Pantai Cijayanti

Pantai Jayanti adalah tempat pertama yang saya kunjungi  dari rencana rute perjalanan hingga mencapai Lombok.  Lokasinya di Desa Cidaun, Cianjur.  Semula saya berpikir bahwa yang namanya Cianjur itu berlokasi  setelah Puncak, Cipanas …  Nggak tahunya cukup luas, bahkan Cianjur pun punya pantai juga. Nah, ini yang semula menurut pemikiran saya aneh.  Ternyata Cianjur itu maha luas.



Rute yang saya pilih perginya melalui Bogor – Sukabumi – Cianjur – Cibeber – Sindang Barang.  Rute Sukabumi saya pilih, karena kebetulan hari itu adalah hari libur, jadi jalur Puncak dipastikan akan  sangat macet.
Jalanannya cukup bagus berhotmix. Tetapi hanya di beberapa bagian saja, selanjutnya aspal itu sudah banyak yang bolong-bolong. Tetapi yang agak lebih parah lagi yaitu setelah dari Sindang Barang ke Cidaun. Jalannya cukup rusak parah, tetapi masih bisa dilalui kendaraan.

Pemandangan alamnya cukup menarik. Tetapi disekitar Sindang Barang, terlihat sangat gerasang. Beberapa tanaman tampak meranggas, persis seperti di padang pasir Afrika  🙂

Pantai Jayanti, cukup menarik, tempatnya tidak begitu luas. Tempa wisata dan tempat pelelangan ikan sudah terintegrasi menjadi satu. Walaupun di tempat terpencil, nampak lebih tertib.  Di pintu masuk, banyak tersedia penginapan dengan fasilitas cukup bagus.

Hasil tangkapan nelayan di sini memang tidak sesuai harapan mereka, mengingat ukuran perahu yang mereka gunakan sangat kecil sehingga para nelayan tidak berani melaut hingga ke tengah. Keluhan ini saya baca di harian Tempo beberapa waktu lalu, dan nampaknya perlu campur tangan pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

Pulangnya, saya tidak lagi melalui jalur yang sama. Seperti biasa jiwa petualangan saya, menginginkan jalur yang berbeda, yaitu melalui Naringgul, Ciwidey dan Bandung. Walaupun belum pernah melalui jalur tersebut, nekat saja. Sejak Cidaon hingga Naringgul, jalanan begitu mulus berhotmix. Selanjutnya jalanan berliku, menanjak, rusak, dan jarak pandang hanya 1 meter ke depan karena kabut tebal.
Saya tidak tahu, di kiri kanan jalan itu, apakah persawahan atau tebing, tidak terlihat. Sementara itu, mobil yang saya kemudikan ini hanya berjalan sendirian … di tengah hutan, cukup menegangkan memang.
Setelah perjalanan sekitar 2 jam, akhirnya sampailah Ciwidey …  beristirahat sebentar di warung, sambil menikmati segelas bandrek Abah. Hmmm … mantab.

Iklan

9 responses to “Pantai Cijayanti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: