Selamat Jalan Pak Eddy

Pagi tadi, seorang kawan saya meng-SMS bahwa pkl 04.00 wib pagi, akhirnya Pak Eddy, berpulang kembali kepada  Sang Pencipta.  Beliau sempat di rawat di Rumah Sakit Pasar Rebo, yang kemudian di rujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto (RSPAD) dan hasil pengecekan ternyata positif  menderita kanker otak dan juga kanker paru-paru. Dokter sudah memvonisnya sisa hidup adalah 6 bulan lagi. Ternyata kabar meninggalnya itu sudah terdengar tadi pagi.

Sebulan yang lalu, ketika mengikuti meeting, memang terlihat kondisinya sudah terlihat sangat lemah, dengan nafas yang tersengal-sengal.  Tetapi beliau tetap memaksakan masuk kantor.  Waktu begitu cepat sekali, ketika keluhan pertama itu timbul, keesokan harinya ternyata langsung menderita stroke, bagian kanannya lumpuh total, baik kaki maupun tangannya. Untuk beberapa waktu, atau mungkin dia sendiri tidak tahu penyakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya.

Dalam sebuah percakapan beberapa waktu lalu ketika saya membezuk, dia mengeluh, dia juga tidak tahu penyakit yang dia dideritanya itu, dia bilang belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Nampaknya, istrinya memang menyembunyikan perihal penyakitnya itu. Khawatir bertambah drop.

Satu hal yang ingin saya kenang dari beliau adalah, dia seorang yang sangat dekat dengan karyawan, beliau juga dekat dengan pimpinan. Sehingga kedudukan beliau menjadi amat strategis, baik dari sisi Pimpinan maupun dari sisi karyawan. Dalam banyak kasus, ketika ada kesalahan anak buahnya, tidak segan-segan dia ambil alih tanggungjawab, termasuk denda yang timbul akibat dari pekerjaannya tersebut.

Sehingga saya pun sangat menghormati beliau.

Dalam banyak kesempatan, saya sempat “memarahi beliau” karena kebiasaannya yang suka merokok dan juga ngopi yang 3 gelas besar penuh seharinya”. Saya bilang bahwa, ” itu sangat merugikan kesehatan, segala sesuatu yang berlebihan dipastikan akan mengakibatkan ketidakseimbangan dalam system tubuh”. Untuk beberapa saat, saya melihat dia memang mengurangi kebiasaanya yang buruk itu. Namun demikian kecepatan recovery tubuh rupanya kalah cepat dengan kecepatan sebaran penyakit ini, dari paru-paru menyebar ke otak.

Bagaimanapun ini adalah sebuah “jalannya” yang kita sendiri tidak tahu, kehendak yang Di Atas. Bagaimanapun beliau adalah sosok yang sangat dihormati dan disayang oleh segenap karyawan.

Selamat jalan Pak Eddy Mot, semoga amal ibadah menyertai Bapak selalu, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

 


10 responses to “Selamat Jalan Pak Eddy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: