Gunung Bunder, keindahan alam pegunungan dan curugnya

Dua puluh tahun yang lalu, saya pernah membentuk  Field Research Conservation Study (FRCS), sebuah organisasi di bawah himpunan mahasiswa di kampus saya. Sebuah organisasi yang mengakomodir keinginan mahasiswa untuk menjadi periset dibidang keanekaragaman hayati (Biodiversity).  Objek riset yang dikerjakan saat itu adalah penelitian Keanekaragaman flora dan fauna di kawasan desa Gunung Bunder, di kaki gunung Salak.  Saat itu gunung salak, belum menjadi kawasan taman nasional, dan baru sebatas usulan dari sebuah organisasi yang benama Biological Science Club (BScC).

Saat itu, untuk mencapai lokasi ini cukup merepotkan,  kondisi jalan desa yang berlubang dan berbatu-batu.  Berbeda dengan saat kemarin saya mengunjungi lokasi yang sama. Jalannya sangat bagus, bahkan semakin menuju lokasi, semakin mulus, berhotmix.  Waktu tempuh dari Jakarta hanya kurang lebih 2 jam saja. Jalur yang saya ambil adalah dari TOL Jagorawi, keluar di Sentul City, kemudian masuk lagi ke TOL lingkar luar terus  menuju Dramaga IPB.

Setelah melewati pertigaan Ciampea, pangkalan ojek, belok kiri. Jarak tempuh dari pertigaan ini ke desa Gunung Bunder tinggal 14 km lagi. Kendaraan angkot yang melayani trayek ini adalah no 32.,  sayangnya tidak sampai di lokasi, harus dilanjutkan dengan naik ojek motor. Atau berjalan kaki, itu pun kalau kuat  …  🙂

Kesejukan udara, sudah mulai terasa, begitu memasuki pintu gerbang kawasan taman nasional gunung salak-halimun yang rimbun oleh tajuk pepohonan rasamala (Altingia excelsa). Kelelahan perjalanan, serasa hilang seketika. Sebuah tempat wisata yang menurut saya cukup  menarik sebagai alternatif selain kawasan Puncak yang sudah penuh sesak dengan pemandangan … warung!!!

Beberapa tempat wisata alam menarik di sini selain keindahan pegunungan nya sendiri adalah:  curug pangeran, curug cigamea, curug cihurang, curug ngumpet, curug seribu, dll. Selain itu, ada pemandian air panas, dan kawah ratu.  Hanya saja untuk mencapai kawah ratu harus berjalan lagi, sekitar 2 jam perjalanan.

Jika dulu, di sepanjang jalan ini sangat sepi, saat ini sudah banyak warung-warung penjual makanan, bahkan penginapan. Vila-vila pun, saat ini sudah mulai banyak ditemui. Akses tol lingkar luar selepas Sentul, nampaknya akan membuka peluang kawasan ini menjadi semakin terbuka lebar.


4 responses to “Gunung Bunder, keindahan alam pegunungan dan curugnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s