Memahami fenomena tomcat

Tomcat, sumber : Surabayapagi.comMenarik,  memperhatikan fenomena Tomcat akhir-akhir ini, setelah sebelumnya fenomena ulat bulu. Ada fenomena apa dibalik  ini? Jawabnya sederhana, saya melihatnya ada ketidakseimbangan sistem-sistem ekologis. Alam sudah mengatur sedemikian rupa, bahwa keberadaan tomcat  ini secara tidak langsung sangat dibutuhkan oleh petani, karena menjadi musuh alami hama wereng.

Populasi hama wereng ini dalam rantai makanan akan dikontrol oleh serangga  yang memiliki nama ilmiah Paederus dermatitis  (Rove Beetle) ini. Spesies ini masuk ke dalam kelompok Coleoptera. Lalu, kenapa disebut Tomcat?  Karena bentuknya yang ramping seperti pesawat F-14, sehingga lebih mudah dalam menyebutkan.

Lalu kenapa terjadi ledakan populasi  serangga ini? Diduga jumlah seranggga yang biasa dimangsa di antaranya wereng ini jumlahnya semakin menipis. Kenapa menipis? karena lingkungan yang tidak mendukung hidup serangga yang di mangsa. Kenapa lingkungan tidak mendukung? Karena lingkungan yang selama ini tinggal serangga tersebut sudah habis untuk keperluan pembangunan perumahan.

Sehingga tidak heran jika tomcat ini memasuki daerah yang bukan lingkungannya. Sebetulnya bukan memasuki lingkungan perumahan, tetapi lingkungannya itu saja yang sudah berubah menjadi perumahan.

Kenapa tomcat ini tidak dibasmi saja?  Tekanan kepada sebuah populasi akan mempengaruhi siklus rantai makanan pada populasi lain, sehingga merusak ekosistem.  Ketiadaan tomcat, akan meledakan populasi hama wereng. Kalau hama wereng meningkat, maka akan mempengaruhi produksi beras nasional  yang selama ini sudah import. Ketahanan pangan menjadi lemah,  dan pada akhirnya akan memperpanjang cerita keterpurukan sebuah negara  … yang bermula dari mahluk yang bernama Tomcat. Jadi, tidak perlu harus dibasmi.

Postingan di atas, hanyalah cerita untuk anak saya, Adriel dan Debby.


8 responses to “Memahami fenomena tomcat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: