Minumlah susu, tetapi jangan terlalu sering

Selama ini kita tahunya, kalau susu itu adalah minuman yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tentu masih ingat, dengan pelajaran ketika masih di Sekolah Dasar, mengenai pola makan, “4 sehat dan 5 sempurna”.  Makanan yang kita makan selama seharian, dianggap tidak sempurna jika tidak ditambahkan  segelas susu di dalamnya. Pandangan ini nampaknya perlu dipertimbangkan kembali.  Mengingat susu adalah minuman yang bersifat asam, ketika masuk ke dalam tubuh, maka tubuh akan berusaha menetralkannya menjadi basa, yaitu dengan melepaskan kalsium yang diambil dari tulang dan darah. Apa yang direspon tubuh adalah reaksi wajar untuk menjadikannya basa.

Kalsium yang terlepas dari tulang, tentu akan menyebabkan tulang menjadi cepat rapuh, keropos (osteoporosis). Kasus-kasus seperti ini bukan sedikit terjadi, tetapi sering. Lalu bagaimana dengan adanya susu yang katanya dapat menguatkan tulang dan menghindari osteoporosis? Justru karena iklan inilah, saya menjadi tahu, kalau susu itu benar-benar akan menggerus kalsium tulang. Sehingga untuk menutup kekurangan kalsium tersebut, maka wajar jika susu itu haruslah ditambahi kandungan kalsium yang sangat tinggi. Sehingga keberadaannya minimal menjadi balance, tetapi siapa yang bisa membuktikan? Jangan-jangan malah semakin berkurang …  Percaya boleh tidak, faktanya, penduduk dengan konsumsi susu terbesar seperti Amerika, Finlandia, Denmark, dan Swedia justru lebih banyak ditemui kasus-kasus osteoporosis, dibanding dengan negara-negara yang konsumsinya rendah.

Susu, pada awalnya bukanlah makanan yang baik. Terbukti, ketika pertama kali orang yang tidak biasa minum susu, kemudian tiba-tiba  diberi susu, apa yang terjadi? Ada resistensi tubuh, perut itu menolak, sakit perut, mencret. Pada akhirnya memang, lama-lama terbiasa, sehingga minum susu menjadi bukan masalah, karena memang dibiasakan. Tetapi apakah ini hal yang bisa diterima?

Susu, biasanya diperah kadang-kadang dari sapi-sapi yang hamil. Sapi yang hamil mengandung hormon estrogen yang tinggi yang akan masuk ke dalam susu. Dan susu inilah yang akan dikonsumsi oleh anak-anak.  Sehingga tidak heran, banyak anak-anak baru kelas 4 SD saja sudah ada yang menstruasi. Kondisi ini berbeda dengan para orang tua dulu, yang rata-rata baru mendapat menstruasi dikelas 2 atau 3 SMP. Dan sepertinya ini patut diduga ada kaitan dengan kebiasaan minum susu tersebut.

Lalu bagaimana pengaruh susu terhadap usus. Dulu tidak dikenal penyakit kolitis ulseratif dan penyakit kerusakan usus besar lainnya, sekarang banyak sekali ditemui. Ini pun diduga terkait dengan konsumsi susu.

Bagaimana dengan anda?  Ketika baru menyelesaikan tulisan ini, saya pun mengakhirirnya dengan segelas susu.  Minum susu boleh, tetapi bukan sesuatu yang mengikat dan menjadi kebiasaan.


5 responses to “Minumlah susu, tetapi jangan terlalu sering

  • ipungmbuh

    Maka dari itu, minumlah Kopi =)

    • Harjo

      Ok, juga, yg penting jangan menjadi terikat. Kebanyakan orang justru terikat, sehingga tidak bisa melepaskan diri dari kopi, “lebih baik tidak makan, dari pada tidak ngopi” buset!. 🙂

  • Ely

    wuiii … baru tahu aq soal susu yg bikin anak2 skrg mensnya lbh cepet krn diperas dr sapi yg lagi hamil, thanks infonya

    aku sampai skrg belum terbiasa minum susu … nggak kayak keluargaku di sini yg lain yg dah terbiasa minum susu ….

    btw .. apa kabar ?

    • Harjo

      Kabar baek … gimana kabar Ely? Semoga sukses ya …
      Apa yg ditulis di atas, hanya sebatas teori saja, dari seorang dokter spesialis usus. Namanya juga teori, bisa betul, bisa juga tidak.
      Tetapi tidak menutup juga kemungkinan, betul, sebab rata-rata anak sekarang membuktikan hal tersebut.

  • Seseorang

    Nggggggg. Cukup mengerikan karena saya suka minum susu kotak. Tapi makasih infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: