Gili Trawangan yang menawan

Penduduk Gili Trawangan sangat ramah, setiap kali saya berpapasan,  mereka selalu memberi salam, “selamat pagi” atau “good morning”.  Mereka pikir saya orang Jepang.  :-)  Bahkan ketika properti mereka saya gunakan sebagai obyek foto, mereka pun tidak complain. Artinya, mereka sangat sadar arti kehadiran turis, walaupun turis lokal model saya. Sudah lokal ngirit pulak  :D   Bagaimanapun kehadiran saya (minimal)  ikut memeriahkanlah …
Meskipun kehadiran turis di pulau ini  lebih didominasi turis mancanegara, mereka sangat wellcome terhadap turis lokal.

Keindahan bawah lautnya sangat bagus, itu baru di sekitaran pantai dengan menggunakan peralatan snorkeling, apalagi ke spot  tertentu di tengah laut di Gili Meno atau Gili Ayer. Hanya saja untuk melihat keindahan itu, harus bayar sekitar 100 ribu rupiah, harga saweran untuk 12 orang, sekaligus mengitari 2 pulau kecil lainnya termasuk makan siang.

Kami sendiri, cukup puas, hanya melihat dari atas dermaga, menikmati hilir mudiknya ikan berwarna-warni.  Beberapa ikan sempat terkail oleh seorang pemancing di ujung dermaga itu. Ikannya cukup besar, entah apa namanya … katanya sih ikan “mol?”. Ini hanya mancing di dermaga, apalagi di tengah laut? Pastinya merupakan tempat yang menarik, sayangnya saya nggak bawa pancingngan. Lagian, saya juga nggak begitu hobi mancing, kecuali lihat ikannya yang begitu menarik, bisa berjam-jam memandanginya.

Di sepanjang pantai tampak turis-turis yang sedang berjemur. Aneh ya, orang-orang kita malah ketakutan badannya gosong, sementara mereka malah berjemur.  Walaupun pantai, di sana ada larangan juga untuk bertelanjang “no naked” dan menurut saya memang seharusnya begitu. Kalau nggak, kehadiran kita bukannyta bertujuan  melihat keindahan pantai, malah melihat pemandangan orang  berjemur  🙂

Berbagai kelas penginapan tersedia di sini, dari yang juta-an hingga puluhan ribu tersedia di sini. Yang mahal biasanya disepanjang pantai, sedangkan yang murahan agak menjorok ke dalam, tetapi nggak begitu jauh. Meskipun murahan, tetapi banyak juga loh bule-bule yang menginap di penginapan yang saya inapi itu. Namanya Lily Homestay.  Enaknya, di sebelahnya ada cafe yang lumayan murah. Jadi, kalau lapar atau mau koneksian internet tinggal lari aja ke situ. Beres.

Airnya lumayan asin. Jadi, jangan complain kalau semua sayur di sini kuahnya pun berasa asin gitu. Namanya juga pulau kecil.

 

 

Cerita lain, tentang Gili Trawangan:


2 responses to “Gili Trawangan yang menawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: