Category Archives: Teori Evolusi

Mencicil Jawaban

bps

Sambil menunggu, urusan saya di BPS,  karena waktunya pas jam istirahat. Saya mencoba untuk mencicil PR jawaban saya untuk beberapa pertanyaan yang masuk atas tulisan saya di sini http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/01/apakah-teori-evolusi-layak-dipercaya-624583.html dan di sini http://edukasi.kompasiana.com/2014/01/20/apakah-teori-evolusi-masih-layak-dipercaya-evaluasi-dari-aspek-homologi-629285.html.

Seperti biasa, begitu dijawab, biasanya lawan diskusi penasaran dan akan ada pertanyaan baru (susulan) lagi. Kalau diikutin, waktu bisa habis, jadwal pekerjaan saya bisa berantakan. Jadi, saya jawab perhari maksimal 5 pertanyaan saja. Itu pun dengan cara mencicil, kalau pas ada waktu saja.

Bagi yang belum terjawab, mohon sabar, pada waktunya akan saya jawab. Yang tertarik untuk berkomentar, silahkan datangi TKP, jangan di sini. Di blog ini saya ingin jadi orang baik-baik aja.   😀

 


Tulisan Terbaru di Kompasiana

Robert Austin2

Sudah lama saya ingin menulis dengan tema-tema penolakan teori Evolusi, tetapi karena waktu yang terbatas, baru kali ini saya sempat menuliskannya lagi. Untuk detailnya, silahkan dicek diblog saya di sini, http://kompasiana.com/harjo.

Kali ini yang menjadi fokus penulisan saya adalah pemberitaan mengenai seorang ahli yang bernama Robert Austin. Karena pernyataan nya yang ngaco itulah, membuat jari ini gatel untuk menuliskannya. Masa penyakit kanker dianggap keuntungan? Yang bener aja Pak!  🙂


Melihat Leluhur “Manusia” di Trinil

trinil1

Sebetulnya sudah lama saya ingin ke Museum ini, Museum Trinil. Lima tahun yang lalu pernah juga ke sini, hanya saja karena waktunya yang tidak pas, saya datang di hari Minggu, dan ternyata tutup. Jadi baru kali ini, maksud tersebut kesampaian.

Lokasi persisnya berada di 15 km setelah kota Ngawi menuju Solo.  Di lokasi inilah, nama Trinil menjadi terkenal gara-gara seorang yang bernama Eugene Dubois menemukan fosil, yang belakangan di sebut sebagai Pithecanthropus erectus.
Lanjutkan membaca


Kisah Julia Pastrana, yang memprihatinkan!

julia

Tertegun saya melihat sebuah foto pada artikel berjudul, “Jasad Wanita Paling Buruk Rupa di Dunia di Makamkan Setelah 150 tahun”, di sebuah media online, detik.com di sini. Bukan beritanya yang menjadi perhatian saya, tetapi foto yang terpampang pada artikel tersebut. Saya tidak bermaksud ikut-ikutan mengejek atau menghina wanita itu sebagai “wanita kera” seperti yang selama ini dikenakan kepada kepada si pemilik wajah itu.

Saya sangat prihatin atas cerita itu.
Lanjutkan membaca


Inikah Leluhur Panda Raksasa?

panda2

Sudah lama nggak nulis, karena kesibukan pekerjaan, sehingga urusan ngeblog menjadi terlupakan. Kemarin sempat membaca sebuah artikel di livescience.com, tangan saya jadi kegatelan ingin membahasnya. Maklum, paling gerah kalau evolusionis itu sudah berspekulasi, sebaliknya para atheis maupun agnostik gerah juga membaca tulisan saya  🙂

Hanya saja kali ini saya menulis di http://kompasiana.com/harjo yang tertarik silahkan ke TKP, sudah lama juga soalnya nggak nulis di sana.


Kita bukan berevolusi dari kera?

Saya mengutip dari sebuah page, teori evolusi, http://www.facebook.com/teori.evolusi begini, ” Pertanyaan yang sering kita dengar yang diajukan oleh anti-evolusi..  ”Mengapa masih ada kera bila kita berevolusi dari mereka dan mengapa mereka tidak berevolusi ?” Itu adalah sebuah kesalahan yang dari pertanyaan itu sendiri !, jangankan dalam memahami atau mengerti evolusi, itu adalah sebuah kesalahan pada dasarnya pada evolusi”.
Lanjutkan membaca


Menjadi Head Line di Kompasiana

Biasanya, kalau saya nulis, ya setulis-tulisnya saja, tanpa berpikiran nantinya tulisan ini akan menjadi menarik atau nggak. Berbeda dengan prinsip orang dagang. Berdagang biasanya, isi tulisan disesuaikan dengan selera pasar, yang paling banyak dicari khususnya melalui mesin pencari Google atau lainnya. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan jumlah pengunjung.

Sehingga ketika saya lihat tulisan saya masuk dalam headlines di Kompasiana pun saya tidak tahu  artinya apa.

Setelah menuliskan kata kunci “head line” di mesin pencari di blog tersebut,  saya baru mengerti, kalau tulisan yang di index di HL adalah sebuah karya “masterpiece’ nya blogger di Kompasiana (kompasianer). Aneh juga, tulisan yang hanya ditulis cuma semalam itu, bisa masuk kesana.

Padahal tulisan itu hanya tadi malam saja di tulis, antara pkl 03.00 – 06.00 pagi. Sambil merasakan telinga yang nyut-nyutan inilah saya tuliskan artikel itu, yang saya beri judul, ” Kelainan itu bernama Fistula Preaurikular Kongenital”.  Semalaman memang saya nggak bisa tidur, menikmati  demam, dan telinga yang bengkak.

Info lengkap mengenai penyakit ini, silahkan klik tautan berikut di sini.