Cryptozoology: Sains atau Pseudosain?

Itu adalah tema pertemuan ahli cryptozoology di Zoological Society of London, beberapa waktu lalu. Mungkin banyak yang belum tahu, apa itu Cryptozoolgy? Menurut Wikipedia, Cryptozoology adalah  ilmu tentang pencarian hewan yang tersembunyi, yang keberadaannya belum terbukti. Istilah ini sendiri diciptakan oleh John Wall pada tahun 1983. Cryotozoology sendiri bukanlah cabang ilmu yang diakui oleh Zoology, hanyalah merupakan pseudosains karena lebih didasarkan atas dugaan, penampakan dan anekdot semata.

Bahkan perdebatan salah satu contoh cryptid seperti: Loch Ness di Skotlandia yang mirip Plesiosaurus,  sampai saat ini masih terus berlanjut. Menurut Charles Paxton dari University of St. Andrews, “jika ditemukan hewan prasejarah yang hidup saat ini, menyiratkan ada sesuatu yang salah dengan pemahaman kita tentang fosil”.

Saya setuju dengan pendapat tersebut, sebagaimana kelirunya juga kita dalam pemahaman dengan apa yang disebut fosil hidup seperti: ikan Coelacanth yang makhluknya belum lama ini ditemukan di Manado.  Makhluk cryptid ini juga bisa dilihat di museum Cryptozoology di Portland, Maine,  Amerika Serikat.

Kalau Cryptozoology dikatagorikan sebagai pesudosains, lalu bagaimana dengan Teori Evolusi. Menurut saya sama, sama-sama Psedosains.


3 responses to “Cryptozoology: Sains atau Pseudosain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: