Merdeka itu …

Merdeka itu, kalau hari ini bisa keluar dari rumah sakit, dan penyakit nggak kambuh lagi. Sekedar berharap.

Sebetulnya, direncanakan  hari ini pulang, setelah sejak hari Minggu saya masuk. Tetapi pagi tadi sempat sesak nafas lagi. Perawat memasangi oksigen dan di nebulaser lagi. Kalau sudah sesak memang cukup menderita, cuma dikasih helaan nafas hanya beberapa detik dan dada terasa sakit. Yah,  inilah untungnya kalau masih di rumah sakit, ada fasilitas, kalau sudah dirumah? Apa nggak kelabakan? Khawatir kejadian seperti hari itu.

Walaupun sekarang sudah agak mendingan. Walaupun tensi tadi pagi sempat 150/20 sekarang sudah kembali normal di 120/80. Tetap ragu untuk pulang. Kalaupun pulang, sepertinya harus membeli tabung oksigen dan nehulaser lebih dulu.

Awal masuk rumah sakit?

Bermula sejak awal puasa yang lalu, mungkin karena paparan debu kertas yang ada di rumah. Saya memang agak sensitif terhadap debu, udara dingin, parfum dan asap rokok, walaupun sudah menggunakan masker rupanya tetap terkena, mengakibatkan sesak nafas.

Saya bawa berobat, sembuh. Beberapa hari kemudian kumat lagi, berobat lagi, ditambah obat hirup ventrolin, sembuh. Belakangan disemprot ventrolin tidak berpengaruh. Minggu itu, hampir mau mati rasanya, karena tidak bisa menghela nafas. Saya teringat untuk tetap tenang melawan ketidaktenangan itu. Semua pemikiran negatif saya alihkan ke hal hal positif, berhasil. Ada sedikit tambahan helaan nafas lagi. Bersyukur, masa kritis terlewati.

Langsung dibawa ke rumah sakit sampai hari ini.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: