Perjalanan dari Brussel ke Luxembourg

IMG_2644

Jam masih menunjukan pkl 05.00 ketika terbangun. Saya memang harus tepat waktu untuk bangun. Mengingat perjalanan selanjutnya adalah menuju Luxembourg. Sebuah Negara mungil, yang katanya sangat makmur. Hal apa yang menarik di sana, saya tidak tahu. Satu satunya alasan saya berkeinginan kesana, karena jaraknya yang dekat dengan Brussel. Mumpung ke Eropa, kenapa nggak sekalian saja dikunjungi. Palingga nggak, sekalian mengoleksi jumlah Negara yang pernah saya kunjungi yang kemudian saya tuliskan di blog ini. Pastinya, keren.

IMG_2647
Semua pakaian, gadget, buku-buku, sudah saya kemas ke dalam backpack. Dan saya harus berada di terminal pemberangkatan tepat pkl 06.30.
Dan masalah pun muncul, ternyata pintu keluar penginapan terkunci, dan tidak ada petugas resepsionis yang menjaga. Untuk membukanya butuh proses yang cukup memboroskan waktu untuk hal yang seharusnya nggak perlu. Mulai panic, karena waktu tersisa hanya 10 menit lagi.
Di saat yang genting itu, syukurlah sang penjaga penginapan terbangun, dan menginformasikan, agar keluar melalui jalan berputar. Sayangnya pintu ini tidak saya perhatikan sejak menginap pertama kali di sini. 
Sambil setengah berlari, saya menuju terminal bis yang lokasinya tidak terlalu jauh dengan tempat saya menginap. Pagi itu sudah terlihat ramai oleh para penumpang yang sedang menunggu bis. Bebeberapa calon penumpang nampak complain, karena bis yang seharusnya ditumpangi sudah pergi, terlambat. Dan dari pembicaraan itu, terdengar kalau sudah tertinggal sudah tidak bisa lagi. Tiket hangus, tidak bisa dbantu lagi, meskipun ada bis sejenis dengan tujuan yang sama. Tetap tidak bisa.
Beruntung, bis yang akan saya gunakan masih belum datang. Tetapi itu pun nggak lama kami menunggu, karena bus double decker megabus yang berwarna biru itu merapat tepat di sebelah tampat saya berdiri. Walaupun masih ragu, saya menaruh backpack saya di bagasi dan masuk ke dalam bus. Dan menyerahkan tiket yang sudah saya pesan sebelumnya. Kenapa harus ragu? Ya, karena nominal tiket yang saya beli itu hanya tertulis 1 EUR, apa nggak salah?
Ternyata nggak salah, harganya memang segitu. Syukurlah. Dan bis pun meluncur di atas aspal yang mulus. Apalagi bis sebesar itu hanya diisi oleh 6 orang penumpang saja. Sambil sesekali menikmati pedesaan di kiri kanan jalan raya. Mantab!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: