Andaikan saya pimpinan PT KAI

Besok, commuter line untuk Jabodetabek akan mengalami kenaikan harga sebesar dua ribu rupiah yang semula Rp 7.000,- menjadi Rp 9.000,- (untuk tujuan Jakarta – Bogor).   Tentu saja kenaikan ini akan mendapatkan resistensi (penolakan) dari para pengguna jasanya.   Saya sendiri sebetulnya, mau naik atau pun tidak, sebetulnya tidak begitu terpengaruh. Karena memang jarang menggunakannya.

Kalau pun tadi saya menggunakan jasa tersebut, dan menuliskannya dalam postingan ini, hanyalah sekedar turut berempati kepada pengguna setia commuter tersebut. Apa yang saya rasakan di hari terakhir dengan harga lama tersebut?  Ternyata kereta penuh sesak oleh penumpang dan panas. Walaupun ada AC sepertinya cuma untuk pajangan saja alias tidak berfungsi.  Tidak adanya jendela, AC yang mati, jumlah penumpang yang banyak, tentu saja sangat luar biasa tidak nyaman.  Walaupun ngantuk, tetap harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk. Jadi, kalau boleh saya katakan, sebetulnya sangat tidak pantas PT KAI (Kereta Api Indonesia)  menaikan harga tiket commuter tersebut!
Jadi, apakah PT KAI tidak boleh menaikan? tentu saja boleh, kan dia berargumentasi selama ini tidak disubsidi pemerintah?.  Tetapi kalau saya menjadi pimpinan PT KAI, inilah yang akan saya lakukan lebih dulu sebelum menaikan harga tiket.  Selama masa sosialisasi kenaikan, bukan saja cuma spanduk yang berisi informasi kenaikan saja, tetapi akan saya imbangi juga dengan meningkatkan kualitas layanan, di antaranya:

  1. Mesin fasilitas e-tikecting, yang tadinya cuma jadi pajangan, harus  sudah mulai dimanfaatkan. Sehingga terhindar dari kebocoran penumpang yang tidak bertiket. Sampai dengan sore tadi, saya lihat mesin-mesin itu benar-benar tidak dimanfaatkan, bahkan banyak yang sudah rusak. Lalu, untuk apa anggaran besar, tetapi tidak dimanfaatkan?
  2. Menyediakan lebih dulu fasilitas media  informasi kedatangan dan keberangkatan melalui layar  LCD. Kalau seluruh jam pemberangkatan tercantum dalam informasi itu. Betapa luar biasanya kemajuan PT KAI itu, kalau dia mampu berkomitmen terhadap jadwal. Sulitkah berkomitmen?
  3. Perbaiki fasilitas pendingin, sehingga terasa nyaman. Fasilitas ini penting, pekerja yang berasal dari Bogor, pagi-pagi sudah harus bangun. Betapa indahnya jika dalam perjalanan kereta  itu bisa tidur, dan ketika sampai di Jakarta, terasa segar bugar. Lumayanlah loh tidur hampir 1,5 jam, hitung-hitung bayar hutang, karena bangun kepagian.
  4. Perbanyak rangkaian kereta, jadwal, dan jumlah  sehingga penumpang tidak berdesakan kaya ikan sardin. Tidak berdiri, bisa tidur.

Saya yakin, jika itu semua sudah dipenuhi, penumpang pun akan memaklumi jika ada kenaikan, kalau perlu lempengin aja jadi tiga ribu rupiah, karena layanan yang sudah berubah. Dan saya akan menuliskannya juga di blog ini, bahwa saya sangat menyetujui kenaikan commuter tersebut.

Jadi, kita tunggu saja, apa yang akan dilakukan oleh Dahlan Iskan terhadap salah satu lembaga yang dipimpinnya ini.

Baca juga artikel lainnya:

Iklan

6 responses to “Andaikan saya pimpinan PT KAI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: