Tag Archives: Genetika

Punya blog baru di Kompasiana

Tanggal 21 Juli yang lalu, sekitar pkl 02.00 dini hari, kebetulan saat itu saya masih belum tidur. Saya dengar melalui radio Sonora dari Handphone saya,  bahwa ada pasangan suami istri asal Nigeria yang kini tinggal di Inggris, ternyata melahirkan bayi berkulit putih, rambut pirang dan mata biru. Padahal pasangan tersebut tidak memiliki sama sekali sejarah berkulit putih.

Kabar itu, tentu membuat bingung para akhli Genetika dan juga orang tua itu, sebagaimana yang diberitakan The Sun. 21/07/2010.  Tentu saja informasi ini buat saya sangat menarik, karena akan menjadi informasi baru  untuk menolak Teori Evolusi. Selama ini para evolusionis selalu menggunakan bukti ras manusia, sebagai pendukung Teori Evolusi.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Semula pendapat saya ini akan saya tuliskan di blog ini, tetapi setelah monolog dengan diri saya sendiri, sepertinya harus dibuat terpisah. Dan saya memilih untuk memostingnya  di http://www.kompasiana.com

Jika anda tertarik untuk membaca, silahkan kunjungi: http://kompasiana.com/harjo. Blog ini nantinya hanya membahas pendapat-pendapat saya, terkait dengan masalah Teori Evolusi.


Tinggal tekan tombol on/off saja

Sebetulnya sudah lama buku ini saya beli, yaitu sekitar bulan Juli, 2007. Kesibukan karena pekerjaan sehingga baru hari ini saya tuntaskan.  Menurut saya, buku ini sangat bagus, sebuah buku ilmiah popular, yang ditulis oleh Dr. Kazua Murakami.  Seorang ahli Genetika terkemuka yang telah berhasil memecahkan kode genetic Renin pada manusia. Beliau juga adalah pemenang Max Planck Research Award sekaligus pendiri Institut for The Study of the Mind-Gene Relationship.
Lanjutkan membaca


Konsep penyembuhan diri sendiri

Tubuh sebetulnya punya kemampuan untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Sebagaimana pengalaman saya selama ini. Atas kemurahan Tuhan saja, saya termasuk orang yang jarang sakit, dan jarang pula ke dokter. Tetapi bukan berarti tidak pernah sakit. Kalau sekedar batuk, pilek, demam, dsb terkadang dialami juga, tetapi biasanya hanya 1 atau 2 hari langsung sembuh, dengan tanpa minum obat. Itu dulu.

Hanya sejak setelah menikah saja, sepertinya kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri semakin berkurang kekuatannya. Saat ini dibutuhkan obat warung untuk untuk dapat sembuh dari penyakit-penyakit tersebut, bahkan perlu beberapa hari untuk sembuh.

Ketidakmampuan tubuh dalam menghadapi penyakit ternyata semakin meningkat pula. Belakangan flu saya tidak sembuh-sembuh bahkan hingga sebulan lebih. Sengaja saya biarkan, apakah tubuh masih bisa menyembuhkan diri sendiri?. Ternyata tidak. Sehingga sejak saat itu dibutuhkan bantuan dokter untuk mengatasi penyakit tersebut.

Dari kasus tersebut, nampaknya ada trend peningkatan ketidakmampuan tubuh dalam melawan penyakit. Jika sebelumnya tidak minum obat, menjadi perlu minum obat warung. Jika sebelumnya dengan obat warung akan sembuh hanya dalam 2-3 hari, selanjutnya perlu 1-2 minggu untuk sembuh. Bahkan belakangan jika ketemu flu lagi, akan berbulan-bulan jika tidak diobati. Dan celakanya yang terkahir saya harus kedokter spesialis, untuk dapat sembuh dari penyakit tersebut.

Jadi, keberadaan obat dalam menghadapi penyakit, sebetulnya memadamkan kemampuan tubuh atau lebih tepatnya gen yang ada di dalam tubuh dalam menyembuhan diri sendiri.

Apa yang saya kemukakan di atas sebetulnya pengaruh kebiasaan saya sejak kecil, yang tanpa saya sadari sudah menjadi kebiasaan. Setiap menderita sakit, saya hanya bersikap pasrah, dan berdoa saja, karena memang kesulitan untuk membiayai pengobatan waktu itu. Sehingga jika terpaksa harus sakit menjadi terbiasa untuk tidak berobat, karena saya yakin tubuh akan sembuh dengan sendirinya. Ternyata ada baiknya juga mengambil sikap seperti ini.

Pendapat saya bahwa, tubuh punya kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri, ternyata ada dasar ilmiahnya. Sebelumnya saya tidak pernah membaca literature terkait dengan masalah tersebut. Secara tidak sengaja saya membaca hasil penelitian dari Dr. Kazua Murakami dalam bukunya: The Divine Message of The DNA. Ternyata konsep penyembuhan diri sendiri sudah muncul sejak jaman dulu, bahwa tubuh memang punya kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Lebih lanjut menurut Murakami (pada halaman 64), bahwa gen lah yang sebetulnya memerintahkan tubuh untuk sembuh. Di dalam gen ternyata sudah ada program untuk penyembuhan tersebut hanya saja tersembunyi (dorman). Gen dorman tersebut ternyata dapat diaktifkan, kalau saja kita mau menyalakan melalui pikiran-pikiran yang positif, bahwa tubuh akan sembuh.

Penyakit lain? ada juga, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, akan saya tulis pada postingan terpisah.