Diabetes (3): Hati-hati dengan perut yang membuncit

Sesungguhnya ini adalah bentuk perut saya sekarang ini   😦   makanya anak-anak saya pada complain. Dan si sulung pun menyuruh saya, “coba dech pah … berdiri tegak lurus, coba lihat jari kaki ke bawah, dan jangan membungkuk. Terlihat enggak?”.

Terlihat sih, tapi cuma ujungnya saja, sedikit, itupun sambil membungkuk sedikit …   🙂    “Artinya itu sudah termasuk buncit Pah …” begitu kata anak saya yang sulung.

Lain lagi sibontot, dia paling gemes lihat perut saya, selalu ingin menabrakan kepalanya ke perut saya  😀

Nampaknya saya harus benar-benar memberi  perhatian lebih untuk yang satu ini, memalui olahraga rutin dan diet rendah lemak.

Olahraga ini memang benar-benar bukan dikerjakan kalau ada waktu, atau pun sambil lalu. Harus benar-benar dijadwalkan. Itu adalah tekad saya. Makanya semalam saya coba cari sepatu khusus untuk  olahraga kesukaan saya, Badminton. Walaupun bisanya cuma tepak tepok, dan nggak pernah menang setiap bertanding.  Itu adalah olahraga yang saya sukai dibandingkan olahraga lainnya.

Lemak yang menumpuk di perut, atau disebut juga dengan lemak visceral adalah pangkal sering terjadinya diabetes. Semakin berat volume lemak visceral ini, risiko terkena diabetes akan semakin besar. Tidak percaya? Coba saja cek di jurnal Annals of Neurology edisi Mei 2010. Hasil riset yang melibatkan 700 orang dewasa ini, ternyata membuktikan hal tersebut.

Selain olahraga, program diet rendah lemak juga harus mulai dilakukan.

(Bersambung)


3 responses to “Diabetes (3): Hati-hati dengan perut yang membuncit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s