Category Archives: Agama

Diproteksi: [Firman] Mazmur 6:31-37: Keadaan, Waktu dan Uang

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Diproteksi: [Firman] Penampilan Tuhan Sebagai Gembala, Imam Besar dan Penjunan

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Diproteksi: [Firman] Kebangkitan Yesus (2)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Diproteksi: [Firman] Kebangkitan Yesus (1)

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Renungan: Pertolongan Tabut Perjanjian

Hari ini, sudah dua kali saya mendapat pertolongan Tuhan. Pertanda bahwa, Tuhan menyertai perjalanan saya kali ini. Biasanya kalau jalan, apalagi ke luar negeri, selalu sama istri, karena satu dan lain hal, kali ini saya harus jalan sendiri.
Dan satu lagi yang selalu saya bawa dalam setiap perjalanan adalah Alkitab. Semula rencananya memang akan dibawa, tetapi mengingat karena yang dibawa juga banyak, terpaksa ditinggal. Selain itu juga takut rusak, karena kepenuhan.
Lanjutkan membaca


Tetap “Welcome”

Kali ini saya akan menuliskan tentang Agama, semula saya akan menulis pada blog terpisah yang khusus membahas masalah postingan Agama. Tetapi karena satu dan lain hal, sehingga saya menulisnya di sini. Jadi, kalau keyakinan kita berbeda, mohon maaf, untuk kali ini sebaiknya  tidak dilanjutkan membaca.

Kaki  itu bicara soal pendirian, tentu saja pendirian yang teguh, tidak mudah goyah dengan kondisi dan situasi apapun dalam menghadapi pergumulan hidup, kesulitan ekonomi, dan tekanan dari siapapun.

Itu sebabnya di dalam sebuah Kitab Suci, betapa DIA itu memperhatikan masalah ini, tidak segan-segan DIA lakukan itu terhadap murid-murid-Nya. Walaupun murid-murid tidak mau, karena tidak enak hati terhadap sikap gurunya yang mau melakukan itu. Sebuah sikap kerendahan hati yang luar biasa.
Lanjutkan membaca


Bangga dan Mangga

Bangga, berbeda dengan mangga, walaupun  hanya dibedakan dengan huruf “M” dan “B”.  Mangga yang masih mengkel itu, enaknya dibikin rujak.  Hanya dengan melihat saja bisa memunculkan air liur, untuk mencoba segera menikmati.  Ini adalah sebuah proses alamiah.

Demikian juga dengan perasaan bangga. Sepertinya muncul mengalir begitu saja, yaitu ketika:

Anak kita berhasil menjadi juara di kelasnya. Atau, ketika ditunjuk oleh atasan kita untuk menjadi pimpro sebuah pekerjaan. Atau,  ketika terpilih menjadi ketua organisasi tertentu. Atau, bangga ketika dipercaya oleh rakyat menjadi gubernur untuk sebuah daerah tertentu. Atau, bangga ketika menjadi presiden. Dan kebanggaan, kebanggan lainnya.
Lanjutkan membaca