Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna

Sudah janji sama anak-anak, bahwa liburan sekolah kali ini, mereka akan saya ajak ke Desa Sawarna. Menurut informasi dari sebuah milis, tempat ini adalah tempat yang indah dan menarik, banyak orang bilang sebagai hidden paradisse. Benarkah? Jadi kepengen ke sana …

Sebetulnya, kalau boleh memilih, saya lebih suka menggunakan kendaraan umum, paling nggak saya bisa bebas menikmati perjalanan. Kalau bawa kendaraan, tentu yang dilihat menjadi terbatas, cuma jalan yang ada di depan mata. Tetapi kalau menggunakan kendaraan umum, sepertinya akan lebih merepotkan lagi, karena membawa anak-anak. Jadi, perjalanan kali ini saya putuskan untuk membawa kendaraan saja.

Jalur yang ditempuh adalah: Jakarta, Serang, Malimping, Bayah dan Sawarna. Berangkat dari rumah jam 4 sore, memang bukan waktu yang bagus untuk memulai perjalanan. Tetapi karena saat itu masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi janji dengan anak-anak pun tetap saya harus penuhi, maka, kami pun tetap berangkat dengan mengorbankan sedikit waktu.  Kalaupun nantinya keburu malam di perjalanan, saya pikir tidak masalah, tinggal cari penginapan saja.

Ternyata memang kemalaman, perkiraan jam 22.00 akan tiba di lokasi, meleset. Ini disebabkan jalan antara Saketi  – Malimping, rusaknya luar biasa. Walaupun kerusakan hanya sekitar 10-an km saja, tetap saja, perjalanan ini menjadi sangat menyiksa. Duh … kenapa nggak ada yang posting mengenai ini ya? 😦

Cukup menegangkan, karena sebelumnya kami belum pernah melalui jalur ini. Apalagi jam saat itu sudah menunjukkan pkl 22.00 wib, dan baru sampai Malimping pula?. Akankah menginap disini? Ataukah di Bayah?  Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskan untuk menginap di Bayah. Walaupun seperti apa kota Bayah itu, dan bagaimana juga jalannya, masih belum tahu.  Kami hanya istirahat sejenak di Malimping, sambil membeli nasi goreng dan mencari informasi sekitar jalan yang akan kami tuju. Kata penjual nasi goreng, jalannya sih bagus, melalui sepanjang pantai, dan juga hutan. Sebab sepertinya belum terlalu malam benar. Jadi kami langsung lanjut ke Bayah.

Sesampai di Bayah, jam sudah menunjukkan pkl 24.00 wib, jadi terpaksa di sini harus cari penginapan. Kebetulan ada beberapa hotel yang saya lewati. Tetapi pilhan kami menginap di … (saya lupa namanya).

Tarif permalam adalah seratus dua puluh lima ribu rupiah dengan 2 tempat tidur, yang satu besar, yang satunya agak kecilan. Ada juga tariff lainnya yaitu  Rp 75.000,- hanya saja tidak ada kipas anginnya, dan anak saya komplain, harus ada kipas angin. Biasa tidur pakai AC, sekarang nggak pakai, bakalan dia nggak bias tidur.  Ada juga yang Rp 200.000,- saya nggak cek lagi, apa perbedaannya. Tetapi ini hanya transit saja, dan besok pagi harus lanjut lagi, jadi nggak perlulah yang mahal-mahal.

(Bersambung)

Baca juga yang ini:

Sawarna (26-27 Juni 2010)

  1. Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna
  2. Dari Bayah ke Sawarna
  3. Tanjung Layar
  4. Goa Lalay
  5. Biarlah Sawarna tetep tersembunyi
  6. Perjalanan menuju Sawarna

16 responses to “Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna

  • SEO

    Wah menarik neh opininya.bisa lebih digali lebih dalam lagi tentang ini. jadi tertarik buat cari tahu tentang ini. salam kenal ya

  • Tanjung Layar « Harjo

    […] Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna […]

  • Goa Lalay « Harjo

    […] di/pada Juni 28, 2010 pada 1:01 pm | Balas Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna « Harjo […]

  • Biarlah Sawarna tetap tersembunyi « Harjo

    […] di/pada Juni 28, 2010 pada 1:01 pm | Balas Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna « Harjo […]

