Taxonom, Kepunahan vs Penemuan

 Tulisan ini dibuat dalam rangka memperingati ulang tahun Carolus Linnaeus,  Bapak Taxonomi,   seorang yang tidak mempercayai Teori Evolusi

Sejak tahun 1758 hingga sekarang, ternyata baru 20 persen saja, tumbuhan dan hewan yang berhasil diidentifikasi. Menurut Quentin Wheller, seorang ahli Entomologi pada International Institute for Species Exploration, masih ada sekitar 10 jutaan lagi yang belum dideskripsikan, baik pemberian nama ilmiah, maupun klasifikasinya.  Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman hayati (biodiversity) tertinggi di dunia. Sehingga sangat mungkin, banyak tumbuhan dan hewan yang belum teridentifikasi, bahkan bisa jadi yang kita lihat setiap hari.

Identifikasi terhadap species ini menjadi penting, dengan demikian langkah selanjutnya adalah tinggal memahami peranannya dalam ekosistem. Kasus penemuan Duiker (Philantomba walteri) adalah sebuah contoh menarik, sekaligus mengejutkan. Hewan baru ini justru ditemukan pertama kali di pasar daging di Afrika. Binatang yang belum dideskripsikan, tetapi sudah dieksploitasi habis-habisan untuk dikonsumsi, nyaris ke jurang kepunahan.

Melihat kasus di atas, nampaknya saat ini,  dunia sangat membutuhkan para taxonom,  untuk memenangkan perlombaan antara: kepunahan VS penemuan.

Kebetulan saya menyukai insekta, khususnya Lepidoptera. Dulu,  ketika mencari specimen, mau tidak mau harus membunuh hewan tersebut kemudian dimasukan ke dalam tabung yang selanjutnya diidentifikasi di laboratorium.  Dengan perkembangan teknologi kamera digital, menurut saya seharusnya cara-cara konvensional tersebut tidak lagi diperlukan. Tinggal photo, kemudian identifikasi. Cara-cara tersebut, bisa jadi tidak sesuai dengan kaidah saintifik, tetapi paling tidak, menurut saya dengan cara mendokumentasikan melalui foto  adalah  langkah awal untuk memulai identifikasi terhadap objek yang kita amati, sebagaimana yang dilakukan salah satunya oleh komunitas Foto Biodiveristas Indonesia (FOBI).

Di komunitas tersebut bisa saling berdiskusi terhadap hasil buruan kita mengenai hewan dan tumbuhan yang kita foto. Jika hasil foto kita tidak ada di situs tersebut, coba cek di situs lainnya. Jika tidak ada juga, nah … jangan-jangan memang ini adalah hewan atau tanaman baru yang belum pernah diidentifikasi?

Selamat berburu!

Selalu ada alasan untuk menjelajahi keindahan alam Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: