Tanjung Layar

Sambungan

Lokasi pertama yang akan kami kunjungi adalah Tanjung Layar.  Tanjung Layar adalah ikon sekaligus kebanggaannya masyarakat Sawarna.  Untuk menuju kesana, seharusnya bisa jalan kaki, walaupun cukup jauh, 1 km-an. Tetapi  agar kedatangan kami punya nilai manfaat bagi masyarakat sekitar, saya pikir naik ojek sajalah. Lagian nyuruh anak-anak jalan, lumayan melelahkan. Harganya cukup mahal, Rp 20.000,- untuk pulang pergi. Dan ojek yang saya gunakan ada 3 motor.   Apa yang disebut Tanjung Layar, ini sebetulnya adalah sisa-sisa abrasi pantai yang masih bertahan. Gempuran ombak yang terus menerus menyisakan 2 unggukan batu berbentuk seperti layar perahu.  Tempatnya lumayan bagus, sangat cocok kalau bawa anak-anak main di sini, karena aman. Walaupun di laut, sangat aman untuk anak-anak, karena terlindung dari deburan ombak secara langsung. Airnya jernih, dan masih bersih. Hanya saja sayang di dasarnya banyak ditumbuhi rumput-rumput laut, sehingga kalau diinjak menjadi kurang nyaman untuk kaki. Walaupun demikian, anak-anak sangat menikmatinya.

Ikon masyarakat Sawarna, Karang Layar

Deburan ombak di Tanjung Layar

Mungkin benar, kata sebuah informasi yang menyebut lokasi ini disebut-sebut hidden paradise, karena memang lokasinya sulit dijangkau. Untuk mencapainya, harus melalui jalan setapak, melewati jembatan gantung, melalui pemukiman penduduk, sawah, pantai  Ciantir, dan sampailah di salah satu obyek wisata kebanggan penduduk di sini, Tanjung Layar. Pantai Ciantir sendiri, disebut sebut lokasi surfing terbaik. Dibuktikan adanya beberapa turis asing yang saya lihat. Tapi koq, orang kita kebanyakan malah jarang yang tahu daerah wisata di sini ya?

Dibalik karang layar

Pantai karang layar

Adriel sedang berenang

Debby sedang berenang

Karena memang bukan lokasi wisata, sehingga jangan tanya fasilitasnya.. Hanya ada 1 warung penjual makanan, tidak ada kamar bilas, yang ada hanya sebuah sumur dan timbaanya. Pantai Ciantir dengan Tanjung Layar lokasinya bersebelahan.  Selesai bawa anak-anak cebar cebur di Tanjung Layar, kami susuri pantai hingga menuju para bule itu nongkrong dan surfing. Kayanya asyik banget.

Nggak lama disitu, kami pun kembali dengan menggunakan ojek yang tadi mengantar, untuk kembali  ke tempat parkiran mobil, untuk selanjutnya ke Goa Lalay.

Bersambung

Baca juga yang ini:

Sawarna (26-27 Juni 2010)

  1. Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna
  2. Dari Bayah ke Sawarna
  3. Tanjung Layar
  4. Goa Lalay
  5. Biarlah Sawarna tetep tersembunyi
  6. Perjalanan menuju Sawarna

5 responses to “Tanjung Layar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: