Melihat Leluhur “Manusia” di Trinil

trinil1

Sebetulnya sudah lama saya ingin ke Museum ini, Museum Trinil. Lima tahun yang lalu pernah juga ke sini, hanya saja karena waktunya yang tidak pas, saya datang di hari Minggu, dan ternyata tutup. Jadi baru kali ini, maksud tersebut kesampaian.

Lokasi persisnya berada di 15 km setelah kota Ngawi menuju Solo.  Di lokasi inilah, nama Trinil menjadi terkenal gara-gara seorang yang bernama Eugene Dubois menemukan fosil, yang belakangan di sebut sebagai Pithecanthropus erectus.

Saya hanya penasaran aja, seperti apakah bentuk fosil itu yang ditemukan seorang dokter Belanda itu. Ternyata apa yang disebut P. erectus itu hanya terdiri dari tulang paha, atap kepala dan 3 buah gigi.  Ditemukan pada tahun yang berbeda-beda, dengan jarak yang masing-masing fosil berjauhan.

trinil2

Dari kenyataan  fosil yang saya lihat itu, membuat saya semakin yakin, bahwa apa yang disebutnya sebagai leluhur manusia itu, hanyalah khayalan para evolusionis saja.

Seperti biasa, untuk detailnya akan saya tuliskan di sini, http://kompasiana.com/harjo

Intinya, bahwa Dubois itu memang telah melakukan pembohongan luar biasa di bidang imiah, melebihi kasus kebohongan Manusia Pilt Down.

 

Tulisan lain:

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: