Berjalan kaki

Sudah dua bulanan ini saya selalu menggunakan kendaraan umum, kemanapun saya pergi.  Pertama-tama memang agak sulit, khususnya jika menggunakan kendaraan angkot, karena harus membungkukan badan hampir 45 derajat ketika turun maupun naik. Belum lagi dengkul yang musti beradu dengan penumpang lain. Jadi, memang cukup merepotkan jika tidak terbiasa. Tetapi sejauh ini, lumayan ada kemajuan. Saya sudah mulai terbiasa.

Sebab jika tidak dibiasakan, kedudukan kaki ini akan menjadi mudah goyah dan rapuh. Betapa bahayanya itu, sementara umur ini semakin bertambah. Kemampuan tubuh itu tidak bisa dinaikan, yang ada adalah bagaimana tubuh itu bisa bertahan lebih lama melawan kerapuhan, keletihan dan kelemahan.

Sekarang saya lagi mencoba membiasakan diri untuk berjalan kaki. Dulu saya paling nggak mau melakukan ini, karena polusi yang tinggi di Jakarta. Tetapi sekarang sudah banyak sekali yang menjual masker, bahkan sepertinya penggunaan masker di Jakarta sudah menjadi trend. Jadi sangat membantu.

Berbeda dengan kota Brisbane Australia pada photo di atas, ketika saya berkunjung kesana tahun lalu. Kotanya bersih, nyaris tidak ada polusi, bahkan jalan-jalan pun sangat nyaman untuk dilewati, tanpa harus khawatir ditabrak angkot. Bahkan bisa duduk juga di pinggir jalan pula, saking sepinya. Mungkin akan terlihat norak ketika duduk di pinggir jalan itu. Itulah Brisbane.  Jadi, sangat menyenangkan menyusuri kota ini dengan berjalan kaki.

Mungkinkah  Jakarta yang sekarang dipimpin Gubernur baru akan menjadikan Jakarta lebih humanis lagi?

Saya jadi nggak kebayang, apa yang akan terjadi pada tubuh jika setiap hari kemana-mana, kita selalu menggunakan kendaraan khususnya angkot yang jumlahnya sudah sangat menyemut itu. Kapan tubuh (raga) diberi kesempatan untuk mengolah.  Sehingga tidak heran, banyak orang di sebuah negara, seperti Vietnam dulunnya jarang ditemukan Diabetes Mellitus (kencing manis) sekarang banyak sekali. Hanya gara-gara semakin banyaknya kendaraan bermotor di negara tersebut. Tubuh ini tidak ada kesempatan untuk berolahraga.

Untuk hal itulah saya lakukan. Mencegah!

Baca juga artikel lainnya:


One response to “Berjalan kaki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: