Tiba di Chengdu

Chengdu, 8 April 2010

Hujan rintik-rintik menyambut kedatangan saya di  Shuangliu International Airport, Chengdu.  Lima jam perjalanan ternyata tidak begitu melelahkan, karena  suasana pesawat yang ramai dengan bahasa yang tidak saya mengerti. Udara dingin langsung menyergap, begitu keluar dari bandara. Jam saya menunjukkan pkl 11.30 wib. Kota yang baru pertama kali saya kunjungi ini, terlihat begitu sepi. Beberapa supir taksi sibuk membujuk. Bis yang saya cari-cari no 300 ternyata sudah tidak ada, karena sudah terlalu malam.

Salah satu sudut ruangan di Mixhostel, Chengdu (HJ)Terpaksa saya menggunakan Bis No 303 dan dilanjutkan dengan “odong-odong” untuk menuju penginapan yang sudah saya booking sebelumnya melalui hostelworld,  Mix Hostel (www.mixhostel.com) . Ternyata tidak sulit menemukan, karena berada di pusat kota., dekat dengan station kereta, juga dekat dengan station bis. Cukup strategis.

Malam itu, MixHostel  terlihat sangat  ramai oleh para backpacker dari berbagai Negara. Jadi sesuai dengan namanya, Mix.  Saya memilih twin room dengan rate 70 RMB, di lantai 2. Untuk menghemat waktu, selesai memasukan barang-barang dan membasuh muka, saya langsung turun ke resepsionis. Minta bantuan staf Mix Hotel untuk mengurus perijinan memasuki  Wilayah Tibet. Ya Tibet, karena destinasi  backpacking saya tahun  ini adalah Mount Everest. Memasuki wilayah ini, memang terbilang ribet dan sangat ketat. Maklum, China sangat sensitive untuk urusan Tibet.Di depan station kereta Chengdu (HJ)

Pengurusan ijin sebetulnya sudah saya lakukan sejak di Jakarta, melalui Kedutaan Besarnya. Hanya saja, pihak Kedutaan tidak melayani perijinan tersebut, mereka menyarankan untuk mengurus perijinan tersebut di Chengdu, sebagai pintu gerbang memasuki wilayah Tibet tersebut. Tetapi untuk memasukinya pun tidak bisa secara pribadi, harus melalui jasa travel.  Lucukan? Backpacker dipandu oleh tour leader :D  Tibet memang daerah terlarang, termasuk untuk orang China sendiri. Untuk memasukinya harus ada ijin khusus yaitu TTB yang dikeluarkan oleh otoritas di Chengdu.

Istri saya, di depan station kereta Chengdu

Menurut Laura, salah seorang Manager Hotel Mix, “selama bulan Maret 2010 seluruh turis tidak diperbolehkan masuk ke Tibet, dan baru kali ini  dibuka kembali  yaitu sejak  1 April 2010 yang lalu. Butuh tiga hari kerja untuk mengurus perijinan memasuki wilayah Tibet”.  Dan biayanya pun ketika saya lihat di daftar harga, sangat mahal, tergantung obyek wisata yang akan dikunjungi. Akhirnya rencana melihat Mt Everest, Lasha, Potala Palace, Sygatse, Gyangtse, Barkhore Squan, Jokhang … batal. Mengingat jatah cuti saya hanya 10 hari, belum lagi terpotong hari Sabtu dan minggu, jadi total menunggu sampai 5 hari, kelamaan.  Sayang, kalau waktu yang ada Cuma buat nungguin ijin masuk Tibet.  Terpaksa saya harus menjalankan Plan B, Beijing.  Saya rencanakan berangkat lusa, dengan kereta api. Ya …  setelah ngubek-ngubek kota Cengdu dulu tentunya.

(Bersambung)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: