Cerita dari sebuah Busway: Cetak “duit”

Hari ini, nggak masuk kantor, karena ada keperluan di sebuah instansi di kawasan Cipete, Kementerian Pendidikan. Sekalian mau mencicipi indahnya naik busway minus penduduk Jakarta yang sebagaian besar  sudah mulai pulang kampung.

Ternyata di dalam busway, masih saja penuh sesak. Nggak kebayang jika hari-hari lain? Hmm…  Sementara berdiri di antara penumpang lain, ada seorang penumpang menerima panggilan telepon.

Sipenerima telp:  “hallo … iya pak, lagi di perjalanan nih. Bagaimana Pak, ada apa?”

Sipenelepon:   “bla-bla-bla”. 

*Sebab saya nggak tahu dong apa yang dia bicarakan.

Sipenerima:  “Oh … datanya ada di komputer saya Pak, tinggal di print aja”.

Sipenelepon:  “bla … bla … bla…”

Sipenerima: “Terserah Bapak saja, banyaknya …  di situ ada 20 ribuan, 50 ribuan, 100 ribuan … tinggal print”

Kira-kira, lagi cetak apa ya …    :-)

 


One response to “Cerita dari sebuah Busway: Cetak “duit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: