Pembobolan Kartu Kredit

Saat ini kembali marak pembobolan kartu kredit. Anehnya cara pembobolan dilakukan hanya dengan cara-cara yang sangat sederhana. Sipembobol hanya coba-coba (try and error) atas 3 digit nomor terakhir saja. Dan ternyata cara ini behasil untuk melakukan transaksi secara online.

Atas kasus tersebut, menunjukan bahwa, sipembobol sudah memiliki data-data kartu tersebut, hanya tinggal mencoba-coba 3 nomor terakhir saja. Sehingga penting bagi kita untuk mengamankan data-data fisik yang ada di atas kartu kredit yang kita gunakan.

Dulu, saya sangat khawatir, kenapa Bank penerbit kartu kredit membiarkan tiga nomor digit terakhir dibiarkan terlihat dengan mudah. Padahal nomor itulah yang paling penting, dan menjadi alat validasi (CIV)  pada saat melakukan transaksi secara online.  Biasanya di sebuah website, nomor CIV tersebut dibuat tersembunyi (tanda bintang) ketika mengisikannya. Mengapa Bank tidak menyembunyikan nomor tersebut? Seolah-olah memberi kesempatan untuk dibobol?. Sehingga cara paling baik, untuk mengamankan nomor tersebut adalah dengan menghapus nomor tersebut dari kartu kredit atau menutupnya.

Masalahnya, kali ini para pembobol akan mengira-ngira kemungkinan kombinasi dari ketiga angka tersebut. Dan ternyata upaya tersebut berhasil, terbukti salah satu Bank penerbit kebobolan, sebagaimana diberitakan di sebuah Harian Media Indonesia pagi ini (21/7).

Mungkin pengalaman saya ini bisa dijadikan salah satu trik dalam mengantisipasi untuk menghindari dibobolnya kartu kredit, yaitu:

  1. Kartu kredit yang biasa saya gunakan untuk online,  saya batasi hanya, Rp 3.500.000,- saja. Sehingga kalau digunakan diatas limit tersebut, tentu tidak akan diapprove oleh bank penerbit.
  2. Jangan membiarkan kartu kredit dibawa oleh staf toko/pegawai di mana kita melakukan transaksi, tanpa kita dapat mengawasinya.
  3. Tiga digit nomor di belakang kartu kredit, sebaiknya dihapus atau ditutup.

Hanya saja, karena strategi saya yang hanya membatasi limit sekecil itu, agak menyulitkan juga ketika hendak malakukan transaksi di atas nilai tersebut secara off line. Dan Bank lain pun menjadi kurang percaya, katika kartu ini dijadikan referensi untuk membuat kartu lain. Kenapa quota nya hanya sebesar itu. Berarti dari sisi finansial menjadi tidak cukup meyakinkan untuk menambahkan kartu kredit di bank lain.  🙂 nggak apa-apalah …

Semoga kejahatan pembobolan kartu kredit ini, akan berkurang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: