Kenapa lubang hidungnya menghadap ke atas?

 

Rhinopithecus strykeri, monyet hidung pesek (snub-nosed monkey) (foto: Dr. Thomas Geissmann)

Kebetulan hari Minggu ini ada sedikit waktu kosong, sejak kemarin memang sudah saya jadwalkan bahwa hari ini akan membuat tulisan  tentang monyet berhidung pesek (snub-nosed monkey). Inti tulisan ini sebenarnya adalah retoris kepada para  evolusionis, postingan lengkap sudah saya upload di sini,  http://www.kompasiana.com/harjo

Ringkasnya, belum lama ini, para ilmuwan telah menemukan spesies baru monyet hidung pesek lain (yaitu selain berwarna emas yang biasa dikenal), yang bulunya berwarna hitam tetapi jenggot dan daun telinga putih, serta ekor yang panjang. di kawasan hutan Myanmar bagian Utara.  Penduduk di Myanmar menyebut monyet ini dengan sebutan Mey NwoahThomas Geissmann, seorang ahli Antropologi dari Universitas Zurich-Irchel memberikan nama ilimiah: Rhinopithecus strykeri, sebagaimana yang ditulis di American Journal of Primatologi bulan lalu.

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah, Mengapa lubang hidungnya menengadah ke atas?”.

Para evolusionis tentu akan kebingungan dengan kenyataan ini, sebagaimana dikemukakan oleh  Thomas Geissmann, “Ini adalah hal baru dalam ilmu pengetahuan. Sangat tidak biasa menemukan monyet yang memiliki karakteristik lain daripada yang lain.”

Inilah tugas para evolusionis untuk menjawab tantangan pertanyaan, “ mekanisme seleksi alam apa yang membuat bentuk hidung tersebut menengadah ke atas, seolah mau ‘menadangi’ air hujan?”.

Pertanyaan ini djiawab oleh  Nina Jablonski, seorang ahli primatologi Penn State bahwa, “moncong yang datar membantu mereka bertahan dalam udara yang dingin, yang dapat menyebabkan radang dingin (frostbite) pada hidung biasa” (NGI, edisi Febuari 2011)

Menurut saya ini jawaban yang sangat tidak masuk akal, terbalik!. Justru moncong yang tidak datarlah yang membuat panas tubuh itu tidak mudah terbuang.  Perilaku Rhinopithecus dalam menghadapi hujan dengan duduk dan posisi kepala yang diselipkan di antara dua lutut  yang seolah melindungi lubang hidungnya ini, jelas bertentangan dengan pendapat Jablonski tersebut.  Untuk lebih detailnya, bisa dilihat diblog saya di Kompasiana, di atas.


One response to “Kenapa lubang hidungnya menghadap ke atas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: