Masih di Gili Trawangan

Kabarnya, dulu, pulau ini adalah tempat pembuangan para narapidana, yaitu tempat pembuangan  para pemberontak Sasak.  Tetapi sejak tahun 1970, kawasan ini banyak dikunjungi oleh orang-orang Sulawesi yang kemudian menetap.  Trawangan adalah pulau terbesar di antara dua pulau lainnya, Nemo dan Ayer.  Saat ini populasi penduduk berjumlah 800 jiwa.

Setiap malam di sepanjang pantai selalu ada acara pesta,  dengan live music-nya. Jadi, memang cukup meriah ketika malam tiba.

Sejak tahun 2009, Taman Wisata Perairan  Gili  Trawangan, juga Gili Meno dan Gili Ayer telah   dijadikan sebagai  Kawasan Konservasi Perairan Nasional, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 67/Men/2009, dengan luas 2954 Hektar. Artinya, kawasan perairan ini  dilindungi, dikelola dengan sistem zonasi, agar pengelolaan sumber daya perikanan dan lingkungannya dapat dimanfaatkan secara lestari,  berkelanjutan.

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:

 

Iklan

6 responses to “Masih di Gili Trawangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: