Category Archives: Wisata

Eiserner Steg, Jembatan Gembok Cinta di Frankfurt

Frankfurt,  April 27,  2015 (latepost)

Ini adalah salah satu obyek wisata yang saya kunjungi di Frankfurt. Namanya adalah Eiserner Steg atau banyak orang menyebutnya Jembatan “Gembok” Cinta. Disebut demikian, karena di sisi kanan dan kiri penyangga jembatan tersebut banyak sekali ditemui gembok gembok yang sudah digrafier dengan nama-nama pasangannya, lengkap dengan hari jadi pernikahan, dsb.

IMG_2700

IMG_2685

IMG_20150427_183843

Eiserner Steg, Jembatan Gembok Cinta, Frankfurt, 27 April 2015

IMG_20150427_182527

Jembatan Gembok Cinta, Frankfurt

Jembatan ini dibangun sejak tahun 1868, yang melintas di atas sungai Main yang menghubungkan Römerberg dan Sachsenhausen. Panjang jembatan ini sekitar 400 meter. Di sisi kanan dan kiri sungai juga tersandar beberapa kapal wisata.

IMG_20150427_185222

Di bawah Eiserner Steg, Frankfurt

IMG_20150427_190827

IMG_20150427_223837

Bagaimana saya bisa sampai ke tempat ini? Gampang, saya menggunakan bus wisata. Jatuhnya memang agak sedikit mahal, karena seharusnya bisa digunakan sampai sore hari, untuk mengelilingi kota Frankfurt ini. Tetapi begitu melihat ada tempat menarik saya langsug turun dari bis.

Maunya sih sebetulnya mengeksplore sendiri sambil bawa bawa map 🙂 Mengingat waktu, sepertinya nanti akan kehabisan di jalan. Ya, sebab sebentar lagi saya akan melanjutkan perjalanan ke Zurich, Swiss. Dan fokus saya memang akan berlama-lama di Swiss, khususnya di Lucerne.

Bersambung


Perjalanan Menuju Frankfurt

Frankfurt, April 26, 2015 (Late post)

Dari Luxembourg perjalanan saya lanjutkan ke Frankfurt, Jerman.  Sebetulnya, Frankfurt bukanlah bagian dari rencana awal perjalanan saya. Hanya saja, karena untuk menuju Swiss tidak ada bus antara negara yang lewat Luxembourg, sehingga terpaksa saya harus berputar balik, kembali ke Brussel, baru  Frankfurt.

Sampai di Frankfurt sekitar pukul 4 pagi, hujan rintik rintik dengan udara yang sangat dingin, terpaksa minum sisa minuman beralkohol kemarin. Lumayan, agar tidak masuk angin. Terpaksa menunggu pagi di station kereta Frankfurt.

IMG_2728

                                                  Station Kereta Frankfurt

Baru aroma alkohol sangat menyengat ditemuin di sepanjang jalan yang kami lalui. Suasananya memang agak sedikit “menyeramkan”, dibanding Luxemburg yang penduduknya religius. Banyak orang mabuk di beberapa bagian sudut kota, banyak juga pengemis, tetapi tetap aman, triknya, ya tinggal gunakan saja bahasa Indonesia. Dia akan bingung sendiri dan meninggalkan kita 🙂

Penginapan di Frankfurt relative lebih murah ketimbang di Amsterdam, Brussel, Luxemburg, Lucerne maupun Paris. Pilihan penginapan dengan harga di bawah 20 Euro masih banyak ditemui.

IMG_2655

Frankfurt Hostel, tempat saya menginap

Hotel yang saya pilih adalah Frankfurt Hostel, yang beralamat Kaiserstrasse 74, 60329 Frankfurt am Main. Alasan saya mengambil di tempat ini karena lokasinya tidak jauh dari tempat pemberhentian bus yang saya gunakan.

IMG_2658

Foto di depan Frankfurt Hostel

Pilihan menginap di sini, rupanya memang tepat, karena saya berfoto di atas ada station kereta, dan terminal bis antar negara. Masakan Asia tidak sulit, karena  bertebaran di sepanjang jalan ini.

IMG_20150427_163536

Makanan Asia di depan penginapan

IMG_20150426_193723

IMG_20150426_193247

Aneka Makanan Asia ada di depan penginapan

Bersambung


Menyusuri Alun-alun Grote Markt, Brussel

IMG_2403

The Brussels Town Hall

Brussel adalah ibukota Belgia yang terletak di antara Belanda, Perancis dan Jerman. Sebuah tempat yang sangat strategis sehingga, Brussel menjadi daya tarik wisatawan di Eropa Barat untuk mampir. Karena selain menjadi tempat persinggahan juga memiliki dua bahasa resmi, Perancis dan Belanda.

Beberapa tempat menarik yang bisa dilihat di kota ini:

Grotte Markt (Grand Place)

Panorama Grand Place, Brussels

IMG_2381The Maison du Roi (King’s House) or Broodhuis (Breadhouse)

Sesuai namanya, Pasar Raya, adalah sebuah pasar besar. Tempat berkumpulnya warga Brussel untuk bersantai sambil menikmati coklat dan minum bir.  Grote Markt adalah kawasan kota tua yang didirikan sejak abad ke 11, di pusat kota Brussel. Grand Palace ini ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Sehingga tempat ini merupakan tempat terpenting yang wajib untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Jalannya terbuat dari batu-batu alam semacam conblock tetapi terlihat sangat kuat. Ketika kesana, terlihat ribuan turis berbaur menikmati keindahan bangunan tua yang mengelilingi alun-alun tersebut. Di sisi timur terlihat gedung dengan menara yang menjulang tinggi (town hall), yang juga merupakan kantor wali kota Brussel (Stadhuis).

Mannekin Pis

IMG_2510

IMG_2509
Sebetulnya patung seorang anak kecil yang sedang pipis membentuk air mancur. Lokasinya tidak jauh dari Grand Place, sekitar dua blok jauhnya yang terletak di sebuah gang kecil. Inilah patung legendaries, yang ukurannya Cuma seuprit tetapi menjadi terkenal dan menjadi icon kota Brussel.
Saint Hubert
Letaknya di sebelah Barat Daya Grand Place, yang merupakan sederetan bangunan kuno yang dijadikan tempat penjual cinderamata.

IMG_2346

 


Perjalanan Menuju Brussel

IMG_2360

@Brussel, 24 April 2015

Dua malam saya menginap di Amsterdam, sekarang perjalanan di lanjutkan ke Brussel. Letak Brussel dari Amsterdam tidak terlalu jauh, hanya butuh 3 jam perjalanan dengan bus. Perjalanan cukup menyenangkan, karena di setiap bangku disediakan charger HP, juga tersedia jaringan wifi. Lumayanlah, buat update status, atau ngeblog  🙂

IMG_2338Jalanan sangat mulus, tidak ada lobang, lurus. Di kiri kanan jalan dipenuhi taman-taman yang indah. Sepertinya bukan taman sih, karena banyak ternah sapi, mungkin ladang-ladang penggembalaan. Tetapi buat saya itu seperti taman karena memang sangat menarik. Sejauh mata memandang hanya terlihat padang rumput dan ladang gandum.

Memasuki Brussel perbedaan sudah nampak nyata, khususnya dari bentuk bentuk bangunan. Bangunan, sama dengan bentuk bangunan pada umumnya seperti di Jakarta. Tidak ada yang unik.
Satu satunya penanda kota adalah keberadaan manekin pis. Bentuknya kecil, tidak mencolok, itupun terdapat di sudut jalan. Saya pun tidak menyadari, kalau penanda kota itu sudah dua kali saya lewati, dan baru menyadari di hari terakhir meningalkan kota tersebut.
Jadi, kalau ada patung anak kecil yang sedang kencing di tempat lain bisa dipastikan meniru patung di sini. Penanda lain adalah keberadaan atomium. IMG_2503

Kondisinya memang tidak semeriah Amsterdam, yang menurut saya kota yang sangat romantis. Pengemis banyak ditemui, khususnya di sekitar Grand Palace hingga ke pusat perbelanjaan. Saya sendiri menilai sebuah negara sudah berhasil mensejahterakan rakyatnya adalah dengan melihat seberapa banyak pengemis dijalanan. Di Amsterdam, nyaris tidak saya temui. Meskipun dibutuhkan konfirmasi lebih lanjut, tetapi itu hanyalah pendapat pribadi. Bisa saja salah. Benar salah nggak penting lah, namanya juga pendapat pribadi. Silahkan kalau mau komplain, tulis saja di komentar.

Memperhatikan hal itu menjadi menarik dalam melakukan perjalanan ke beberapa tempat pada beda daerah maupun negara. Menarik, jika di Belanda kita mengenai kejunya yang enak. Maka di Belgia, yang terkenal adalah coklat dan birnya. Saya suka dengan coklat, tetapi terus terang saya lebih menyukai bagaimana keanekaragaman coklat dan bagaimana mereka mengemasnya. Canti-cantik, bagus untuk dijadikan hadiah.

IMG_2343Hal yang kurang menarik bagi saya adalah seringnya suara sirine dari mobil polisi. Cukup mengganggu, berisik. Selama di sini saya menyaksikan beberapa kasus yang melibatkan polisi. Menunjukan bahwa perjalanan ke sini sepertinya memang kurang aman.

 


Pelabuhan Karangantu

Banten, walaupun lokasinya bersebelahan dengan provinsi DKI Jakarta, justru saya belum pernah berkunjung ke sini. Sehingga tidak heran, ketika saya berkunjung ke Pelabuhan Karangantu, sempat tersasar. Beberapa kali saya hubungi seorang teman melalui handphone, untuk memastikan kalau jalan yang sedang saya lalui tidak  salah.
Lanjutkan membaca


Pantai Cijayanti

Pantai Jayanti adalah tempat pertama yang saya kunjungi  dari rencana rute perjalanan hingga mencapai Lombok.  Lokasinya di Desa Cidaun, Cianjur.  Semula saya berpikir bahwa yang namanya Cianjur itu berlokasi  setelah Puncak, Cipanas …  Nggak tahunya cukup luas, bahkan Cianjur pun punya pantai juga. Nah, ini yang semula menurut pemikiran saya aneh.  Ternyata Cianjur itu maha luas.


Lanjutkan membaca


Mengunjungi Tempat-tempat Pelelangan Ikan di Jawa, Bali dan Lombok

Dalam beberapa hari ke depan, saya akan menulis tentang tempat-tempat pelelangan ikan di Jawa, Bali dan Lombok. Sebetulnya, bukan murni jalan-jalan, kebetulan ada  proyek yang harus saya kerjakan di dalamnya. Jadi, sambil jalan, saya tuliskan pengalaman perjalanan tersebut ke dalam beberapa tulisan di blog ini.

Buat orang lain, mungkin melihat-lihat ikan di tempat pelelangan akan terasa membosankan. Tetapi bagi saya justru menarik, bahkan saat ini menjadi bagian dari pekerjaan saya. Inilah yang disebut dengan passion, bekerja sesuai dengan hobi. Jarang loh …   walaupun hanya sementara waktu aja    🙂
Lanjutkan membaca