Sambil jualan, nyopet juga …

“Kejahatan bisa terjadi, karena ada peluang dan kesempatan, waspadalah, waspadalah!”. Itu adalah penggalan kalimat yang biasa diucapkan oleh seorang bertopeng, di sebuah acara berita di station televisi swasta.

Tetapi menurut saya, kajahatan bisa juga karena memang sudah menjadi kebiasaan. Kenapa disebut kebiasaan? karena kejahatan mereka ternyata sudah biasa diketahui oleh masyarakat sekitarnya. Artinya, biasa dilakukan oleh mereka.

Ini adalah sebuah kejadian yang saya lihat dan saksikan sendiri di depan sebuah restoran di Kota Mataram, Lombok, beberapa waktu yang lalu.  Seorang Ibu di sebuah angkot sebelumnya memberitahu ke saya, “hati-hati, karena disini banyak sekali pencopet, meskipun dia itu pedagang, bisa juga merangkap menjadi pencopet”.

Semula saya nggak begitu percaya dengan apa yang dikatakan si ibu itu, yang saya temui di angkot ketika sama-sama perjalanan dari Gili Trawangan menuju Mataram.

Tetapi, bagaimana pun saya tetap harus waspada atas nasihat tersebut. Selesai makan di restoran tersebut, dan ketika keluar, banyak pedagang yang menawarkan  mutiara yang dijajakan oleh para penjual tersebut. Kebaikan istri saya, semua penjual di belinya, tentu karena harganya sangat murah, jadi semua kebagian untuk dibeli, walaupun setiap pedagang hanya satu jenis barang. Kasihan nggak ada yang beli, sepi begitu …

Ternyata di antara pedagang itu, masih sempat-sempatnya seorang oknum pedagang untuk  berniat mencopet. Dari kejauhan saya perhatikan sang oknum pedagang itu. Tentu saya sebut oknum, karena tidak semua pedagang bersikap seperti itu. Sambil meraba-raba bawaan istri saya, pedagang itu mencari-cari obyek yang mungkin bisa dicopet. Rupanya sang pedagang itu tersadar kalau ulahnya sedang diperhatikan oleh saya. Semula saya bermaksud menangkap orang itu dan membawanya ke kantor polisi, tetapi saya urungkan. Karena memang tidak ada yang sempat di ambil oleh dia.

Satu hal yang saya tidak habis pikir, apakah kurang cukup dengan apa yang mereka usahakan sebagai pedagang mutiara? Sehingga mereka mau mencopet juga?

Sungguh, orang yang tidak tahu berterima kasih.

Iklan

8 responses to “Sambil jualan, nyopet juga …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: