Kita bukan berevolusi dari kera?

Saya mengutip dari sebuah page, teori evolusi, http://www.facebook.com/teori.evolusi begini, ” Pertanyaan yang sering kita dengar yang diajukan oleh anti-evolusi..  ”Mengapa masih ada kera bila kita berevolusi dari mereka dan mengapa mereka tidak berevolusi ?” Itu adalah sebuah kesalahan yang dari pertanyaan itu sendiri !, jangankan dalam memahami atau mengerti evolusi, itu adalah sebuah kesalahan pada dasarnya pada evolusi”.

Fact: kita bukanlah berevolusi dari kera maupun monyet tetapi dari common ancestor “leluhur”.*

”We’re not descendent from them, we are cousins of them. So we and they go back to the common ancestors and that common ancestors was not a chimpanzee, it was not a human, it was something else. It evolved toward being chimpanzee and in different direction it evolved towards being human” – Dawkins

Admin -Garry-.
Sebetulnya, saya ingin membahasnya di page tersebut, sayangnya sudah tidak diijinkan lagi untuk berkomentar di sana. Jadi, saya berkomentar di blog saya sendiri saja.  Semoga informasi ini menjadi penyeimbang dari informasi yang disampaikan oleh page di jejaring sosial Facebook tersebut.
Begini, “Apa sih yang dimaksud dengan leluhur itu? Apakah mahluk yang berjalan menjuntai dengan lengan lebih panjang dari pada kaki, dan dagu yang agak menjorok ke depan, dan seterusnya, dan seterusnya. Seperti yang diilustrasikan dibanyak buku-buku pelajaran di sekolah, bahwa evolusi manusia itu  seperti mahluk yang berjejer dari kiri kekanan, hingga ke mahluk yang paling kanan mirip manusia, yang berjalan tegak”.
Lalu akan kita sebut apakah mahluk yang paling kiri itu,  kalau bukan kera??? Saya kira itu kata yang tepat untuk merepresentasikan dari bentuk mahluk seperti itu. Atau para evolusionis bisa memberi nama untuk mahluk dengan ciri-ciri seperti itu?
Lalu, mengapa para evolusionis perlu ngotot untuk menyebutkan bahwa itu bukan kera? Jawabnya sederhana, yaitu  untuk menumpulkan serangan dari orang-orang yang tidak percaya teori evolusi, agar tidak terlalu tajam dalam merobek landasaan berpikir evolusi yang telah mereka bangun selama ini.

16 responses to “Kita bukan berevolusi dari kera?

  • tinggi

    Jadi inti nya kita bukan dari kera … 😀
    Salam kenal mas …

  • Anindya Dewi

    Karena memang bukan kera, kera ya kera, simpanse ya simpanse, orangutan ya orangutan, homo erictus ya homo erictus..

    Sorang saintis tidak akan begitu bodoh mengatakan bahwa homo erictus itu sama dengan kera, dan sialnya banyak yang mangaku saintis tapi tidak bisa membedakannya.. 🙂

    • harjo

      Ya, saya setuju dengan pendapat Anda. Kera adalah kera.
      Bisa anda sebutkan ciri-ciri H. erectus itu seperti apa? Jalan membungkuk, dengan lengan lebih panjang dari kaki, rahang agak menonjol, dst. dst. Lalu, anda akan sebut apakah ciri-ciri mahluk yang seperti itu?
      Sayangnya, anda mau mencoba mengkritisi para saintis itu, tetapi anda sendiri tidak pernah belajar teori evolusi itu di bangku kuliah.

      • Anindya Dewi

        Kita punya kesepatakan bahwa ada yang namanya Hominid dan Homo erictus, Homo neanderthalensis, dan sungguh lucu ketika orang yang ngakunya paham sains tapi masih ngotot ingin menyebutnya sebagai kera.. lol

        Tidak peduli anda kuliah atau tidak, mengerti tetaplah mengerti, tidak mengerti ya tetap saja namanya tidak mengerti.. Bagi orang yang tidak mengerti, kera dianggap sama dengan Homo erictus, simpanse dianggap sama dengan Homo sapiens, menyedihkan.. 🙂

      • harjo

        Kita? Siapa yang bersepakat Mbak? Para evolusionis itu?
        Saya ingin garis bawahi, kata “kesepakatan” yg Mbak kemukakan ya …
        Begini, seharusnya, sains itu sejatinya dibangun atas dasar bukti-bukti empirik, bukan kesepakatan. Harap di catat itu!
        Jangan, hanya karena yg bersepakat itu para ilmuwan “kenamaan” punya gelar profesor, lalu apa yg disepakati menjadi sebuah kebenaran? Maaf ya … saya tidak bersepakat untuk hal-hal seperti itu.
        Pembagian nama-nama species yang anda sebutkan itu, hanyalah akal-akalan para ilmuwan saja Mbak, dengan nama-nama yang keren supaya terlihat spektakuler. Padahal berangkat dari penipuan. Coba saja anda cek si Dubois itu. Masakah hanya karena menemukan tulang tempurung bagian atasnya yg cuma seuprit, kemudian tahun berikutnya menemukan tulang femur, kemudian tahun berikutnya lagi nemu sepotong gigi pada jarak yg berjauhan. Siapa yg mau percaya dengan penemuan seperti itu? Apakah itu berasal dari mahluk yg sama? dengan jarak yang ratusan merter, apakah berasal dari mahluk yg sama? Tahun penemuan pun berbeda-beda, apakah berasal dari mahluk yg sama? Tetapi anehnya dia berani menyebutnya sebagai nenek moyang manusia moderen? Logika macam apa begitu?
        Belum lagi Homo, homo lainnya. Tetapi anehnya para pembohong publik ini masih saja berani, menyusun Hom0-homo itu sedemikian rupa sehingga seolah-olah dari yang paling tua hingga yg paling muda, sehingga supaya pendapat kesan bahwa evolusi itu benar terjadi.
        Apa yg mereka lakukan hanyalah pembodohan publik. Penumpulan logika. Sangat menyedihkan.

  • Munawar Pulau Tidung

    Orang gak waras yang merasa dirinya dulu kera, monyet, kunyuk, plenyun hehehehe saya sih asli buatan Tuhan bukan evolusi dari kunyuk ..

  • Pulau Tidung

    Teory darwin sudah tidak banyak yang percaya lagi bahwa manusia evolusi kera. percaya sama alquran klw nenek moyang kita nabi adam

    • harjo

      Masih banyak mas. Bahkan sepertinya akan semakin banyak. Untuk itulah, tulisan ini ditujukan sebagai penyeimbang di antara rimbaraya tulisan mengenai evolusi dan atheis yang menyesatkan itu. Salam

    • Anindya Dewi

      Eh nenek moyang mu bukan cuma adam, tapi juga tanah, kata buku primitif di abad ke 7 itu kan manusia diciptakan dari tanah, padahal tanah jika dibakar ajan jadi priuk sedang manusia dibakar jadi abu..

      Logika dari sana aja ga nyambung, tapi yang namanya agama umumnya tidka jauh2 dari kebodohan, logika pun menjadi tumpul.. 🙂

      • harjo

        Sdr. Anindya.
        Untuk memahami Agama dan kita sucinya maupun buku primitif yg anda sebutkan, tentu tidak dibutuhkan logika. Namanya saja adalah Agama, kepercayaan.
        Hanya dibutuhkan iman/percaya saja. Kalau segala sesuatunya diukur dengan logika, tenti tidak dibutuhkan Iman, percaya.
        Saya yakin dan percaya saat ini (mungkin) anda sekarang di depan komputer/notebook/gadget, dsb. Tetapi jika saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri jika anda sedang di depan PC, tentu tidak bisa disebut percaya.
        Semoga Anda memahami maksud jawaban saya tersebut.
        Saya melihat, justru logika anda sangat tumpul, mencapurkan adukan kepercayaan dengan logika. 🙂
        JIka anda menjadi atheis maupun agnostik, hanya karena kepercayaan anda, silahkan, itu kan hak anda. Siapapun tidak berhak ikut campur atas apa yang dipercayai.
        Tetapi jika anda menjadi atheis maupun agnostik, kerana berangkat dari teori evolusi, mari kita berdebat, karena memang ada ruang untuk itu.

      • Pulau Tidung City

        @ anindya dewi

        Tanah pun kalau di bakar bisa menjadi abu, pembakaran tanah menjadi periuk, itu merupakan sebuah proses pembakaran tidak sempurna, sama seperti memanggang ikan bakar, kalau kelamaan jadinya gosong.

  • Pulau Tidung city

    Jadi, apakah kera yang ada di jaman sekarang adalah sekumpulan binatang bodoh yang telah gagal berevolusi menjadi manusia ?
    Kalau memang manusia berasal dari kera pastinya kera pun kepikiran untuk menpercantik diri.

  • asevfenrirKrayak

    Sebenarnya maksud dari pernyataan tersebut adalah bahwa manusia itu tidak berevolusi dari spesies kera modern (simpanse, gorilla, bonobo, orang utan, babon), melainkan dari spesies kera yang sudah punah (homo erectus). Jadi kera dalam pernyataan tersebut merujuk kepada kera yang hidup saat ini, Karena memang banyak orang yang salah paham bahwa evolusi menyatakan manusia merupakan evolusi dari kera modern, sehingga mereka mempertanyakan mengapa kera yang ada sekarang tak berubah menjadi manusia. Padahal kera itu merupakan tingkatan superfamilia, terdiri atas banyak spesies, banyak yang sudah punah dan ada pula yang masih hidup, dan kera yang menjadi leluhur manusia bukanlah kera yang saat ini ada (simpanse, gorilla, bonobo orang utan, babon).

  • Pulau Tidung City

    @ asevfenrirKrayak

    Bagaimana anda tahu kalau kera yang ada di jaman sekarang adalah kera modern ? apa pengertian modern menurut pengertianmu ? apakah karna dia pandai memasak dan bersolek ? dan menurut pengamatan saya, kamu berasal dari kambing, karna kebiasaanmu yang suka mengembek di pagi hari.

  • khaerudintidung

    Reblogged this on BIRO TRAVEL PULAU TIDUNG and commented:
    wisata pulau tidung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s