Category Archives: Biology

Keanekaragaman Tulip di Keukenhof

Iklan

Jatake

gandaria

Kemarin, pas nguliner di sekitar jalan Surya Kencana Bogor, ada abang-abang yang lewat dengan pikulan berisi buah kecil-kecil seperti pada gambar di atas.

Buah itu memang jarang ada yang jual di Jakarta. Mungkin rasanya yang sangat asem apalagi seukuran kecil-kecil begitu. Pastinya banyak orang yang kurang suka. Tapi bukan berarti tidak ada, minimal istri saya. Istri saya paling suka buah itu untuk dibuat menjadi sambel.

Hari itu juga, saya upload gambar itu di facebook, iseng-iseng tanya ke temen-temen, apakah ada yang mengenal buah tersebut? Tanpa diduga, ternyata dari 10 yang merespon, yang menjawab dengan betul hanya 3 orang saja hehehe … mungkin fotonya yang kurang bagus, sehingga kurang jelas? atau memang sama sekali tidak dikenal? Padahal buah itu adalah buah dari identitas flora Jawa Barat. Namanya: Jatake atau nama lain, Gandaria. Tanaman yang memiliki nama latin Bouea macrophylla ini termasuk ke dalam family Anacardiaceae. Seharusnya memang dikenal, minimal oleh penduduk Jawa Barat.


Mahalnya Artikel Penelitian

Hasil Penelitian Sebetulnya hari ini saya berniat menulis sebuah artikel tentang Ledakan Kambrium dengan menggunakan referensi artikel penelitian di Current Biology ini. Sayangnya harga artikel tersebut cukup mahal, US$ 31.50. Kalau kita hanya membutuhkan satu artikel itu saja, mungkin harga sebesar itu tidak terlalu mahal. Tetapi jika kita butuh banyak artikel? Saya kita itu sudah sangat mahal!  Bukankah sesuatu pembelian secara online akan menjadi murah?

Saya kurang tahu, kenapa hasil penelitian itu menjadi mahal? Ataukah ada imbalan bagi penulis artikel dari pihak penerbit? Bukankah bagi peneliti, ketika tulisannya berhasil dimuat saja, sudah lebih dari cukup, sebuah prestasi yang akhirnya akan meningkatkan kredit point bagi dirinya sendiri sebagai seorang ahli?

Kalau hasil penelitian lebih mengedepankan bisnisnya, bisa diperjualbelikan, apakah hasilnya bisa dipertanggungjawabkan?


Foto: Hanya sampai di Perkampungan Cikakal Muara, Baduy

Baduy6

Rencananya perjalanan ini akan ke Baduy Dalam, tetapi mengingat jarak yang masih jauh, hari sudah menjelang sore  dan cukup melelahkan, terpaksa perjalanan kali ini hanya sampai di sini, yaitu di Kampung Cikakal Muara. Sebab kalau dilanjutkan jalanannya naik turun terus, benar-benar melelahkan. Takutnya, bisa pergi nggak bisa pulang.

Sebelum pulang, bernasis dulu di depan perkampungan Cikakal Muara.  Video perjalanan, segera akan di upload. Mohon bersabar.

Foto diambil, pada tanggal 6 – 10 Agustus 2013 dengan latar belakang kampung Cikakal Muara, Baduy.


Foto: Beginilah Cara Perempuan Baduy Menenun

 

Baduy5

Jika pekerjaan utama kaum lelaki  penduduk Baduy adalah berladang, sedangkan  kaum perempuan adalah menenun.  Hasil tenunan biasanya dipergunakan untuk keperluan sendiri.

Foto diambil ketika melakukan perjalanan ke Pedalaman Baduy, 6 – 10 Agustus 2013.


Foto: Menyeberangi Jembatan Gajeboh Baduy

baduy4

Inilah jembatan Gajeboh, jembatan yang terbuat dari Bambu, penghubung dari Baduy Luar menuju Baduy Dalam.  Dari tempat ini, perlu 3  jam perjalanan lagi untuk menuju Baduy Dalam.

Foto diambil ketika perjalanan saya ke pedalaman Baduy, 6 – 10 Agustus 2013.


Tulisan Terbaru di Kompasiana

Robert Austin2

Sudah lama saya ingin menulis dengan tema-tema penolakan teori Evolusi, tetapi karena waktu yang terbatas, baru kali ini saya sempat menuliskannya lagi. Untuk detailnya, silahkan dicek diblog saya di sini, http://kompasiana.com/harjo.

Kali ini yang menjadi fokus penulisan saya adalah pemberitaan mengenai seorang ahli yang bernama Robert Austin. Karena pernyataan nya yang ngaco itulah, membuat jari ini gatel untuk menuliskannya. Masa penyakit kanker dianggap keuntungan? Yang bener aja Pak!  🙂