Go to the next level

Saya merasa, sudah waktunya, gambar header ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya tag linenya, “penikmat keindahan alam”. Saat ini menjadi “Go to the next level”.  Tag line ini semoga dapat menyemangati  hidup saya sendiri untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.  Hidup ini memang harus berubah, tidak statis.

Sudah waktunya untuk keluar dari zona kenyamanan. Walaupun apa yang saya sebut nyaman, sesungguhnya tidak nyaman-nyaman amat. Mungkin lebih tepatnya dinyaman-nyamankan. Padahal di dalamnya keropos, rapuh.

Istilah transformasi ini, saya dapat dari blog nya Ibu Evi di sini.  Sebuah kata sederhana, tetapi punya makna yang mendalam. Tentu, si empunya blog itu, akan terus berubah melalui karya-karyanya  di dunia nyata.

Untuk berubah  dibutuhkan keinginan, komitmen dan kemauan yang kuat.  Seperti kupu-kupu, dan kebetulan saya memang menyukai hewan mungik yang lucu ini. Ada tahap-tahapan untuk melakukan proses perubahan tersebut. Dimulai dari telur, ulat dengan berbagai stadium, prepupa, dan pupa. Jadi, sudah saatnya untuk berubah,  ke level berikutnya!.

Kalau  tidak mau berubah, akibatnya,  kematian! Hanya jadi loser, bukan winner.

Berapa banyak perusahaan yang mati, karena tidak mau berubah?. Kodak adalah salah satunya. Padahal siapa sangka perusahaan ini akan bangkrut?Padahal ada produknya yang masih saya simpan. Matinya perusahaan ini, karena tidak ingin berubah. Perusahaan ini ingin bertahan dengan produk seluloidnya, yang akhirnya kalah dengan produk digital.

Contoh lain,  sebentar lagi salah satu distro linux Mandriva pun akan gulung tikar.

Kita juga masih ingat, bagaimana dominasi Microsoft dan Intel pada perangkat computer beberapa tahun lalu. Hampir tidak ada yang kepikiran bahwa produk ini pun akan terus menerus mengalami penurunan.

Di pasar telepon seluler, tentu tidak dihindarkan dengan merek Nokia. Yang sekarang tenggelam oleh nama BB.

Bagaimana dengan Anda? Apa tidak mau berubah untuk kualitas hidup yang lebih baik?

Baca juga artikel lainnya:


4 responses to “Go to the next level

  • Evi

    Waduh, merasa tersanjung aku nih Mas Har…Thanks ya bikin hati saya senang membaca tulisan ini hehehe..
    Yah emang banyak yg mati karena terlambat menyadari perubahan ya Mas..Selain perusahaan raksasa diatas, dalam negeri Fuji Film juga termasuk di dalamnya ya? Terus pager dan sebentar lagi kantor pos🙂

    • harjo

      IYa, saya pikir setiap orang memang harus berubah. Menjadi lebih baik, lebih menyesuaikan diri dengan kehendak lingkungan, alam dan terutama sesuai dengan kehendak-NYA.
      Semula saya nggak begitu “ngeh” apa itu transformasi yg menjadi tagline nya di blog Ibu Evi …

  • cik kejora

    1)kehidupan yang lebih baik
    2)more travel
    3)more money and happiness – tolong orang yang memerlukan

    apa pun, semoga semuanya sukses. Pagi Mas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: