Dari Bayah ke Sawarna

Sambungan

Pagi-pagi, anak-anak sudah bangun. Pejalanan kami lanjutkan menuju Sawarna. Walaupun kecil, jalanannya sangat mulus, dan di hotmix. Walaupun sempat tersesat, karena semula saya pikir namanya Sarwana, yang tidak dikenal oleh penduduk sini. Yang benar adalah Sawarna. Perjalanan yang 21 km itu hanya kami tempuh  sekitar 30 menit-an saja.

Areal persawahan dan perkebunan di Desa Sawarna

Sebagai catatan, dua kali saya salah jalan, kali ini, karena tidak ada petunjuk yang mengarah ke Sawarna. Jadi setelah 6-7 km dari Bayah, nanti akan ketemu percabangan, kalau lurus itu ke Cikotok, jadi harus ambil yang  ke kanan.

Di sini banyak pemandangan yang bagus, persawahan, hutan jati, muara sungai, perahu-perahu nelayan, kemudian masuk kawasan hutan lindung, dan akhirnya Desa Sawarna.  Dari ketinggian di atas bukit kami berdiri, terlihat hutan, sawah, perkebunan kelapa, pantai Ciantir dan Tanjung Layar. Sebuah perpaduan panorama yang indah, dan diiringi juga kicauan suara  burung, khas suasana hutan. Membuat liburan kali ini sepertinya akan menyenangkan anak-anak.

Pantai Ciantir dan Karang Layar dari atas bukit

Setelah melewati hutan suaka, kami tiba di Desa Sawarna. Ternyata cukup ramai juga. Kalau boleh dibilang, desa ini sebetulnya berada di daerah terpencil dipinggiran hutan. Tetapi aneh juga, walaupun terpencil, penduduknya cukup lumayan padat.  Mata pencaharian penduduk kebanyakan adalah bertani dan nelayan. Sekolah juga tersedia, walaupun hanya SD, kalau SMP nya, saya tidak lihat. Ada juga tukang-tukang ojek di beberapa tempat titik wisata. Vila-vila dan home stay pun sudah mulai banyak dibangun. Jalan-jalan desa terlihat banyak dibangun dan diperbaiki.

Ada juga beberapa tempat usaha penggergajian kayu, menunjukkan hidupnya denyut nadi kehidupan masyarakat desa tersebut. Kami berhenti di depan homestaynya Almarhum Pak Hudaya. Nama ini sering disebut sebut di milis, tetapi rupanya orangnya sendiri ketika kami ke sini sudah almarhum.

Bersambung

Baca juga yang ini:

Sawarna (26-27 Juni 2010)

  1. Mengisi Liburan Sekolah di Sawarna
  2. Dari Bayah ke Sawarna
  3. Tanjung Layar
  4. Goa Lalay
  5. Biarlah Sawarna tetep tersembunyi
  6. Perjalanan menuju Sawarna

5 responses to “Dari Bayah ke Sawarna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: