya, mereka sangat sadar arti kehadiran turis, walaupun turis lokal model saya. Sudah lokal ngirit pulak  😀   Bagaimanapun kehadiran saya (minimal)  ikut memeriahkanlah …
Meskipun kehadiran turis di pulau ini  lebih didominasi turis mancanegara, mereka sangat wellcome terhadap turis lokal.

Keindahan bawah lautnya sangat bagus, itu baru di sekitaran pantai dengan menggunakan peralatan snorkeling, apalagi ke spot  tertentu di tengah laut di Gili Meno atau Gili Ayer. Hanya saja untuk melihat keindahan itu, harus bayar sekitar 100 ribu rupiah, harga saweran untuk 12 orang, sekaligus mengitari 2 pulau kecil lainnya termasuk makan siang.

Kami sendiri, cukup puas, hanya melihat dari atas dermaga, menikmati hilir mudiknya ikan berwarna-warni.  Beberapa ikan sempat terkail oleh seorang pemancing di ujung dermaga itu. Ikannya cukup besar, entah apa namanya … katanya sih ikan “mol?”. Ini hanya mancing di dermaga, apalagi di tengah laut? Pastinya merupakan tempat yang menarik, sayangnya saya nggak bawa pancingngan. Lagian, saya juga nggak begitu hobi mancing, kecuali lihat ikannya yang begitu menarik, bisa berjam-jam memandanginya.

Di sepanjang pantai tampak turis-turis yang sedang berjemur. Aneh ya, orang-orang kita malah ketakutan badannya gosong, sementara mereka malah berjemur.  Walaupun pantai, di sana ada larangan juga untuk bertelanjang “no naked” dan menurut saya memang seharusnya begitu. Kalau nggak, kehadiran kita bukannyta bertujuan  melihat keindahan pantai, malah melihat pemandangan orang  berjemur   🙂

Berbagai kelas penginapan tersedia di sini, dari yang juta-an hingga puluhan ribu tersedia di sini. Yang mahal biasanya disepanjang pantai, sedangkan yang murahan agak menjorok ke dalam, tetapi nggak begitu jauh. Meskipun murahan, tetapi banyak juga loh bule-bule yang menginap di penginapan yang saya inapi itu. Namanya Lily Homestay.  Enaknya, di sebelahnya ada cafe yang lumayan murah. Jadi, kalau lapar atau mau koneksian internet tinggal lari aja ke situ. Beres.

Airnya lumayan asin. Jadi, jangan complain kalau semua sayur di sini kuahnya pun berasa asin gitu. Namanya juga pulau kecil.

 

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:


Sebuah Pulau Tanpa Asap

Maksud dari judul di atas, “Sebuah Pulau Tanpa Asap”  adalah tanpa asap knalpot kendaraan bermotor. Ya, di sini, di Gili Trawangan, karena alat transportasi utama di sini adalah andong, atau di sini dikenal dengan sebuatan cidomo. Jadi, tidak ada kendaraan bermotor.  Tempat yang sangat cocok untuk berlibur, bebas asap polusi.

Sudah dua kali saya ke pulau kecil ini, jika sebelumnya hanya berdua dengan istri, kali ini dengan anak-anak. Pantai Gili Trawangan, sangat nyaman untuk kegiatan berenang.  Bedakan ya, antara berenang dengan bermain ombak. Nah di sini, asli bisa berenang. Hanya saja hati-hati, warna air yang berwarna hijau itu cukup dalam, dan tempat yang asyik untuk bersnorkeling.

Kebanyakan wanita, yang berkulit putih, biasanya paling males ke pantai, takut hitam, nah … di sini cukup nyaman, ada pohon-pohon yang tajuknya sangat rindang di sekitar pantai. Jadi, sementara memperhatikan anak-anak berenang, emak-emaknya cukup berleyeh-leyeh di pinggiran pantai ini yang teduh. Pasirnya sangat putih, airnya biru kehijauan, dan dikejauhan nampak Gili Meno , Pulau Lombok dan Gunung Rinjani.

Sayangnya, waktu yang terbatas, hanya Gili Trawangan ini saja yang bisa dinikmati, tempat lainnya, lain waktu.

 

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:


Inilah daftar penginapan di Gili Trawangan

Inilah daftar penginapan di Gili Trawangan

  • Martas Hotel, 081 23722777
  • Edy Homestay, 081 23734469
  • Losmen Eky, 62-37023582
  • Pondok Sederhana, 62 81339536047
  • Gili Hometay, 087 865526139
  • Big Buble Dive Dive and Bungalows, 0370 6250 20
  • Lily Homestay
  • Gili T Resort, 0370 6138513
  • The Trawangan Resort, 0370 6647066
  • Desa Dunia Beda, 0370 641575

Lombok itu bukan cabe

Semula saya pikir arti Lombok itu cabe, ternyata dalam bahasa Sasak, artinya lurus. Secara geografis memang bentuknya lurus, mulai dari Pantai Ampenan hingga Lombok Timur. Lalu kenapa cabenya Lombok itu cenderung lebih pedas dari biasanya?  Tentu untuk urusan ini saya tahu, karena hobi yang pedas-pedas. Tetapi kalau di hadapkan cabenya Lombok, nyerah dech …

Perjalanan dari Senggigi pun kami lanjutkan dengan mobil angkot menuju Pelabuhan Bangsal. Bangsal adalah pelabuhan penyeberangan menuju Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Tiga pulau ini memang sangat populer di kalangan turis mancanegara.

Untuk memastikan keamanan penyeberangan, saya juga tanyakan ke petugas loket, “apakah ombaknya hari ini cukup besar?” Maklum, 3 tahun yang lalu, boat yang saya tumpangi nyaris tenggelam dihajar ombak. Rupanya pagi itu, ombak terlihat “flat” artinya (mudah-mudahan)  aman dari terjangan ombak.  Saya juga tidak khawatir, karena jaket pelampung pun sudah saya siapkan sejak dari rumah, ada 3 buah.

Bentuk-bentuk boat, nampaknya sudah mengalami perubahan, berbeda dengan tiga tahun yang lalu, saat ini disetiap boat sudah sudah dilengkapi dengan jaket pelampung, dan boat nya pun tidak dilengkapi dengan bambu di sisi kanan dan kirinya. Mungkin dianggap sudah cukup aman, karena tersedianya   jaket pelampung. Yang pasti pagi itu, cukup banyak orang-orang yang hendak berangkat ke Gili Trawangan.  Harga tiketnya masih sama seperti 3 tahun yang lalu, Rp 8.000,- ditambah asuransi sebesar Rp 2.000,-

*Akhirnya, sampai juga di Gili Trawangan, Lombok

 

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:

 


Foto: Gili Trawangan, Lombok

  • Lokasi: Gili Trawangan, Lombok
  • Photographer: Harjo
  • Camera: Canon 350D
  • Image Code:  LombokIMG_598a

Gambar di atas, boleh di cetak untuk keperluan pribadi, dengan syarat tulisan harjo.wordpress.com tidak boleh dihapus.  Walaupun masih belajar menggunakan camera, jika Anda tertarik untuk keperluan publikasi, silahkan hubungi saya. Saya masih menyimpan, versi resolusi yang agak lebih tinggi.