Pengalaman Naik “Angkot” di Melbourne

Flinder Station

Mungkin yang belum pernah ke Melbourne, akan bertanya-tanya, kira-kira apakah di Melbourne ada angkot? Tentu saja ada, tetapi dengan sedikit perbedaan. Walaupun kondisinya beda, tetapi pada tulisan ini akan saya coba paksakan untuk komparasi antara Jakarta dengan Melbourne, dengan tujuan sama-sama tempat konservasi Ex-Situ.

Ini adalah perjalanan yang sangat tidak lajim, kecuali jika Anda memang hobi jalan, menggunakan moda transportasi umum. Jadi jangan ditiru, kalau memang tidak biasa,  karena dipastikan bisa pergi nggak bisa pulang. Maksudnya, bisa pulang, tetapi kembalinya (mungkin) keesokan harinya. Tentu saja “menyeramkan”, apalagi ini adalah kawasan terpencil di sebuah benua besar dengan penduduk yang sangat minim.

Waktu itu, saya pergi dari Melbourne ke Healesville Sanctuary, sebuah tempat penangkaran ex-situ (diluar habitat).  Kalau di Indonesia, mirip-mirip Taman Safari Indonesia, Cisarua. Hanya saja di TSI lebih lengkap, dibanding Healesville, yang hanya diisi binatang-binatang khas Australia.

Metro

Komparasinya begini. Kalau di Melbourne, kita harus naik kereta api dulu di station kereta Flinder, mirip-mirip Gambir lah mennuju Lilydale atau mirip-mirip Bogorlah …   Kereta di Mebourne l ini sangat nyaman, penumpang sedikit, dengan tempat duduk sama-sama menghadap ke depan. Sedangkan KRL kita, penumpangnya numplek bleg, dengan duduk saling berhadapan. Kalau berhadapan sih nggak masalah sebetulnya. Tetapi kalau yang dihadapi, sambil “hokcay”?. Hokcay itu artinya molohok bari jeng ngacay …   😀   maksudnya lihat yang mulutnya terbuka sambil ngiler. Beuh …

Perjalanan dengan kereta membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam-an di station Lilydale. Terminalnya bersih, dengan ukuran yang tidak begitu luas. Walaupun namanya terminal, ketika saya tiba di sana, tidak ada satu pun bis yang tersedia.

Baru, setelah 30 menit-an menunggu, munculah angkot yang saya tunggu-tunggu.

Lilydale Station

Kemudian dari Lilydale dilanjutkan dengan angkot menuju Amstrong Gv.   Mirip-mirip, kalau dari Bogor dilanjut dengan angkot L300 jurusan Cianjur.

Angkot di sini, berupa bus besar, keren. Jarak tempuh sekitar satu jam-an, melalui perkebunan anggur yang luas, ladang dan pertanian.

Setiap bis selalu menyediakan lokasi duduk untuk orang cacat yang menggunakan kursi roda.  Lokasinya disebelah supir.  Orang-orang di sini sangat menghargai terhadap orang-orang yang punya keterbatasan. Demikian juga untuk para orang tua, omah-omah ada tempat duduk khusus.

Bus tujuan Lilydale – Healesville Sanctuary

Sampai di sini, kita lanjut lagi dengan angkot lain menuju Healesville.  Mirip-mirip pertigaan TSI, setelah sampai di pertigaan TSI, lanjut dengan angkot menuju TSI.

Angkot ini namanya  Mc Kenzies. Walaupun badannya bongsor, tetapi uniknya bus ini masuk ke pelosok-pelosok dari gang ke gang. Gang di sana seperti jalan besar. Hampir rata-rata penduduk saling kenal dengan penduduk lainnya dan juga Pak Sopir yang bule ini.  Bus di sana tidak ada kondekturnya. Juga tidak ada ngotot-ngototan karena duitnya kurang, khas orang kita.

Jadwal waktu keberangkatan selalu tepat.  Tidak ada kebut-kebutan, kejar setoran. Tidak juga menurunkan penumpang di tengah jalan. Supirnya rata-rata sudah tua, kakek-kakek. Pokoknya sangat nyaman. Sama seperti di Indonesia, antar penumpang sangat ramah, selalu saling bertegur sapa. Dandanannya sangat rapi, walaupun sudah nenek-nenek. Khusus ini memang agak beda, kadang Ibu-ibu kita, tidak mandi pun jadi. Sambil bawa belanjaan sayur-sayuran.  😀

Lalu lintas di sana, sangat sepi, tertip dan lancar.  Ada beberapa ruas jalan yang sedang diperbaiki, sehingga berkesempatan untuk lihat-lihat sekeliling dan ternyata yang melakukan pekerjaan itu ada juga yang wanita dengan sekop di tangan.

Ini lah hidup, di mana pun kita berada, perjuangannya  sama!

Jangan lupa, kalau pulang, bis terakhir dari Heasville sanctuary adalah pkl 16.00 waktu setempat. Lebih dari itu, sudah tidak ada lagi kendaraan. Apalagi ojek …

 

Baca juga artikel lainnya:

Iklan

One response to “Pengalaman Naik “Angkot” di Melbourne

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: