Parkir di Bogor itu lebih mahal dibanding Jakarta

Sudah lama nggak nguliner di Bogor. Tempat yang paling sering dikunjungi adalah Soto Kuningnya Pak Usup. Sebetulnya makanan emperan (kaki lima) di sekitar jalan Surya Kencana itu biasa saja masih menggunakan gerobak dorong.  Hanya saja memang rasanya meminjam istilah Pak Bondan, “maknyusss …” berbeda dengan soto kuning yang lain.  Seperti biasanya, yang beli selalu berjubel, nggak kebagian duduk. Meski begitu, banyak pelanggannya pak Usup ini.

Walaupun harga daging impor sapi ini lagi “pabelieut” tetapi soto kuning pak Usup masih seperti dulu, tidak ada kenaikan harga. Hitungan harga di dasarkan pada potongan daging yang dipesan, bukan jumlah mangkoknya. Misalnya, kalau pesan 5 potong, itu bisa dimasukan ke dalam 10 mangkok, dan harganya adalah yang 5 potong itu. Jadi. murah meriah.

Yang justru naik malah tiket parkir nya yang on the streetnya itu loh, hampir sama dengan sepotong daging sotonya, enam ribu rupiah. Padahal biasanya cukup dua ribu, bahkan kalau dibayar seribu juga nggak complain.  Ketika saya complain, pak tukang parkir itu malah menunjukkan tiket yang ada tulisan Undang-Undangnya, katanya, “ini sudah peraturan PEMDA pak …, mau gimana lagi” Begitu katanya.

Berarti lebih mahal di Bogor dibanding Jakarta ya …

 

 

 

 

Iklan

6 responses to “Parkir di Bogor itu lebih mahal dibanding Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: