Pusat Penangkaran Panda di Chengdu

Chengdu, 9 April 2010

Menurut saya, Chengdu adalah kota yang sangat menarik. Kota yang  relative bebas polusi, karena hampir semua kendaraan umum menggunakan energi listrik dan  accu. Kalau saja Jakarta seperti ini, wah asyik banget.  Di sudut-sudut kota, selalu saja ada tempat-tempat untuk kebugaran. Siapa pun bisa menggunakannya, gratis.

Sinar matahari dari pagi hingga sore, tidak terlihat, selalu tertutup awan.  Meskipun sudah memakai jaket  tebal, tetap saja udara dingin menusuk-nusuk sampai ke sendi-sendi  tulang …  brrr … duingin!.

Selama dua hari ini, saya tidak berani mandi, saking dinginnya.

Bus pengangkut penumpang menuju penangkaran panda

Jadwal pagi ini, saya merencanakan untuk mengunjungi pusat penangkaran Panda terbesar di China. Sengaja tidak sarapan di hotel, mau nyobain jajanan di pinggiran jalan, yang mirip-mirip kaya di Glodok, atau film-film silat Mandarin.

Untuk pagi ini, menu sarapan saya adalah cakwe goreng.  Bedanya dengan yang di Glodok, pake sambel  yang luar biasa asemnya, tetapi kalau di sini, pakai kuah, di makan panas-panas. Lokasi nya ada di depan terminal bus.

Meskipun Mix Hostel menyediakan paket perjalanan tur “Daily Panda Tour” tetapi saya lebih suka memilih jalan sendiri, menggunakan kendaraan umum.  Sepertinya lebih mengasyikan dan yang pasti  lebih murah. Saya sudah menyasarkan diri, tetapi toh  tetap sampai juga di tujuan. Cuma berbekal peta yang disediakan oleh hostel.

Sedang melalap bambu muda

Hanya dua kali ganti kendaraan umum saja, dari tempat saya menginap. Pertama naik Bis kotak, khusus angkutan wisata, menuju station bis Zhao Jueisi. Dan dari station bis ini  di lanjutkan dengan bus nomor : 198 dari stasion bis Zhao juesi langsung ke pusat penangkaran.

Semula saya menduga, bahwa  Pusat penangkaran ini, pastilah berada di dekat hutan, atau hutan suaka, sepertinya Taman Safari di Cisarua.  Ternyata tidak,  pusat penangkaran tersebut berada dekat  pusat  perindustrian, hanya dibatasi pagar bambu.

Ketika berkunjung, beberapa ekor panda sedang asyik berjemur berkelompok. Hanya  dua ekor saja  yang terlihat sedang asyik menikmati makan siangnya, ngelalap bambu muda, sambil tiduran dengan asyiknya. Binatang yang lucu, sekaligus binatang yang sangat langka. Wajar jika WWF menjadikan Panda sebagai logonya.

Pulangnya saya, menggunakan bis yang lain, dan akhirnya terdampar di Chengdu Tourism Distributing Center, di sebelah Selatan jembatan Xinnanmenn. Merupakan pusat layanan dari kumpulan para penyelenggara travel untuk mengantarkan para turis. Jadi dari tempat ini lah, kita bisa memulai, kemanapun kita  mau mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya  di Chengdu.  Inilah enaknya jadi backpacker, tanpa harus  terikat oleh jadwal  yang disediakan oleh travel. Bebas.

(Bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: