Mengunjungi Suaka Healesville

Merupakan salah satu kawasan suaka satwa terkenal di Australia.  Semacam kawasan konservasi secara ex-situ khususnya untuk binatang khas Australia yang ditangkarkan di luar habitatnya.   Menarik, karena hanya di tempat ini hewan-hewan khas  Australia tersebut  dapat dilihat dari dekat dan berinteraksi langsung, seperti: Platypus,  Koala, Wombat, Emu, Tasmanian Devil, Echidna dan Dingo. Di mana menariknya? Mengapa Sang Pencipta hanya menempatkan binatang-binatang tersebut endemik hanya  di Australia. Mengapa di tempat lain tidak ada? Nah …

Berbeda dengan Melbourne Zoo, binatang di sini dibiarkan hidup bebas, dengan habitat yang dibuat sesuai keadaan alamnya. Untuk mencapai lokasi ini, dibutuhkan ekstra  keberanian (tapi ini menurut saya), karena  ketika saya kesini tidak menggunakan jasa travel, melainkan menggunakan kendaraan umum yang sebelumnya tanpa mempelajari lebih dulu. Modal nekat, karena keinginan yang kuat untuk melihat suasana di pedalaman Australia lebih khusus lagi  untuk melihat Platypus, yang sedari dulu hanya melihat gambar-gambar di pelajaran Biologi saja.  Hewan ini adalah hewan berparuh bebek yang unik, bertelur, tetapi menyusui anaknya. Aneh bukan? Nah baru kali ini saya lihat wujud aslinya. Luar biasa!

Sayangnya, ketika ke sini tidak diperbolehkan  memotret. Maklum platypus sangat peka terhadap cahaya. Beberapa kali kami sempat melihat hewan  yang  kebetulan bertubuh mungil ini hilir mudik di dalam aquarium di lorong yang gelap.

Sebagai catatan bahwa, untuk mencapai Healesville Sancuatuary  dibutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan. Pertama,  menggunakan kereta api dari station kereta di Flinder Street Station hingga ke Lilydale Station. Kemudian dilanjutkan naik bis No 685 ke Heasville. Selanjutnya naik Bis No 686 hingga ke lokasi.  Sebetulnya, bias juga langsung naik bis dari Melbourne ke sini, tetapi jalur pertamalah yang saya pilih. Cuma mau tau aja.

Halaman depan  Healesville Sanctuary suasananya begitu sepi, beberapa mobil pribadi dan caravan terpakir di halaman, hanya saya saja pengunjung yang menggunakan kendaraan umum.  Bis umum ini pun isinya hanya 2, saya dan istri. Tetapi Pak Sopir yang sudah berumur  itu dengan setia mengantarkan para penumpang ke tempat-tempat yang dituju. Seluruh penduduk desa, sepertinya dikenal oleh Pak Sopir ini. Maklum, wilayah yang luas, tetapi penduduk sangat sedikit. Jalan-jalan kecil menuju rumah-rumah penduduk tetap dia lalui,tanpa potong jalur untuk mempersingkat waktu.

Hamparan perkebunan anggur yang luas, ternak domba, rumah-rumah penduduk desa dengan halaman luas, menambah indahnya perjalanan saya kali ini di Australia.

Tiket masuknya  AUD 49.60 untuk 2 orang dewasa, tentunya ini cukup mahal bagi orang Indonesia. Mungkin tidak seberapa bagi penduduk local.  Binatang pertama yang saya lihat adalah  Emus. Binatang ini tentu tidak asing lagi, karena memang banyak terdapat di kebun-kebun binatang di Indonesia. Binatang kedua adalah: Koala yang lagi molor. Sehingga  saya tidak berhasil mendapatkan gambar yang bagus. Dan kebetulan juga saya tidak membawa lensa zoom yang kebetulan lagi diservice. Ketiga, Echidna, yang seperti landak. Keempat, kangguru, binatang yang banyak terdapat di kebun binatang Indonesia. Jadi, tidak perlu saya ceritakan lagi. Kelima, dingo. Binatang ini sebetulnya adalah anjing (paling nggak menurut saya) kalaupun ada perbedaan,  hanyalah  keanekaragaman variasi species saja. Binatang ini sangat sering dibahas pada  pembahasan teori evolusi (kalau ada waktu mungkin  saya akan nulis tentang masalah perdebatan tentang evolusi dingo ini, pada tulisan terpisah).

Di sini saya tidak berani terlalu lama, khawatir tidak ada bis lagi yang mengantar kami ke Lilydale Station.  Jangan berharap seperti di Jakarta, yang bis-bis nya berseliweran. Di ini sangat jarang, dan terjadwal hanya ada setiap 2 jam sekali. Kalau yang terakhir ini terlewat, habislah …

Menunggu cukup lama, dengan harap-harap cemas, sambil tiduran di halte bis. Akhirnya bis yang ditunggu-tunggu dating juga. Dan benar saja ini adalah bis terakhir, sehingga bis ini pula  yang seharusnya hanya sampai di Hyw Green Street  tetapi langsung mengantarkan saya ke Lilydale.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: