Dialog imaginer, antara aku dan jiwa ku: “Mau jadi loser or winner?”

Mumpung lagi libur lebaran dan 17-an, ada beberapa pekerjaan yang rencananya akan saya selesaikan. Semoga saja waktunya cukup. Dan bisa menghasilkan keputusan penting  setelah lebaran ini.

Hidup ini hanya sekali, belum terlambat untuk menentukan sikap,  “apakah akan menjadi loser atau winner?”  Sudah menjadi kodrat bahwa kita adalah manusia pemenang. Bayangkan, dari ratusan juta sel spermatozoa, hanya satu yang berhasil mencapai sel telur.  Betapa luar biasanya itu, dan itu adalah saya dan anda. Dan sejauh ini, mengapa saya harus mengambil peran menjadi seorang loser?

Sejatinya, pemenang adalah mereka yang mengetahui apa yang mereka inginkan dan memposisikan diri untuk fokus  dalam mencapai apa yang mereka inginkan.

Dua puluh tahun, adalah waktu yang tidak singkat untuk sebuah pengabdian. Hasilnya? …

Sudah waktunya untuk mengambil sikap untuk sebuah keputusan.  Tidak ada kata terlambat.  Banyak hal indah yang terlewati, tanpa kita sadari.

Hai jiwaku, bangkitlah.

Merdeka, bangsaku.  Merdeka, jiwaku. 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: