Menjelajahi Raja Ampat (1)

rajaampat

Gambar: Jalur perjalanan di hari pertama ke Raja Ampat (9/12/16)

Perjalanan ke Raja Ampat ini sebetulnya, tidak direncanakan, karena tujuan sebenarnya  ke Sorong adalah dalam rangka mengikuti sebuah kegiatan di Aimas Convention Center. Di akhir kegiatan ini lah saya berkesempatkan mengunjungi Raja Ampat. Biasanya saya tidak pernah menggunakan jasa pemandu, baru kali ini, mengingat ada beberapa teman yang sudah lebih dulu membookingkan speedboad. Sedangkan menurut informasi, untuk mengunjungi ke Raja Ampat harus berkelompok untuk menekan biaya sewa speedboad.

Alih-alih ingin berhemat, tetapi menurut saya, jatuhnya menjadi mahal. Karena sudah menyewa speeboad dari Pelabuhan Rakyat Mina Usaha di Sorong. Seharusnya memulai sewa speedboad ini dari Waiwo, karena ada trayek harian yang murah untuk rute dari pelabuhan ini ke Waiwo. Baru dari sanalah kita akan memulai petualangan.

Sewaan speedboad ini memang rutenya terlalu jauh, bahkan sampai Pulau Wayag, sehingga wajar jika biayanya mahal. Saya pun tidak menyalahkan teman teman saya dalam group itu.

img_9716

Berfoto di Pasir Timbul, Raja Ampat (9/12/16)

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Pasir Timbul. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi ini. Tentu saja di Google Map tidak dtemukan, karena pulau pasir yang berwarna putih ini, kadang timbul kadang tenggelam.

Pulau yang sangat eksotis. Ketika ke sana ada 6 orang turis dari Irlandia, tidak banyak orang. Luas  pulaunya tidak seberapa, kalau terlalu banyak, tentu nggak kebagian pijakan. Jadi ada untungnya nggak ada orang lain lagi.


Setelah berfoto-foto, perjalanan di lanjutkan ke Yenkoramu.

Menurut sang pemandu, kegiatan utama di Yenkoramu adalah memberi makan ikan Hiu. Tetapi entah kenapa kegiatan yang saya tunggu tunggu ini, justru di abaikan. Hanya sandar saja di dermaga untuk lapor.

Dan seperti biasa, akhirnya saya hanya berfoto-foto saja. Ini penampakannya.

img_9751

Perjalanan selanjutnya adalah Yenbuba

Hampir setiap desa di sini memang menarik, rata-rata lautnya bersih, ikannya beraneka ragam mudah terlihat dari dermaga. Demikian juga dengan anemmon laut yang beraneka bentuk dan warna dengan mudah terlihat.

Raja Ampat benar-benar surganya keanekaragaman hayati laut. Spot yang sangat menarik untuk diving maupun snorkeling. Sayangnya, saya tidak membawa perlengkapan untuk keperluan tersebut. Hanya puas dengan memandangnya  dari atas dermaga.

Perjalanan di lanjutkan ke Piaynemo

Piaynemo adalah bentangan alam kars yang di dunia hanya ada di Indonesia, tepatnya di Raja Ampat. Walaupun untuk menikmatinya harus mendaki ke atas bukit, tetapi tidak terlalu sulit, karena sudah ada undakan-undakan terbuat dari papan kayu untuk memudahkan pengunjung mencapai puncak bukit. Ini akan berbeda dengan bentangan kars Wayag yang lebih alamiah, karena tidak ada papan-papan tersebut.

Cukup berkeringat, apalagi saya yang tidak pernah berolehraga. Inilah penampakannya.

img_9900

Keindahan Bentangan Kars Piaynemo dari atas bukit (9/12/16)


Perjalanan selanjutnya adalah Telaga Bintang

Perjalanan ke sini memang agak berat, karena untuk melihat formasi bintang ini, kita harus mendaki ke puncak bukit. Yang jadi masalah adalah untuk mencapai bukit tersebut tidak ada alat bantu. Kita harus benar benar mendaki batu batu karang terjal yang tajam. Cukup menantang, cukup menguras tenaga, tetapi penasaran jika tidak sampai di ujung sana.

Hanya bermodalkan penasaran inilah, yang memampukan untuk tetap mendaki ke atas bukit, demi melihat formasi bintang tersebut. Lupa, kalau salah pijak saja, bisa nyemplung ke laut.

Dan inilah penampakannya.

img_9937

Pemandangan Telaga Bintang dari atas Bukit Piaynemo (9/12/16)


Menuju Piaynemo Homestay

Hari sudah menjelang sore, langit sudah nampak gelap. Sebagaimana pengakuannya sang pemandu, bahwa jika malam, sudah tidak terlihat lagi jalur menuju lokasi penginapan. Jadi diputuskan untuk langsung ke penginapan, namanya Piaynemo Homestay.

Penginapan yang sangat unik, karena berada di tengah tengah laut. Tempat yang benar-benar saya sukai. Di bawahnya banyak ikan beraneka ragam, ikan pari, bahkan sekail sekali terlihat anak hiu. Pokoknya asyik.

Beginilah penampakannya.

img_9987

Penginapan, Piaynemo Homestay, Raja Ampat (9/12/16)

Sampai di sini dulu ceritanya, masih draft, nanti dilanjut.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: