Penabrak diri di Gunung Sahari

Malam itu, hujan turun rintik-rintik, waktu menunjukan pukul 08.30 wib. Lalu lintas di Jalan Gunung Sahari terlihat ramai lancar, kecuali di sisi jalur paling kanan ke arah Kemayoran, nampak tersendat.  Tiba-tiba saja ada seorang penyeberang jalan melintas, memotong jalur kendaraan yang saya lewati dengan jalan menyerong.  Tiba-tiba mobil depan saya menabrak sesuatu dengan bunyi yang sangat tidak keras.  Kendaraan dalam keaadaan macet, tiba-tiba nabrak, tentu hal yang aneh.

Seperti dugaan saya, pastilah orang ini berupaya menabrakan dirinya. Biasanya dia akan memancing keributan, sehingga orang banyak akan berdatangan. Seperti pengakuannya, apakah “akan mau dibikin besar, sehingga orang-orang ramai? Jalan hati-hati dong!”. Dari apa yang mereka omongin, jelas dia berupaya memeras.

Harapan mereka tinggal harapan, karena saya tidak terpancing untuk turun, untuk memarahi mereka. Karena menurut saya, mereka yang menabrakan diri.

Saya hanya membuka kaca jendela sedikit, dan melambaikan tangan, “maaf!”. Dia pun tetap ngoceh, dan mobil pun saya bawa pergi. Pas di lampu merah, rupanya gerombolan teman-temannya lagi nongkrong dan menghalang-halangi laju kendaraan. Saya hentikan mobil, dan orang-orang itu pun berlalu, tanpa ada persoalan. Rupanya trik menghadapi para penabrak diri ini, kurang lebih seperti itu penanganannya.

Iklan

13 responses to “Penabrak diri di Gunung Sahari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: