Tag Archives: Belanda

Menikmati Keanekaragaman Tulip di Keukenhof

IMG_1983

22 April 2015 @Keukenhof, Lisse

Keukenhof adalah sebuah taman bunga terbesar di dunia yang terletak di Lisse, Holland Selatan. Untuk mencapainya, jika dari Amsterdam Central dapat menggunakan kereta menuju ke Bandara  IMG_1921Schipol,  kemudian dilanjutkan dengan bis yang langsung menuju Taman Bunga, Keukenhof.

Taman yang luasnya 32 hektar ini berisi sekitar 7 juta jenis tulip. Taman ini dibuat sejak tahun 1949 dan dibuka setahun sekali, setiap pertengahan Maret sampai dengan pertengahan Mei.

Tahun 2015 ini, Keukenhof dibuka sejak 20 Maret sampai dengan 17 Mei 2015.  Pembelian tiket bisa di Tourist Office Amsterdam. Atau melalui websitenya langsung di http://www.keukenhof.nl.

Pagi ini, cuaca sangat cerah, tidak ada awan yang menghalangi IMG_2048teriknya sinar matahari. Sehingga walaupun suhu udara terasa dingin, tetapi kulit terasa sedikit panas. Tetapi tidak sampai mengganggu niat perjalanan yang sudah saya susun sebelumnya, Keukenhof. Tiket saya beli di Tourist Office yang letaknya diseberang Amsterdam Central. Tiket yang saya beli sudah termasuk transport dan tiket masuk ke Taman Bunga Keukenhof.

Lama perjalanan tidak lebih dari 1,5 jam. Tidak begitu jauh.

Dipintu gerbang Keukenhof, sudah nampak antrian yang lumayan panjang. 20150421_130811Kabarnya jumlah pengunjung tahun ini sudah mencapai lebih dari 1 juta pasang mata. Cukup banyak.

Tema tahun ini adalah mengabadikan seorang seniman Belanda yang bernama Van Gogh, sehingga tidak heran foto-fotonya bertebaran disetiap IMG_2023sudut Taman Bunga tersebut.

Iklan

Foto: Tulipa Triumph “Sprying Break”

IMG_1974Foto: Tulipa Triumph “Sprying Break”, Keukenhof, Lisse, Belanda (22/04/15)


Foto: Tulipa Triumph “Kungfu”

IMG_2057Foto: Bunga Tulip Triumph “Kungfu”, Keukenhof, Lisse, Belanda (22/04/2015)


Kanal-Kanal Indah di Amsterdam

IMG_2106Amsterdam

Amsterdam adalah kota pertama yang saya singgahi selama liburan kali ini di Eropa. Mungkin karena kedekatan sejarah antara Indonesia dengan Belanda, membuat saya mengunjungi Amsterdam lebih dulu. Penasaran seperti apa keadaan negara yang begitu kepincut untuk menguasai Indonesia itu.

IMG_2195Ternyata Amsterdam memang kota yang sangat eksotis, unik dan menarik. Sangat berbeda dengan kota-kota di Negara Eropa lainnya, yang saya kunjungi belakangan. Bicara soal Belanda, maka yang terbayang adalah kanal-kanal yang mengelilingi kota, kincir angin, keju, sepatu kayu, dan bangunan rumah yang unik.

Mumpung masih ingat, saya akan menuliskan kanal-kanal di Amsterdam ini lebih dulu.
Ya, jika ke Amsterdam, memang harus menyempatkan menikmati kanal-kanal ini. Kanal-kanal yang bersih, indah dan menawan, sebagai simbol kota Amsterdam. Kanal-kanal ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga UNESCO pun memasukannya ke dalam salah satu situs warisan dunia.

IMG_2121Perpaduan antara kanal yang indah, transportasi yang teratur, serta deretan bangunan di sepanjang kanal membuat kota ini terkesan sangat romantis. Itu menurut saya, tentunya setelah dibandingkan dengan kota-kota: Belgia, Luxemburg, Frangfurt, bahkan Paris sekalipun selama berkunjung ke Europa. Itu versi saya loh, bisa jadi menurut yang lain berbeda. Nggak masalah, itukan hanya beda cara pandang saja dan obyek kesukaan yang dilihat.
Kabarnya, kanal-kanal ini dulunya adalah selokan. Tidak mengherankan, karena posisi permukaan daratan Amsterdam lebih rendah dari permukaan air laut. Di sinilah hebatnya negeri Van Persie itu, dia mampu merubah kelemahan itu, justru menjadi kekuatan bahkan menjadi magnet untuk mendatangkan turis-turis.

IMG_2136Hebat ya, darimana biaya untuk membangun? Apakah hasil dari menjajah?

Jika dilihat dari udara, kanal-kanal ini membentuk setengah lingkaran. Jumlahnya ada 165 buah yang membelah kota Amsterdam. Entahlah, saya nggak ngitungin juga. Informasi itu saya baca di salah situs online aja. Kalau Anda penasaran dan kurang kerjaan, silahkan saja hitung sendiri.
Kanal-kanal yang paling banyak dikunjungi, di antaranya: Herengracht, Prinsengranct, dan Keizergracht. Ketiganya merupakan kanal-kanal utama di Amsterdam yang panjangnya bisa mencapai 100 km.
Nikmati saja perjalanan ini, mengalir.


Beginilah Cara Mengurus Visa Belanda

Walaupun gagal membuat visa Belanda, saya akan tetap jelaskan bagaimana mengurus visa Belanda ini. Semoga dari pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi Anda yang akan berencana ke Negeri Kincir Angin itu. Ingat, 3 bulan sebelum anda berangkat, anda harus bikin janji pertemuan lebih dulu. Walaupun pihak kedutaannya sendiri menyarankan 2 minggu sebelum berangkat. Kenyataan dalam jangja waktu tersebut sudah dipenuhi oleh orang-orang yang juga ingin membuat janji yang sama. Artinya lebih banyak orang yang ingin membuat aplikasi visa Belanda ketimbang slot waktu yang tersedia.

Visa Schengen
Sebelum saya jelaskan lebih lanjut, perlu diketahui dulu apa yang dimaksud dengan Visa Belanda dan apa pula Visa Schengen? Sebetulnya, bukan disebut Visa Belanda tetapi Visa Schengen tujuan Belanda. Jadi tidak ada istilah visa Belanda. Seluruh visa untuk memasuki Negara Negara di Eropa disebut dengan Visa Schengen.
Visa Schengen ini berlaku di 26 negara Eropa, yaitu: Belgia, Denmark, Jerman, Finlandia, Peranci, Yunani, Italia, Luxemburg, Austria, Portugal, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Islandia, Malta, Estonia, Hongaria, Latvia, Lithuania, Polandia, Slovenia, Slowakia, Ceko, Swiss, dan Liechtenstein (per 19 Desember 2011). Jadi, dengan Visa Schengen kita bisa bebas keluar masuk di 26 negara Eropa tersebut.
Harap dicatat, dari daftar tersebut tidak ada Negara Inggris. Ya, karena khusus Inggris tidak menjadi bagian dari Schengen. Anda harus mengajukan Visa terpisah. Pastikan Anda tidak nyelonong kesana, kalau tidak mau diusir.
Khusus di Kedutaan Besar Belanda, selain anda bisa mengajukan Visa tujuan Belanda, juga bisa mengajukan tujuan Belgia dan Luxemburg.

Prosedur Mengajukan Visa
Pengambilan Formulir
Dimanakah kita bisa memperoleh formulir? Ada dua cara, yaitu cara susah dan cara gampang. Cara susah adalah Anda mengambil sendiri di Kedubes Belanda atau Konsulat Belanda. Formulirnya gratis. Kalau di Jakarta, di Jl. HR Rasuna Said Kav S-3Kuningan – Jakarta Selatan atau konsulat Belanda di beberapa kota di Indonesia, seperti: Bali, Jl. Raya Kuta 127, Kuta, Denpasar 80001 Bali, Telp. +62-361-761502; Fax: +62-361-754897; Medan, Jl. Cakrawati No. 12 Desa Aur, Medan Maimun, Medan – 20151, Telp: +62-61-4146306 / 4557078; Fax: +62-61-4536130; Surabaya, Jl. Imam Bonjol 36, Surabaya 60264, Telp: +62-31-566-2409; Fax: +62-31-566-2414; dan sebenarnya ada juga di Bandung, hanya saja sudah lama terlihat tutup.
Walaupun Anda mendatangi langsung tempat-tempat tersebut di atas, tetap saja tidak diijinkan masuk, apalagi melobby agar Anda bisa masuk ke Negara-negara Schengen. Bukan orang kedutaan yang memberikan formulir tersebut, tetapi satpamnya yang akan memberikan formulir tersebut di pintu masuk.
Jadi, buat apa cape-cape dengan cara susah ke sana.
Cara mudah adalah dengan mendownload langsung di link berikut ini:
http://www.minbuza.nl/en/appendices/services/consular-services/visa/visas-for-the-netherlands-schengen-visas/applying-for-a-schengen-visa/visa-application-form-schengen-2011.html

Jenis Visa
Pada waktu mengisi formulir, nantinya akan ditanya jenis visa apa yang akan anda inginkan.
Ada beberapa jenis Visa, di antaranya:
• Visa Kunjungan
• Visa Turis

Visa Kunjungan
Yaitu jika Anda berkunjung ke Belanda berdasarkan undangan. Undangan ini bisa berasal dari teman, saudara, keluarga, dsb. Untuk memproses ini, caranya adalah: anda meminta pihak pengundang untuk membeli formulir undangan di kantor walikota (Gemeente) di mana pengundang tinggal. Harga satu formulir ini adalah € 14. Kemudian formulir tersebut diisi dengan: Nama yang akan diundang termasuk alamat, tempat tanggal lahir, nomor telepon dan email.
Selanjutnya meminta pihak pengundang untuk membuatkan surat undangan yang berisi: undangan untuk Anda, dan menyebutkan hubungan pengundang dengan anda, sebutkan yang akan mendanai kunjungan anda. Jika anda sendiri yang mendanai, siapkan saja bukti rekening 3 bulan terakhir. Sebaliknya, jika pengundang yang akan membiayai (sebagai sponsor), maka pihak pengundang yang akan menyiapkan bukti rekening 3 bulan terakhir.
Selanjutnya, sipengundang agar mengirimkan email yang ditujukan kepada orang yang diundang dan di tembuskan (cc) ke email jak-visa@minbuza.nl, yang berisi: Surat Undangan, Formulir undangan dari Gemeente, Foto kopi paspor, Foto copy KTP (untuk penduduk asli Belanda) atau foto copy ijin di Belanda (jika bukan penduduk asli Belanda).

Visa Turis
Yaitu jika Anda berkunjung ke Belanda tetapi tidak memiliki undangan atau sponsor. Dengan demikian anda harus menyiapkan bukti reservasi hotel selama anda mengunjungi Negara-negara Eropa. Jika Anda berada di Eropa selama 14 hari, maka pihak kedutaan akan memeriksa reservasi penginapan tersebut selama 14 hari. Jika kurang dari itu, dipastikan Anda akan balik lagi. Mungkin saja Anda beralasan akan tidur di kereta malam (night train), atau tidur di stasiun kereta atau di bandara, masa sih harus pesan penginapan juga?. Alasan seperti dipastikan akan ditolak oleh mereka. Mereka akan mencocokan jumlah hari anda berada di Eropa dengan jumlah hari Anda menginap di hotel. Anda tidak perlu ngeyel, karena mereka lah yang saat ini berkuasa penuh atas nasib anda di terima atau ditolaknya visa Anda.

DOKUMEN YANG DIBUTUHKAN
Berikut ini daftar dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan visa tujuan Belanda:
1. Mengisi secara lengkap formulir pengajuan visa yang sudah ditandatangani.

2. Membeli asuransi perjalanan. Asuransi perjalanan ini berlaku dari sejak awal perjalanan dari Indonesia hingga wilayah Schengen dengan nilai pertanggungan €30.000,- termasuk pengobatan dan biaya repatriasi. Besarnya biaya asuransi tergantung dari lamanya tinggal di Negara-negara Eropa tersebut. Selengkapnya cara memilih asuransi perjalanan yang diakui Negara-negara Schengen akan disampaikan pada tulisan terpisah.

3. Melampirkan bukti keuangan
Bukti keuangan dapat disampaikan dalam bentuk foto copy dari rekening bank atau buku bank 3 bulan terakhir dan atau slip gaji 3 bulan terakhir beserta surat keterangan bekerja.

4. Melampirkan Reservasi Pesawat pulang pergi.

5. Melampirkan Reservasi Penginapan.
Jika semua persyaratan sudah lengkap, anda tinggal mengontak Kedubes Belanda untuk membuat perjanjian pertemuan untuk menyerahkan berkas visa.
Tanggal pertemuan bisa dipilih dengan mengklik link http://jakarta.embassytools.com
Menurut situs kedubes Belanda disebutkan bahwa waktu perjanjian bisa dimulai sejak 3 bulan sampai 2 minggu sebelum berangkat. Untuk yang 2 minggu ini, jangan percaya, sebab biasanya sudah penuh. Paling nggak ya 2 bulanan lah, tidak terlalu mepet juga tidak terlalu lama.
Lebih baik buat janji lebih dulu, meskipun Anda belum mempersiapkan segala sesuatunya.
Jika sudah memperoleh perjanjian untuk bertemu, silahkan datang sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan tersebut ke Kedubes Belanda dengan membawa:
Pertama. Membawa paspor asli dan fotocopynya yang masih berlaku paling ngga 3 bulan sejak keluar dari Belanda atau wilayah Schengen. Juga tersedia halaman kosong visa, untuk nantinya ditempelkan stiker visa.
Kedua. Pas foto berwarna ukuran 3,5 x 4,5 cm dengan latarbelakang warna putih. Foto ini ditempelkan pada formulir di tempat yang sudah tersedia.
Ketiga. Mengisi formulir aplikasi visa Schengen yang sudah diisi lengkap dan ditandatangani sebanyak dua kali. Ada dua kolom tandatangan yang harus diisi.
Keempat. Membuat itinerary secara lengkap. Dalam pengisian ini harus jelas kemana saja Anda akan berkunjung. Dan pastikan jumlah hari di Belanda harus melebihi dari Negara lain. Jika tidak, anda akan disuruh balik. Karena aturannya, visa schengen diperoleh dari Negara yang paling lama di datangi atau kalau jumlah harinya sama dengan Negara lain, maka yang Negara yang dimasuki pertama kali itulah anda harus mengajukan visanya.
Kelima. Menunjukan asuransi perjalanan asli dan fotocopynya, dengan nilai pertanggungan minimal sebesar €30.000 termasuk pengobatan dan biaya repatriasi.
Keenam. Bukti keuangan 3 bulan terakhir. Besaran saldo di bank, dihitung berdasarkan lamanya Anda tinggal dikalikan € 35/hari. Pastikan juga tidak secara tiba-tiba uang masuk di rekening Anda. Perhatikan juga saldo 3 bulan menjelang pengajuan visa anda, sebab dari sana akan terlihat gaji anda setiap bulannya.
Ketujuh. Reservasi tiket pesawat. Untuk masalah ini, sebetulnya agak sedikit gambling. Gamblingnya, jika kita sudah membeli tiket, tetapi jika kemudian visanya ditolak? Berdasarkan pengalaman saya, selama keinginan mereka terpenuhi seharusnya tidak ada masalah, jika kita langsung beli, apalagi sedang ada tiket promo. Kenapa harus menolak, sementara mereka juga butuh turis yang mendatangkan devisa bagi negaranya. Apalagi turis Indonesia yang terkenal hobi belanja.
Solusi lain, anda bisa membeli tiket di travel agen. Mereka bisa membooking lebih dulu, tanpa harus membayar.
Kedelapan. Bukti pemesanan hotel. Lampirkan seluruh reservasi dan konfirmasi dari pihak hotel selama anda berada di sana.
Kesembilan. Fotocopy kartu keluarga, jika perjalanan dengan keluarga/suami/istri.

Waktunya Ketemuan
Apabila berkas visa dianggap lengkap oleh Kedubes Belanda, maka anda akan diminta membayar biaya visa Euro 60 (per orang), dibayarkan dengan rupiah mengikuti kurs yang berlaku hari itu.
Anda akan diberi tanda terima sekaligus sebagai dokumen pengambilan paspor dan visa schengen anda.


Membuat Visa Schengen Eropa

Dubes BelandaJadwal Pertemuan Aplikasi Visa di Kedubes Belanda

Saya perlu menuliskan pengalaman ini kepada para pembaca, berdasarkan pengajuan visa saya pertanggal 27 Maret 2015 ini. Tujuannya agar apa yang saya alami tidak terjadi pada diri Anda. Tidak mustahil, hanya gara-gara membuat visa ini, membuat anda stress bahkan sampai “stroke”. Bagaimana bisa? Bisa saja, coba kalau anda sudah pesan tiket pesawat (yang nyarinya pas dapat tiket promo, jadi sangat bernafsu tentunya), tetapi masalahnya justru visanya nggak berhasil dibuat …  🙂   Bisa nangis Bombay …   😦
Saya sudah mengikuti secara text book beberapa saran dari tulisan-tulisan yang saya pelajari dari orang-orang yang pernah mengajukan visa schengen. Dan sepertinya terlihat mudah.
Sayangnya beberapa prosedur yang saya ikuti, ternyata ketika saya mengajukan visa sebagian informasi sudah tidak lagi update. Ini yang menyebabkan saya gagal memperoleh visa schengen “made in” Belanda tersebut.
Padahal banyak orang bilang, visa Belanda disebut-sebut adalah yang paling mudah untuk memperolehnya. Mungkin karena dianggap kedekatan sejarahnya dengan Indonesia yang pernah menjajah? Yang jelas saya sudah ada pengalaman gagal. Gagal justru bukan karena persyaratan yang tidak terpenuhi, tetapi gagal karena ketiadaan waktu untuk membuat janji pertemuan untuk menyerahkan berkas visa.
Apa nggak bikin stress? Bayangkan! Tiket pesawat sudah dibeli, tiket transportasi antara Negara di Eropa sudah dibeli, penginapan selama di Eropa pun sudah dibooking. Tetapi untuk janji ketemuan dengan pihak kedutaan saja tidak ada waktu yang tersedia. Apalagi mau buat visanya?
Padahal waktu keberangkatan saya masih satu bulan lagi loh. Jadi, seharusnya masih jauh lah … sangat aman. Silahkan dilihat pada gambar di bawah. Kotak merah menunjukan sudah penuh, hijau adalah slot yang masih tersedia janji pertemuan. Saat itu saya hendak membuat janji pada tanggal 24 Maret 2015, tetapi semuanya penuh, lihat pada kotak merah, bahkan hingga pada 21 April 2015, penuh!. Padahal recana perjalanan adalah tanggal 20 April 2015. Tentu, tidak mungkin jika waktu yang tersedia untuk menyerahkan permohanannya saja baru ada mulai tanggal 22 April 2015. Dan gagalah pengajuan visa saya melalui Kedutaan Besar Belanda.

Dengan dasar pengalaman itu, maka saran saya, pengajuan Visa keluaran Belanda sebaiknya diajukan 3 bulan sebelum perjalanan dilakukan.
Lalu, adakah solusi untuk mengatasi masalah ini? Ada! Saya akan jelaskan pada tulisan terpisah. Sabar ya …


Merencanakan Liburan ke Eropa

IteneraryPeta Perjalanan ke Eropa

Seperti tahun sebelumnya, ritual tahunan di bulan April ini kembali “digelar”. Ya, “digelar” sekedar menggembirai hidup dengan melakukan perjalanan keliling Eropa. Sebetulnya bukan keliling sih, karena Eropa itu kan luas, direncanakan hanya 6 negara saja, yaitu: Belanda, Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss dan terakhir di Perancis.
Kerja setahun, “ngabisinnya” hanya sebulan… Sebetulnya nggak juga, karena kalau tahu triknya, sebetulnya perjalanan ke Eropa nggak terlalu mahal. Yang penting perencanannya yang matang, sehingga pengeluaran bisa dibuat seefisien mungkin.
Menikmati hidup kan nggak harus kalau sudah tua, atau kalau sudah kaya raya. Ya, kalau umur kita bisa mencapai tua, kalau nggak? Ya kalau nantinya akan menjadi kaya raya, bebas financial, sehingga bias kemana-mana. Tetapi coba pikirkan, kalau sudah kaya, tetapi sudah tidak ada tenaga untuk jalan-jalan, sakit-sakitan, gimana?
Jadi, menikmati hidup itu bukan nanti, tetapi sekarang.
Persoalannya, kalau sekarang nggak ada “duit”? Ada dan nggak ada duit juga relative. Batasan berapa akan disebut punya duit dan bilamana juga jika disebut tidak punya duit. Tetapi yang pasti, kalau menurut saya, selama orang itu punya pekerjaan walaupun gajinya Cuma 10 koma. Artinya setelah tanggal 10 langsung koma. Menurut saya tetap bisa disebut punya duit juga, walaupun koma!  🙂
Tentu saja yang dimaksud nggak ada duit itu, bukan berarti kitanya pengangguran, yang benar-benar nggak gablek duit sama sekali, alias nggak punya pekerjaan.
Tetapi nggak usah khawatir, banyak cara untuk mengeksekusi niatan tersebut. Justru di sinilah seninya, walaupun nggak punya duit tetapi jalan-jalan mah, teteup. Saya mah apa atuh ..   🙂
Misalnya, mencari tiket murah jauh-jauh hari. Sudah menjadi hukum alamnya, pembelian yang jauh-jauh hari cenderung lebih murah ketimbang hampir mendekati hari pemberangkatan. Banyak koq. Misalnya, cari saja maskapai yang minat penumpangnya kepada suatu maskapai sedang menurun. Misalnya pesawatnya yang berangkat ke destinasi tertentu tetapi tidak pernah sampai alias menghilang. Nah, carilah maskapai itu  🙂   kan stok pesawat pastinya masih banyak. Masalah sampai atau nggak sampai sebetulnya semua kembali kepada yang di atas yang memiliki hidup kita saja. Jadi, nggak perlu khawatir. Nggak kemana-mana pun kalau waktunya dianggap cukup oleh yang Maha kuasa, ya cukup, alias selesai.
Lalu, bagaimana dengan transportasi untuk mengelilingi Eropa? Kebanyakan para traveler menyarankan menggunakan kereta, bahkan dengan paket-paket tertentu yang katanya harganya jauh lebih murah. Menurut saya, harganya tetap saja sangat mahal. Saya cenderung untuk menggunakan bus. Alasannya tentu saja bukan karena kereta akan melintasi belakang rumah-rumah orang. Itu sih cerita-cerita kereta-keretanya Jabodetabek yang suka “nyelonong” di belakang rumah orang.
Menurut hitungan saya, ongkos kereta sebetulnya lebih mahal ketimbang menggunakan bus. Saya bisa membuktikan hal itu. SIlahkan lihat beberapa skrinsut pada gambar di bawah ini.
Negara-negara Eropa yang akan saya kunjungi adalah Negara yang dilintasi oleh trayek bus tersebut dengan menggunakan waktu nomor buncit. Dijamin akan sangat murah.
Tentu saja dikecualikan jika Anda akan ke Swiss. Karena transportasi di sana lebih didominasi oleh kereta, yang bahkan sampai ke puncak gunungnya.
Beberapa Negara yang akan saya kunjungi pada perjalanan kali ini adalah: Amsterdam (Netherland), Brussel (Belgium), Luxemburg, Cologne dan Frankfurt (German), Zurich, Lucerne, Interlaken (Swiss) dan terakhir adalah Paris, Perancis. Total ada 6 negara yang meliputi 9 kota. Mantap kan? 🙂
Ketika saya menuliskan artikel ini, semua tiket sudah saya pesan. Semoga saja nggak ada yang meleset jadwalnya. Dan Tuhan masih berkemurahan dan memperpanjang umur kepada saya sehingga masih diberi kesempatan hidup hingga hari H nya nanti.
Berikut adalah gambar peta perjalanan tersebut.
Masing-masing Negara adalah 2 hari, kecuali di Swiss 4 hari. Ya, sebetulnya saya penyuka keindahan alam, bukan kota-kota. Namun demikian, tetap akan saya nikmati kapan lagi bisa menikmati bersama teman seperjalanan, istri saya. 🙂
Walaupun perjalanan baru akan dimulai 3 bulan lagi, tetapi harus diingat bahwa perjalanan itu sendiri sebetulnya dimulai dari mempersiapkan perjalanan itu sendiri. Banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti masalah waktu, musim. Apakah bulan April itu waktu yang tepat untuk berlibur ke sana? Melakukan pemesanan tiket pesawat, bus, kereta secara online? Pemesanan tempat tinggal, hostel? Pemesanan asuransi perjalanan? Pembuatan visa? Persiapan dokumen? Persiapan peralatan atau perlengkapan yang harus dibawa? Persiapan pendelegasian pekerjaan untuk orang yang ditinggalkan? Semoga ada waktu untuk membahasnya.  🙂