  • Perjalanan menuju Sawarna « Harjo

    […] di/pada Juni 28, 2010 pada 1:01 pm | Balas Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna « Harjo […]

  • Dari Bayah ke Sawarna « Harjo

    […] Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna […]

  • rere

    mau nanya…saya dan teman” ada rencana ke sawarna akhir juli..kalo misalnya saya jalan dr jakarta jam 21.00 kesana gimana mnrt kamu?jadi perkiraan sampe sana sblm pagi..rencana naik elf kesana…
    mohon masukannya..
    thanks

    • Harjo

      Kalau menurut saya: berarti selama perjalanan tidak ada yang bisa dilihat. Padahal ke arah sana, yg jaraknya gk terlalu jauh, seharusnya bisa melihat pemandangan sepanjang pantai, hutan, sungai, jembatan, muara sungai, kota kecamatan, dsb. Sampai di lokasi kalau berangkat jam 21.00, adalah pkl 03.00 … tanggung bener ya … mau tidur, pastinya bangunnya kesiangan … nggak bisa lihat sunrise dech … Supaya jam tidur tidak terganggu, sebaiknya dimajukan jamnya (jam 6 sore, misalnya). Supaya sampai di sana, pas waktunya tidur. Kalau supaya bisa lihat pemandangan sepanjang perjalanan, sebaiknya berangkat pagi.

  • rere

    kalo berangkatnya sabtu pagi jam 6 dah masuk tol, kira” padat banget ga disananya?karena rencana mau nyampe jakarta minggu malam..bisa ga ngunjungin semuanya?

  • Harjo

    Sebagai gambaran aja, kemarin saya berangkat Hari Sabtu jam 4 sore, dan pulang sampai rumah hari Minggu, pkl 23.00 wib. Tetapi dengan rute Jkt – Serang seperti cerita diatas, ttp pulangnya lewat pelabuhan ratu. Ada baiknya berangkat lewat pelabuhan ratu saja, karena waktu nya akan lebih cepat. Sy ke sana hanya mengunjungi bbrp obyek saja, Karang Layar (di sini waktunya lebih lama, karena anak-anak yg doyan bernenang), Pantai Ciantir, dan Goa Lalay (tidak sampai ujung). Dan mampir berenang di Pelabuhan Ratu juga, sekitar 1,5 jam-an. Karena ini berangkatnya pagi2 seharusnya akan lebih banyak obyek yg bisa dilihat, ketimbang saya. Dan yg bawa kendaraan sendiri pulak.

  • rere

    oke mas makasih yaaaaa…sepertinya enakan berangkat jam 6 pagi..ooo brarti rute pp-nya lwt pelabuhan ratu aja yah krn lbh bagus dan lebih cepet..
    makasih banyak yah mas ^___^

    • harjo

      Tapi untuk yg bener2 hobi jalan, sebaiknya perginya lewat Serang, dan nantinya pas masuk ke Sawarna, akan melalui hutan. Baru pulangnya lewat Pel Ratu, hanya saja perlu diingat, selepas Sarwana ke arah Pel Ratu, akan ada jalan yg benar-benar rusak parah, ttp hanya sekitar 2 meteran saja dan ini dipastikan tidak bisa dilewati dengan kendaraan ceper. Tp kalau Elf pasti bisa. Selanjutnya perjalanan tidak ada masalah lagi. Atau bisa balik lagi ke arah pertigaan (pintu masuk Sarwana), baru belok kanan langsung lanjut ke Pel Ratu.

  • rere

    jadi enakan rutenya lewat mana yah mas?kita semua c hobi jalan hehehe..aku pergi ma bbrp anak ibackpacker ^__^

    • harjo

      Kalau soal enakan, ya enak lewat Pel Ratu, ttp kalau mau cari pengalaman, supaya dari satelit, kelihatan perjalanan kita bulet banget, cobalah lewat Serang, baru pulangnya lewat Pel Ratu. Cuma ya itu, di Saketi – Malimping, jalannya rusak banget, tp ya … kalau pake Elf sih gpp lah … sikat aja terus.

  • dwi

    nah ini yang lagi saya cari…mau ke bayah, rutenya enakan lewat serang atau pel ratu….baca diatas kayaknya lebih baik pel ratu ya. Tadinya berniat lewat Serang pulangnya baru Pel Ratu. Serusak apa sih jalannya, kalau pakai livina bisa gak ya?
    *salam kenal*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: