Menyoal Jejak Evolusi Manusia pada Pikaia gracilens

Judul di atas adalah judul tulisan saya terbaru di blognya Kompasiana.  Sudah lama, nggak nulis tema-tema seperti itu, karena kesibukan pada pekerjaan. Tema-tema seperti itu sebetulnya kurang diminati pembaca. Saya memaklumi, hidup ke depan, bukan ke belakang. Untuk apa menghabis-habiskan membaca tema-tema seperti itu, apalagi menuliskannya?  :-)

Tetapi dari sekian banyak pembaca, ada pelajar-pelajar SMA yang sedang mencari-cari kebenaran teori ini. Teori Evolusi adalah batu penjuru bagi para atheis, agnostik dan juga rasis. Khusus alasan terakhir hanya baru-baru ini saja saya menyadari. Adalah perhelatan akbar piala UEFA yang menjadi pemicu terungkapnya kasus-kasus rasis ini di benua yang katanya maju dalam peradapan, Nyatanya?

Kasus teriakan rasisme yang ditujukan kepada penyerang Italia, Mario Balotelli, dan Theodor Gebre Selassie, pemain belakang Republik Ceko. Dan pemain-pemain Belanda, dengan meledek bergaya dan teriakan-teriakan ala kera berbada rasis, menjadi jelas, betapa bahayanya pandangan-pandangan seperti ini. Dan betapa ngototnya para atheis yang mendebat tulisan-tulisan saya di blog kompasiana tersebut.


One response to “Menyoal Jejak Evolusi Manusia pada Pikaia gracilens

  • ada deh

    Check you history. Hitler used the Christian Bible to justify killing the Jews, as did the Spanish Inquisition.

    In fact, the Pilgrims used the Bible to justify killing the tribe they met in the New World, all the men, women, and children, just like the Bible commanded them to. These were the same “Indians” we paint in pictures of the first Thanksgiving, the ones that taught the Pilgrims how to survive in the New World. Do you know why they were called “Indians?” It was a Greek word designating them as “gentle people of God.” Not only did they slaughter them, but also bragged in their journals how easy it was.

    The slave industry in the United States was defended to the end by quoting the Christian Bible. The Mormons feel those with black skin are descendants of Cain and are not worthy of God, according to the Christian Bible. The root of racism is in the revealed religions of the world, and from my experience Christianity is the worst offender.

    You cannot blame an idea, or a religion, if someone abuses it and uses it as a rationalization for cruelty. And condoning an idea … whether it is evolution or Christianity … does not mean you are condoning the person who committed atrocities in the name of that idea.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: