Konsep penyembuhan diri sendiri

Tubuh sebetulnya punya kemampuan untuk melakukan penyembuhan diri sendiri. Sebagaimana pengalaman saya selama ini. Atas kemurahan Tuhan saja, saya termasuk orang yang jarang sakit, dan jarang pula ke dokter. Tetapi bukan berarti tidak pernah sakit. Kalau sekedar batuk, pilek, demam, dsb terkadang dialami juga, tetapi biasanya hanya 1 atau 2 hari langsung sembuh, dengan tanpa minum obat. Itu dulu.

Hanya sejak setelah menikah saja, sepertinya kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri semakin berkurang kekuatannya. Saat ini dibutuhkan obat warung untuk untuk dapat sembuh dari penyakit-penyakit tersebut, bahkan perlu beberapa hari untuk sembuh.

Ketidakmampuan tubuh dalam menghadapi penyakit ternyata semakin meningkat pula. Belakangan flu saya tidak sembuh-sembuh bahkan hingga sebulan lebih. Sengaja saya biarkan, apakah tubuh masih bisa menyembuhkan diri sendiri?. Ternyata tidak. Sehingga sejak saat itu dibutuhkan bantuan dokter untuk mengatasi penyakit tersebut.

Dari kasus tersebut, nampaknya ada trend peningkatan ketidakmampuan tubuh dalam melawan penyakit. Jika sebelumnya tidak minum obat, menjadi perlu minum obat warung. Jika sebelumnya dengan obat warung akan sembuh hanya dalam 2-3 hari, selanjutnya perlu 1-2 minggu untuk sembuh. Bahkan belakangan jika ketemu flu lagi, akan berbulan-bulan jika tidak diobati. Dan celakanya yang terkahir saya harus kedokter spesialis, untuk dapat sembuh dari penyakit tersebut.

Jadi, keberadaan obat dalam menghadapi penyakit, sebetulnya memadamkan kemampuan tubuh atau lebih tepatnya gen yang ada di dalam tubuh dalam menyembuhan diri sendiri.

Apa yang saya kemukakan di atas sebetulnya pengaruh kebiasaan saya sejak kecil, yang tanpa saya sadari sudah menjadi kebiasaan. Setiap menderita sakit, saya hanya bersikap pasrah, dan berdoa saja, karena memang kesulitan untuk membiayai pengobatan waktu itu. Sehingga jika terpaksa harus sakit menjadi terbiasa untuk tidak berobat, karena saya yakin tubuh akan sembuh dengan sendirinya. Ternyata ada baiknya juga mengambil sikap seperti ini.

Pendapat saya bahwa, tubuh punya kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri, ternyata ada dasar ilmiahnya. Sebelumnya saya tidak pernah membaca literature terkait dengan masalah tersebut. Secara tidak sengaja saya membaca hasil penelitian dari Dr. Kazua Murakami dalam bukunya: The Divine Message of The DNA. Ternyata konsep penyembuhan diri sendiri sudah muncul sejak jaman dulu, bahwa tubuh memang punya kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Lebih lanjut menurut Murakami (pada halaman 64), bahwa gen lah yang sebetulnya memerintahkan tubuh untuk sembuh. Di dalam gen ternyata sudah ada program untuk penyembuhan tersebut hanya saja tersembunyi (dorman). Gen dorman tersebut ternyata dapat diaktifkan, kalau saja kita mau menyalakan melalui pikiran-pikiran yang positif, bahwa tubuh akan sembuh.

Penyakit lain? ada juga, seperti pembengkakan kelenjar getah bening, akan saya tulis pada postingan terpisah.

Iklan

One response to “Konsep penyembuhan diri sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: