Ciwidey – Cidaun, Menikmati Vegetasi Dari Dataran Tinggi ke Rendah (1)

Cidaun

Hari Sabtu yang biasanya tetap masuk kantor, kali ini libur. Lumayan, buat memenuhi hasrat menyalurkan hobi jalan-jalan.   Destinasi kali ini adalah jalan-jalan ke daerah Ciwidey terus sampai ke laut. Banyak teman saya tanya, “memangnya di Bandung ada laut?”. Dulu juga saya tanya begitu. Jawabnya, “ada!”.

Kalau kita ke Ciwidey, terus ke Situ Patenggang dan jika terus mengikuti jalan itu, kita akan sampai ke laut. Laut itu namanya Pantai Cijayanti, yang berlokasi di Cidaun. Dari Ciwidey ke kawasan ini butuh waktu 3-4 jam. Tergantung, jalan terus atau berhenti-berhenti, karena menikmati indahnya panorama pegunungan, lembah,  air terjun, sungai yang mengalir, pemandangan sawah, hingga menikmati vegetasi dataran rendah. Penasaran? Ikuti jejak saya!

Kalau Anda ke sini, sepertinya butuh waktu 3 hari. Itenerarynya begini, dari Jakarta – Bandung, kemudian keluar tol Kopo, terus menuju Soreang.  Jakarta –  Bandung seharusnya butuh waktu 2,5  – 3 jam, kalau lancar. Kemarin itu saya butuh waktu 12 jam.  Berangkat pkl 08.00 pagi sampai Ciwidey jam 8 malam, karena bertepatan dengan tanggal merah. Mantap, capenya!.

Bermalam di Cimanggu, sambil menikmati hangatnya kolam renang di pemandian ini. Berendam di tengah malam, memang mengasyikan. Bisa nyemplung dijamin  nggak bisa naik lagi, dingin Bo’. Berendam terus … sambil dengerin musik dangdut …  ahay …   🙂

Terakhir kali ke Kolam renang, Taman Wisata Cimanggu ini kurang bagus. Tenda-tenda di pinggir kolam, sangat semrawut.  Sekarang sudah tertata rapi, tenda-tenda sudah tidak ada lagi, kecuali bangunan-bangunan untuk tempat duduk-duduk yang lebih bagus. Kolam renangnya juga sudah keramik.

Hujan rintik-rintik dan angin yang cukup kencang, membuat saya terpaksa harus keluar dari kolam itu. Nggak lucu dong, badan terasa hangat, tetapi kepala kehujanan …  🙂

Untuk menghilangkan masuk angin, saya mencari-cari bandrek “Abah” yang terkenal itu. Di sekitaran kolam rupanya tidak ada yang menjual. Jadi, harus keluar sedikit dan nyeberang jalan.  Di depan warung yang ada tulisannya, “Jual Bandrek Abah” nah ini …

Lumayanlah buat ngilangin masuk angin dan melawan udara dingin yang menusuk sampai ke tulang sumsum.  Walaupun sudah tengah malam,  suara hingar bingar pengunjung, cukup memeriahkan suasana malam. Makanya kalau ke sini, harus ramean, kalau nggak, cuma jadi pendengar sekaligus penonton orang-orang saja yang menikmati dinginnya malam di Cimanggu.

Bersambung

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: