Lewat TOL ternyata lebih lama

Waktu tempuh antara  Cililitan ke Tanjung Priok sebetulnya  hanya butuh waktu, paling lambat 45 menit dengan kondisi  ramai lancar, tetapi  melalui TOL malah butuh waktu 2,5 jam dengan kondisi macet total.  Masalahnya adalah, saya tidak bisa balik lagi, begitu tahu kalau jalanan TOL macet total. Mengapa mereka tidak memberi petunjuk kalau jalan menuju Tanjung Priok itu macet. Sehingga kita bisa berpikir ulang, apakah lewat TOL ataukah lewat jalan biasa.

Dan lebih aneh lagi, informasi seperti itu  adanya di atas jalan TOL.  Lah, untuk apa informasi seperti itu, kalau sudah masuk TOL.

Lucu juga nih Jasa Marga.

Maksud hati ingin lebih cepat sampai di rumah, yaitu dengan melalui jalan TOL, apa daya, akhirnya sampai rumah pkl 20.30 wib. Padahaln TOL yang lancar, mulus, bebas kemacetan adalah hak konsumen. Untuk alasan itulah kita membayar.  Tentu saya tidak ingin membayar kemacetan. Plus bonus dag dig dug, karena jalannya ikut bergoyang setiap kalau mobil besar di sisi jalan yang satunya lewat. Wajar jika saya berpikir jelek, apakah jembatan ini cukup kuat, menampung macetnya kendaraan-kendaraan besar. Saya khawatir  ambruk saja!!!

Tetapi  saya tetap berpikir positif. Kalaupun ambruk, beruntung berada di atas jalan TOL, sepertinya masih sempat menyebut Nama Tuhan. Tetapi kalau ambruk pas saya berada di bawah? Sepertinya nggak sempat menyebut nama Tuhan, langsung jrottt  … gepeng!  :-(

Semoga Jasa Marga mendengar keluhan ini.


20 responses to “Lewat TOL ternyata lebih lama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: