Merencanakan Liburan ke Eropa

IteneraryPeta Perjalanan ke Eropa

Seperti tahun sebelumnya, ritual tahunan di bulan April ini kembali “digelar”. Ya, “digelar” sekedar menggembirai hidup dengan melakukan perjalanan keliling Eropa. Sebetulnya bukan keliling sih, karena Eropa itu kan luas, direncanakan hanya 6 negara saja, yaitu: Belanda, Belgia, Luxemburg, Jerman, Swiss dan terakhir di Perancis.
Kerja setahun, “ngabisinnya” hanya sebulan… Sebetulnya nggak juga, karena kalau tahu triknya, sebetulnya perjalanan ke Eropa nggak terlalu mahal. Yang penting perencanannya yang matang, sehingga pengeluaran bisa dibuat seefisien mungkin.
Menikmati hidup kan nggak harus kalau sudah tua, atau kalau sudah kaya raya. Ya, kalau umur kita bisa mencapai tua, kalau nggak? Ya kalau nantinya akan menjadi kaya raya, bebas financial, sehingga bias kemana-mana. Tetapi coba pikirkan, kalau sudah kaya, tetapi sudah tidak ada tenaga untuk jalan-jalan, sakit-sakitan, gimana?
Jadi, menikmati hidup itu bukan nanti, tetapi sekarang.
Persoalannya, kalau sekarang nggak ada “duit”? Ada dan nggak ada duit juga relative. Batasan berapa akan disebut punya duit dan bilamana juga jika disebut tidak punya duit. Tetapi yang pasti, kalau menurut saya, selama orang itu punya pekerjaan walaupun gajinya Cuma 10 koma. Artinya setelah tanggal 10 langsung koma. Menurut saya tetap bisa disebut punya duit juga, walaupun koma! 🙂
Tentu saja yang dimaksud nggak ada duit itu, bukan berarti kitanya pengangguran, yang benar-benar nggak gablek duit sama sekali, alias nggak punya pekerjaan.
Tetapi nggak usah khawatir, banyak cara untuk mengeksekusi niatan tersebut. Justru di sinilah seninya, walaupun nggak punya duit tetapi jalan-jalan mah, teteup. Saya mah apa atuh ..  🙂
Misalnya, mencari tiket murah jauh-jauh hari. Sudah menjadi hukum alamnya, pembelian yang jauh-jauh hari cenderung lebih murah ketimbang hampir mendekati hari pemberangkatan. Banyak koq. Misalnya, cari saja maskapai yang minat penumpangnya kepada suatu maskapai sedang menurun. Misalnya pesawatnya yang berangkat ke destinasi tertentu tetapi tidak pernah sampai alias menghilang. Nah, carilah maskapai itu 🙂   kan stok pesawat pastinya masih banyak. Masalah sampai atau nggak sampai sebetulnya semua kembali kepada yang di atas yang memiliki hidup kita saja. Jadi, nggak perlu khawatir. Nggak kemana-mana pun kalau waktunya dianggap cukup oleh yang Maha kuasa, ya cukup, alias selesai.
Lalu, bagaimana dengan transportasi untuk mengelilingi Eropa? Kebanyakan para traveler menyarankan menggunakan kereta, bahkan dengan paket-paket tertentu yang katanya harganya jauh lebih murah. Menurut saya, harganya tetap saja sangat mahal. Saya cenderung untuk menggunakan bus. Alasannya tentu saja bukan karena kereta akan melintasi belakang rumah-rumah orang. Itu sih cerita-cerita kereta-keretanya Jabodetabek yang suka “nyelonong” di belakang rumah orang.
Menurut hitungan saya, ongkos kereta sebetulnya lebih mahal ketimbang menggunakan bus. Saya bisa membuktikan hal itu. SIlahkan lihat beberapa skrinsut pada gambar di bawah ini.
Negara-negara Eropa yang akan saya kunjungi adalah Negara yang dilintasi oleh trayek bus tersebut dengan menggunakan waktu nomor buncit. Dijamin akan sangat murah.
Tentu saja dikecualikan jika Anda akan ke Swiss. Karena transportasi di sana lebih didominasi oleh kereta, yang bahkan sampai ke puncak gunungnya.
Beberapa Negara yang akan saya kunjungi pada perjalanan kali ini adalah: Amsterdam (Netherland), Brussel (Belgium), Luxemburg, Cologne dan Frankfurt (German), Zurich, Lucerne, Interlaken (Swiss) dan terakhir adalah Paris, Perancis. Total ada 6 negara yang meliputi 9 kota. Mantap kan?🙂
Ketika saya menuliskan artikel ini, semua tiket sudah saya pesan. Semoga saja nggak ada yang meleset jadwalnya. Dan Tuhan masih berkemurahan dan memperpanjang umur kepada saya sehingga masih diberi kesempatan hidup hingga hari H nya nanti.
Berikut adalah gambar peta perjalanan tersebut.
Masing-masing Negara adalah 2 hari, kecuali di Swiss 4 hari. Ya, sebetulnya saya penyuka keindahan alam, bukan kota-kota. Namun demikian, tetap akan saya nikmati kapan lagi bisa menikmati bersama teman seperjalanan, istri saya.🙂
Walaupun perjalanan baru akan dimulai 3 bulan lagi, tetapi harus diingat bahwa perjalanan itu sendiri sebetulnya dimulai dari mempersiapkan perjalanan itu sendiri. Banyak hal yang harus dipersiapkan, seperti masalah waktu, musim. Apakah bulan April itu waktu yang tepat untuk berlibur ke sana? Melakukan pemesanan tiket pesawat, bus, kereta secara online? Pemesanan tempat tinggal, hostel? Pemesanan asuransi perjalanan? Pembuatan visa? Persiapan dokumen? Persiapan peralatan atau perlengkapan yang harus dibawa? Persiapan pendelegasian pekerjaan untuk orang yang ditinggalkan? Semoga ada waktu untuk membahasnya. 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: