Supersemar

Habis membaca postingan RyNaRi  di sini, jadi saya tertarik untuk nulis Semar ini. Ini bukan soal Semar yang super maupun soal surat perintah sebelas Maret dari Presiden Soekarno kepada Soeharto.  Tetapi ini soal salah satu yayasannya Soeharto, Yayasan Supersemar.

Saya pun tidak mempersoalkan yayasan yang kemudian dipersoalkan di belakang hari menyangkut persoalan uangnya. Tetapi saya bisa menangkap pemikiran-pemikiran dan upaya-upaya Soeharto dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya kepada orang-orang yang berprestasi tetapi tidak ada biaya.

Untuk hal inilah saya sangat menaruh hormat kepada Sang Penguasa Orde Baru itu. Apa yang dia lakukan sangat terasa dampak dan pengaruhnya kepada saya saat itu. Kebetulan saya mendapatkan beasiswa dari Yayasan tersebut. Tanpa beasiswa itu mungkin saya tidak akan melanjutkan kuliah.

Sejak di awal awal kuliah, saya selalu memburu beasiswa, karena saya tahu setelah uang pinjaman untuk masuk kuliah ini, dipastikan selanjutnya akan mandek. Tidak bisa melanjutkan kuliah, karena ketiadaan biaya.

Dan beruntung apa yang saya upayakan, di tahun kedua, ternyata saya terpilih untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Sehingga paling tidak untuk 1 tahun ke depan, saya menjadi aman untuk tetap bisa lanjut kuliah. Dan beruntung setiap tahun hingga selesai kuliah, saya terpilih menerima beasiswa.

Dari Yayasan inilah, saya sangat menikmati apa yang dilakukan oleh Soeharto. Apakah biaya kuliah saat itu mahal? Tidak!  Biaya kuliah, biaya hidup saat itu sudah sangat murah, bayangkan saja, untuk SPP hanya seratus lima puluh ribu rupiah saja persemester. Coba bayangkan dengan alam yang sudah demokratis ini, biaya untuk masuk kuliah saja mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Apakah tidak luar biasanya biaya sekolah saat ini, dibanding ketika saya kuliah dulu? Ironis!

Semoga pemimpin saat ini bisa merubah gaya kepemimpinannya yang tersisa hanya beberapa tahun lagi, sehingga minimal ada sesuatu yang bisa dikenang oleh rakyat yang dipimpinnya. Jangan sampai menjadi pemimpin yang hanya bisa dikenang justru karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk negeri ini. Semoga rakyat bisa bertahan di tengah-tengah rencana (kebiasaan) menaikan BBM.

Ah … saya jadi merindukan Soeharto …


6 responses to “Supersemar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: