Category Archives: Budaya

Foto: Perjalanan (Lalampah) ke (ka) Baduy, 6-10 Agustus 2013

Foto-foto di bawah ini diambil ketika saya melakukan perjalanan ke Baduy pada tanggal 6 – 10 Agustus 2013.  Walaupun ini perjalanan yang ketiga, tetapi masih juga belum mencapai Baduy Dalam.  Kali ini, hanya sampai kampung Cikakal Muara.

1

 

2 3
4 5 6

Foto: Hanya sampai di Perkampungan Cikakal Muara, Baduy

Baduy6

Rencananya perjalanan ini akan ke Baduy Dalam, tetapi mengingat jarak yang masih jauh, hari sudah menjelang sore  dan cukup melelahkan, terpaksa perjalanan kali ini hanya sampai di sini, yaitu di Kampung Cikakal Muara. Sebab kalau dilanjutkan jalanannya naik turun terus, benar-benar melelahkan. Takutnya, bisa pergi nggak bisa pulang.

Sebelum pulang, bernasis dulu di depan perkampungan Cikakal Muara.  Video perjalanan, segera akan di upload. Mohon bersabar.

Foto diambil, pada tanggal 6 – 10 Agustus 2013 dengan latar belakang kampung Cikakal Muara, Baduy.


Foto: Beginilah Cara Perempuan Baduy Menenun

 

Baduy5

Jika pekerjaan utama kaum lelaki  penduduk Baduy adalah berladang, sedangkan  kaum perempuan adalah menenun.  Hasil tenunan biasanya dipergunakan untuk keperluan sendiri.

Foto diambil ketika melakukan perjalanan ke Pedalaman Baduy, 6 – 10 Agustus 2013.


Foto: Menyeberangi Jembatan Gajeboh Baduy

baduy4

Inilah jembatan Gajeboh, jembatan yang terbuat dari Bambu, penghubung dari Baduy Luar menuju Baduy Dalam.  Dari tempat ini, perlu 3  jam perjalanan lagi untuk menuju Baduy Dalam.

Foto diambil ketika perjalanan saya ke pedalaman Baduy, 6 – 10 Agustus 2013.


Foto: Menyusuri Sungai Ciujung, Baduy

baduy3

Sungai Ciujung, sungai yang membelah desa terpencil di pedalaman Baduy.  Dari sungai inilah penduduk Baduy menyandarkan kehidupan mereka. Jernih, segar dan bebas polusi.

 


Foto: Anak-anak Baduy

baduy2

Pakaian yang dikenakan oleh anak-anak Baduy itu, bukan seragam untuk keperluan menari atau keperluan lainnya. Setiap hari mereka selalu menggunakan baju dengan warna seperti itu. Bawahan biru, menunjukkan bahwa anak-anak ini adalah kelompok Baduy Luar, sedangkan untuk Baduy dalam menggunakan warna putih.

Foto di atas saya ambil di atas jembatan Gazebo, Baduy, pada tanggal 6 – 10 Agustus 2013. Gazebo,


Foto: Lumbung Padi “Leuit” Suku Baduy

baduy

Foto di atas adalah bangunan yang disebut LEUIT, yaitu  tempat penyimpanan padi bagi  Suku Baduy. Orang Baduy tidak pernah menjual hasil tanaman padinya.  Mereka menyebutnya pamali (bahasa Sunda, yang artinya dilarang) untuk menjual padi-padi  mereka.  Lalu, bagaimana jika kita tertarik untuk menikmati beras dari padi-padi ini? Minta saja, kalau tersedia, pasti mereka memberi.  Dan saya sudah membuktikan hal ini, ketika melakukan perjalanan ke pedalaman Baduy, pada tanggal 6 – 10 Agustus 2013 yang lalu.
Rasa nasinya, memang kurang enak, agak keras, mungkin kurang terbiasa, berbeda dengan nasi yang biasa kita makan. Ini disebabkan tanaman padi di sana, bukan berasal dari sawah yang dialiri air. Melainkan dari ladang, yang disebut padi gogo, huma.